
Tidak lama kemudian saat pak Kevin mau masuk rumah Rani dan Putra tiba di rumah.
Kemudian Rani dan putra berjalan ke teras rumah dan melihat pak Kevin di sana.
"Selamat malam."ucap putra menyapa pak Kevin.
"Mas Kevin belum istirahat?"tanya Rani.
"Ini saya mau masuk lnjut aja dulu."lanjut pak Kevin kemudian iya masuk.
Setelah pak Kevin masuk Putra pamit pulang.
"Yaudah ya Ran gua balik dulu."ucap Putra.
"Hati-hati di jalan."ucap Rani dan melambaikan tangan nya.
Kemudian Putra pergi sedikit girang.
Lalu Rani masuk rumah dan pergi istirahat ke kamarnya.
Saat di kamar Rani langsung menjatuhkan badannya ke kasur.
"Hari yang melelahkan."ucap Rani dan Rani pun ketiduran.
Pagi pun mulai kelihatan, cahaya matahari yang menyinari kamar Rani dari jendelanya. Rani pun terbangun dan duduk mengucek matanya.
"Wah ini jam berapa?"guman Rani dan melihat jam di handphone nya.
Setelah iya melihat jam Rani langsung bergegas mandi, Rani berencana masuk kerja pagi ini. Kemudian Rani menyiapkan segala kebutuhan dan bekal Angga begitu juga dengan sarapan nya.
"Tin."
Suara klakson mobil pak Anton yang akan berangkat ke sekolah mengantar Angga.
"Angga berangkat dulu ya tante!"ucap Angga pamitan dan mengambil tasnya.
"Semangat ya."ucap Rani dan mencium kening Angga.
Lalu Angga bergegas pergi dan Rani kembali ke kamar nya dan mengambil tas dan handphone.
Kemudian Rani berangkat dengan angkutan umum. Saat Rani keluar dari bus itu pak Kevin tidak sengaja melihat nya.
"Rani!?"Suara panggil pak Kevin.
Kemudian Rani menoleh asal suara itu.
"Kok seperti suara pak Kevin."ucap Rani dan mengalihkan pandangannya dari jalan.
Lalu pak Kevin mendatangi Rani.
"Kamu ngapain ke sini?"tanya pak Kevin.
"Saya mau kerja mas Kevin."jawab Rani.
"Emang kaki kamu sudah sembuh?"tanya pak Kevin.
Kemudian Rani melihat kakinya dan menggoyangkan nya.
"Sementara ini kayaknya sudah baikan mas."ucap Rani.
__ADS_1
"Oh baik lah, oh iya hari adalah waktu gajian nanti datang ke ruangan saya ya."ucap pak Kevin dan pak Kevin pergi.
"Baik mas, jawab Rani.
Setelah Rani masuk keruangan kumpulan OB, Rani dan Heni bertemu.
"Rani! ya ampun sudah lama kita tidak berjumpa gimana kabar kamu?"tanya Heni dan memeluk Rani.
"Iya seperti yang kamu lihat sekarang."jawab Rani dan mereka bergegas duduk.
"Oh iya, bagaimana mana dengan hubungan kamu sama si Andre itu?"tanya Heni lagi.
"Pas terakhir kali telponan sih, dia bilang mau nyusul gue ke kota."ucap Rani.
"Oh ya! trus kamu bilang apa?"tanya Heni penasaran.
"Gue langsung matiin telpon nya sih, moga moga aja dia ngak datang ke sini. Kamu tau kan dia itu udah nyakitin gue, gue kecewa sama dia."ucap Rani.
"Yaudah yo, kita kerja kayak nya kerjaan gue numpuk banget."keluh Rani.
"Eh tunggu dulu, kan ada gue jadi aman tuh kerjaan lu."ucap Heni dengan gaya melipat tangan nya dan mengangkat alisnya sambil tersenyum.
"Maksud nya, kamu bantu gue kerja gitu. Wah makasih Heni kamu memang yang terbaik deh."ucap Rani bahagia dan memeluk nya.
"Tunggu dulu Rani, maksud aku kerjaan kamu yang kemarin-kemarin sudah aku selesaikan gitu."ucap Heni.
