
Sore harinya setibanya Rani di rumah Rani langsung masuk kamar nya.
Saat Rani mau mandi air di kamar mandinya mati. Lalu iya memutuskan untuk mandi di kamar mandi tamu.
"Mudah-mudahan air kamar mandi ini tidak mati lagi."ucap Rani memohon. Kemudian Rani mandi sambil bernyanyi riang.
Tidak lama pak Kevin sampai di rumah dan mendengar suara Rani di kamar mandi.
"Suara siapa itu! kenapa muncul dari kamar tamu ya!?"ucap pak Kevin heran lalu masuk ke kamar.
"Click"
Suara pak Kevin membuka pintu.
"Dari kamar mandi!? apa mungkin itu Rani, tapi tumben mandi di sana? yasudah lah."ucap pak Kevin lalu pergi keluar.
Lalu pak Kevin pergi ke dapur dan duduk sebentar. Kemudian pak Kevin masuk ke kamar mandi dapur.
Setelah mandi Rani keluar dan masuk ke kamar nya. Sebelum ke kamar Rani iya mengambil buah di kulkas dalam keadaan rambut masih tergulung handuk dan masih pakai handuk kimono.
Lalu Rani masih saja bernyanyi iya berfikir masih sendirian di dalam rumah dan tidak menyadari kedatangan pak Kevin.
Kemudian Rani bernyanyi riang dan memutar mutar kepala nya sampai handuk terlempar dari kepala nya.
"La, la, la, la."
Suara bernyanyi Rani yang sedang bahagia.
Saat Rani memutar mutar kepalanya tidak sengaja Rani melihat pak Kevin yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi sedang memerhatikan nya.
Lalu Rani terdiam terpaku dan mengambil handuk nya yang sudah terlempar dan membenahi rambutnya.
"Maaf mas Kevin, sudah lama disana?"tanya Rani gugup.
Pak Kevin hanya terdiam dan berjalan mendekati nya.
Setelah dekat dengan Rani pak kevin membenahi rambut Rani yang masih berantakan di mukanya.
"Kamu lagi bahagia karena apa?"ucap pak Kevin menatap Rani.
"Maaf pak Kevin saya mau ke kamar dulu!"ucap Rani langsung berpindah dari hadapan pak Kevin dan langsung masuk kamar.
"Dasar wanita aneh."ucap pak Kevin tersenyum sinis dan tatapan tajam.
Lalu pak Kevin bergegas menuju kamar nya.
"Aduh! malunya aku, Sejak kapan sih pak Kevin di rumah sampai aku ngak tau ya ampun!"ucap Rani dan menggeleng gelengkan kepalanya di atas kasur.
Setelah itu lalu Rani bergegas berpakaian dan menuju dapur untuk memasak makan malam.
"Tante!
__ADS_1
Angga memanggil Rani yang menuju dapur.
"Kenapa tante ngak jemput Angga! Angga marah."ucap Angga merajuk dan duduk di kursi.
"Angga maaf ya, tante tadi ngak sempat jadi, tante bilang pak Anton yang jemput. Maaf ya besok tante ikut jemput deh janji."ucap Rani bujuk Rani dan menunjukkan jari kelingking nya.
"Bener ya tante!"jawab Angga dan membalas jari kelingking Rani.
"Yaudah sekarang makan ya tante udah masakin spesial buat Angga."ucap Rani.
"Iya deh tante, tapi temenin Angga makan ya! oh iya Dedy dimana kok belum kelihatan?"tanya Angga.
"Mungkin lagi mandi kali, yaudah makan dulu sayang cape kan pasti di sekolah tadi."ucap Rani.
Setelah Rani bilang itu kepada Angga kemudian Angga langsung makan dan di temani Rani.
"Angga, kenapa ngak tunggu dedy sih!"ucap pak Kevin yang baru datang.
"Ah dedy baru datang sih!"jawab Angga.
"Yaudah sekarang Dedy gabung ni."ucap pak Kevin.
Lalu Rani menyediakan makan untuk pak Kevin lalu membuat kan nya juga kopi.
