
Kemudian Angga pun mulai tenang dan ia pun tertidur.
Setelah itu Rani keluar dari kamar Angga dan mendapati pak Kevin sedang menunggu di depan pintu kamar Angga.
"Mas Kevin! ngapain di depan pintu kenapa ngak masuk!"bisik Rani.
"Gimana Angga udah tenang?!"tanya pak Kevin.
"Udah ko mas, dia sekarang lagi tidur ayo ngobrol di sana aja nanti dia kebangun."ucap Rani.
Kemudian pak Kevin pun mengiyakan nya dan mereka pergi ke taman dekat kolam renang.
"Jadi gimana Angga mau cerita dia kenapa nangis?! tanya pak Kevin.
"Kerena mimpi buruk mas!"jawab Rani.
"Kasian dia mas, kalau di tinggal terus sendiri!"ucap Rani.
Kemudian pak Kevin mengingat si mbok yang ada di lampu merah itu.
"Kamu ingat ngak ibu-ibu yang ada di lampu merah itu?!"tanya pak Kevin.
"Ingat mas, kenapa?"tanya Rani balik.
"Besok kita cari dia, siapa tau dia lagi butuh kerjaan jadi bisa deh mbok itu gantiin kamu di rumah."ucap pak Kevin.
"Oh gitu ya mas, yaudah mana bagus nya aja mas Kevin, aku ikut aja!"jawab Rani.
Lalu Rani melihat ke langit yang penuh dengan bintang. Lain lagi dengan pak Kevin yang hanya memandang Rani saja.
Kemudian pak Kevin melihat Rani yang mau menghadap nya dan pak Kevin pun langsung mencium bibir nya Rani.
Seketika Rani terdiam dan langsung menatap pak Kevin tercengang.
Kemudian pak Kevin melepas ciuman nya dan memeluk Rani.
"Aku akan menjaga mu selamanya semoga kita tetap bersama ya!"ucap pak Kevin.
Lalu Rani hanya mengangguk kan kepalanya.
"Mas Kevin aku masuk dulu ya!"ucap Rani gugup.
"Ayok aku antar!"ucap pak Kevin.
"Baik deh mas!"jawab Rani.
Kemudian mereka masuk dan pak Kevin menggandeng Rani.
"Makasih ya Rani, udah mau merawat Angga sepenuh hati "ucap pak Kevin.
Rani hanya tersenyum dan diam saja. Rani di penuhi dengan rasa canggung.
__ADS_1
Setibanya di kamar pak Kevin mencium kening Rani dan melihat Rani masuk.
"Makasih ya mas, selamat malam."ucap Rani dan menutup pintu.
Kemudian Rani masuk dan langsung berlari ke kasur nya.
"Aduh Rani, kenapa sih setiap kamu sama mas Kevin selalu gugup. Kamu itu kan pasangan nya kenapa harus gugup gitu sih."ucap Rani.
"Yuhu, malam yang indah!"ucap pak Kevin.
Kemudian pak Kevin pergi ke dapur dan mengambil air putih dingin.
Kemudian ia duduk dan minum di meja makan. Kemudian ia terdiam dan sambil tersenyum sendiri.
"Nih Fitri! tugas gue udah selesai ni sekarang giliran gue minta janji lue!"ucap Ria dan menaruh dokumen nya di atas meja buk Fitri.
"Yakin ni udah semua?!"tanya buk Fitri.
"Udah dong, semua pasti beres sama aku."jawab Ria.
"Yaudah iya deh, yaudah ya gue periksa dulu ini semua. Nanti asalan pula."ucap buk Fitri.
"Astaga Fitri, ngak percaya kamu sama aku!"ucap Ria.
"Percaya-percaya, gue tu cuman lihat aja takut nya ngak sesuai sama yang di minta ama bos. Soal nya ini dokumen penting besok untuk pak Kevin ke luar kota."jelas buk Fitri.
"Ya udah ayo kita pergi ni ngak sabar lagi!"ucap Ria mengajak buk Fitri.
Setelah memeriksa semua berkas kemudian Ria dan buk Fitri baru berangkat ke sebuah restoran terdekat.