"Jadi? itu sama aja Heni kamu bantu aku juga namnya hihi."ucap Rani.
"Makasih ya Heni, kalau bukan karna kamu sekarang pasti udah kelelahan deh gue."lanjut Rani.
"Iya deh sama sama."jawab Heni.
Kemudian setelah semua keluar ruangan akhirnya Rani tiba.
"Maaf pak Kevin saya telat."ucap Rani.
Pak Kevin hanya melihat Rani yang ngos-ngosan.
"Duduk."ucap pak Kevin setelah beberapa menit.
Kemudian pak Kevin memberinya amplop kuning.
"Apa ini pak Kevin, kenapa sebanyak ini?"tanya Rani setelah melihat isi dari amplop itu.
"Kamu tidak mau?"tanya pak Kevin.
"Saya mau pak Kevin, terima kasih."ucap Rani menunduk.
"Sekarang kamu bisa kembali."lanjut pak Kevin.
Setelah itu Rani keluar ruangan dan langsung kembali ke ruangan OB.
"Hen, makan di luar yo gue traktir."ucap Rani melihat Heni sedang melamun.
"Tumben lu Ran."ucap Heni.
"Biasa baru gajian kali-kali aku traktir kamu gitu."ucap Rani.
Kemudian Heni setuju sebelum Rani keluar bersama Heni mereka ijin terlebih dahulu.
__ADS_1
Lalu Rani mengirimkan sebagian gajinya ke orang tuanya.
Sesampainya di restoran mereka langsung memesan makanan terenak yang ada di resto.
Setelah di hidangkan tidak sabar mereka langsung menyantapnya.
Namun tidak sengaja Putra disana dan melihat Rani sedang makan dan menghampiri nya.
"Hei Rani, kamu disini kebetulan bangat! boleh gabung gak ini?"tanya Putra tangan bersandar ke meja.
"Ini siapa Ran?"tanya Heni.
"Putra kawan gue."bisik Rani.
"Oh gitu."ucap Heni.
"Boleh, yaudah duduk gih."ucap Rani.
Kemudian Putra duduk di sebelah Rani.
"Oh iya Hen ini Putra teman gue, ini Heni sahabat kecil gue dan sampai sekarang."ucap Rani sambil memegang tangan Heni.
Lalu putra dan Heni bersalaman.
"Yaudah ayo makan keburu dingin."lanjut Rani.
Sesudah makan lalu mereka keluar dari restoran itu saat di depan mereka berpisah.
"Yaudah Putra kamu duluan ya."ucap Rani.
"Iya Ran, hati hati di jalan."jawab Putra Kemudian mereka berpisah.
"Permisi pak Kevin, hari ini kita punya meeting penting."ucap buk Fitri menghentikan pak Kevin yang hendak pergi.
"Kira-kira jam berapa?"tanya pak Kevin.
"Jam tiga sore pak."jawab buk Fitri.
"Hubungi saja saya kalau sudah jam waktunya, saya ada urusan saya minta kamu yang atur!"ucap pak Kevin dan bergegas pergi.
"Baik pak."ucap buk Fitri.
"Pak Kevin buru-buru banget nampak nya ada apa ya?"guman buk Fitri melihat pak Kevin pergi.
"Hei! ngapain lu?"tanya kawan buk Fitri.
"Ngak ngapain sih cuman lihat pak Kevin akhir-akhir ini sering banget keluar. Lu kan tau biasa pak Kevin di kantor aja."ucap buk Fitri lalu kembali duduk.
"Eh tapi ya, gue pernah lihat kayak nya pak Kevin itu lagi dekat dengan Rani!"ucap kawan nya itu.
"Gue pernah lihat OB itu sama pak Kevin dan satu anak kecil makan di restoran langganan pak Kevin itu."ucap nya berbisik.
"Ah masa sih, lu jangan ngomong sembarangan dong."ucap buk Fitri.
"Gue serius!"lanjut Ria.
Kemudian buk Fitri merasa sedikit berbeda melihat pak Kevin akhir-akhir ini.
"Bisa jadi ada hubungannya apa-apa mereka itu."guman buk Fitri dalam hati.
__ADS_1