"Oh iya dedy, tumben Dedy sudah di rumah jam segini?"tanya Angga.
"Iya tadi Dedi habis meeting langsung pulang aja soalnya dedy kangen banget sama anak kesayangan Dedy."ucap pak Kevin.
Setelah beberapa saat kemudian mereka sudah selesai makan. Rani hanya memandangi Angga yang sangat lahap makan dan menikmati nya sekali.
"UMM,, memang masakan tante Rani tiada duanya."puji Angga yang tersenyum ke arah Rani.
"Yaudah kalau memeng tiada duanya nambah dong biar Angga cepat besar!"rayu Rani mencolek hidung Angga.
"Maunya sih gitu Tante."keluh Angga.
"Tapi,,,, Angga sudah kenyang!"lanjut Angga.
"Gerrkk"
Suara sendawa Angga yang sudah kenyang.
"Hah, suara nya di kecilin dong ngak sopan loh ada dedy."ucap Rani kaget.
"Hehe maaf dedy, maaf tante."lanjut Angga.
Namun pak Kevin senyum dan geleng-geleng kepala nya.
Kemudian Rani dan angga masuk kamar karena malam sudah tiba.
"Angga istirahat dulu ya, tante mau terima telpon dulu."ucap Rani dan melihat handphone seseorang menelpon.
__ADS_1
"Iya tante."jawab Angga.
Kemudian Rani keluar dan menerima telpon nya yang tidak lain itu dari Heni.
"Iya Heni ada apa?"tanya Rani.
"Maaf ya Ran, gue boleh minta nomor si Putra ngak hehe."ucap Heni.
"Oh itu boleh dong, kamu suka ya? cie!"ucap Rani gombal Heni.
"Ih bukan atuh, ada yang penting tadi sih lupa ngomong mau minta bantuan."jelas Heni.
"Haha gitu ya, oke deh gue kirim nomor nya ya."Ucap Rani.
"Okeh Ran, makasih."ucap Heni kemudian panggilan telepon berakhir.
"Ah malu banget mintanya ke Rani, tapi Putra itu ganteng banget sih wajar aja sih gitu. Ingat Heni kamu udah punya pacar."guman Heni.
"Aku harus bisa bikin mereka dekat! kan Rani selama ini ngak ada pasangan jadi ngak mungkin dia selama nya sendiri kan!"ucap Heni mengangguk anggukan kepala.
"Harus berhasil Heni."ucap Heni mengepal tangan nya.
"Tumben banget Heni minta nomor cowok ke gue ya!? apa dia suka sa Putra?"ucap Rani penasaran.
"Jangan jangan dia suka lagi sama Putra!"ucap Rani semakin yakin akan ucapannya.
"Akan tetapi dia sudah punya pacar sih?"ucap Rani dan membuat dirinya semakin bingung.
"Ah sudah lah, mungkin dia suka!"ucap Rani singkat dan kembali ke kamar Angga.
"Tante kok lama sih! Angga ngak bisa tidur."rengek Angga.
"Iya maaf sayang, yaudah bobok ya tante temenin."ucap Rani mengelus ngelus rambut Angga.
"Iya tante."jawab Angga.
Dan tidak lama kemudian Angga sudah tidur dan kembali ke kamar nya.
Namun tiba-tiba ada notifikasi dari sang mantan.
"Lah ini kan notifikasi dari si Andre apa ini isi nya."ucap Rani membuka notifnya.
"Wah, wah ngapain ni anak mau nyusul gua, ada perlu apa lagi ni."ucap Rani.
Kemudian Rani menghubungi Andre yang berniat menyusul Rani ke kota.
"Halo Ndre! buat apa kamu nyusul aku lebih baik kamu nikahin itu cewe kamu sebelum menyesal!"ucap Rani lantang.
"Maaf Rani aku sudah tidak lagi sama dia aku mau kita balikan, aku mau kita seperti dulu lagi."ucap Andre.
"Andre aku mohon sama kamu jangan temui aku oke!"ucap Rani.
__ADS_1
Kemudian Rani menutup telponnya dan langsung pergi tidur.