Sedangkan pak Kevin masih saja duduk di dapur sedang melamun dan mengingat anak nya yang menangis.
"Udah lah besok aja aku menjumpai nya lagian sekarang Angga juga sudah tertidur kan."ucap pak Kevin sambil bergegas bangkit dari kursinya.
Dan tiba saat pagi yang cerah Rani kebangun oleh cahaya matahari yang terpancar dari jendela nya.
"Aduh udah pagi lagi, cepat banget sih mana lagi males gerak lagi."keluh Rani.
Kemudian Rani mengingat kejadian tadi malam bersama dengan pak Kevin. Kemudian dengan lihat Rani langsung duduk.
"Harus semangat demi masa depan!"langsung ucap Rani dengan tegas dan mengepal kedua tangan nya.
Lalu ia pun pergi ke kamar mandi dan mencuci muka dan gosok gigi.
"Aduh tapi aku masih ngantuk banget ni!"ucap Rani sambil memandang diri nya di cermin kamar mandi.
"Ngak boleh gini Rani."ucap Rani sambil mencuci cuci muka nya.
Kemudian Rani keluar dari kamar nya dan mendapati Angga sudah duduk di meja makan.
"Angga kok udah bangun jam segini?!"tanya Rani.
__ADS_1
"Iya tante ngak tau kenapa kebangun sendiri Angga."jawab Angga sambil tertawa kecil.
"Yaudah Tante bikin susu dulu ya buat Angga."ucap Rani dan membuatkan Angga secangkir susu hangat.
Setelah beberapa menit Rani membawakan susu nya dan memberikan nya ke Angga.
"Ini sayang!"ucap Rani.
"Gimana Angga masih mimpi buruk?!"tanya Rani dan duduk di sebelah Angga.
Dan tidak lama pak Kevin datang dan melihat mereka berdua sudah ada di meja makan.
"Angga! awal bangun nya."ucap pak Kevin dan duduk di sebelah nya juga.
"Iya ni dedy."jawab Angga sambil meminum susu nya.
"Gimana pertanyaan tante tadi."ucap Rani.
"Ngak lagi ko Tante, semalam itu Angga takut bangat makanya Angga sedih jadi nangis deh!"ucap Angga.
"Yaudah Angga jangan sedih lagi ya, kan dah ada tante sama dedy di sini!"ucap pak Kevin memegang pundak Angga.
"Baik dedy!"jawab Angga sambil tersenyum.
"Nah sekarang Angga mandi dulu terus pakai baju sekolah nya ya tante buat kan serapan nya dulu!"ucap Rani.
"Baik tante!"jawab Angga dan ia pun turun dari kursinya dan pergi ke kamar nya.
Lalu Rani dan pak Kevin hanya melihat Angga pergi.
"Oh iya mas, mau sarapan apa pagi ini?!"tanya Rani.
"Sarapan apa aja deh asal kamu yang masak!"ucap pak Kevin menatap Rani sampai membuat Rani jadi salah tingkah.
"Baik deh mas di tunggu ya!"ucap Rani sedikit malu dan langsung pergi.
Kemudian pak Kevin pun pergi juga bersiap untuk pergi ke kantor.
"Oh iya Rani! kemeja hitam dari sini kemana ya kok ngak ada disini?!"tanya pak Kevin datang dari kamar nya dengan berpakaian handuk saja.
"iya mas!"ucap Rani dan melihat pak Kevin hanya menggunakan handuk nya.
"Iya mas ada apa?"tanya Rani balik dan menelan air liur nya karena melihat pak Kevin.
"Kemeja saya kemana yang berwarna hitam kenapa ngak ada di lemari ya?!"tanya pak Kevin.
"Oh iya mas, maaf baju itu masih di belakang belum bersih!"jawab Rani.
"Aduh gimana sih itu kan baju perlu saya pakai hari ini!"ucap pak Kevin dengan sedikit kesal.
"Maaf mas saya ambil kan dulu gimana?!"tanya Rani yang melihat pak Kevin sedikit kesal.
__ADS_1