
Rani sedikit berkecil hati karena melihat dirinya yang jauh dari wanita itu.
"Apa benar, mas Kevin akan bawa aku?!"guman Rani.
Kemudian Rani mematikan handphone Lalu Rani menyuruh Angga untuk tidur siang.
"Udah ya main nya, nanti sore sambung lagi."ucap Rani.
"Lagian kalau kita mau keluar, Dedy aja masih pergi kalau kita berdua aja nanti kita tersesat!"lanjut Rani.
"Iya tante."jawab Angga lalu langsung bergegas pergi ke kasur.
"Mau di bacakan dongeng ngak ni?"tanya Rani sambil melirik ke Angga.
"Mau dong tante!"jawab Angga senang.
Kemudian Rani membaca kan dongen yang berjudul si kelinci yang sombong dan kura-kura.
Setelah Rani mulai membaca Angga dengan senang hati mendengar kan sampai Angga tertidur.
Kemudian Angga sudah tidur Rani memandangi Angga yang terlelap dan mengelus-elus kepalanya.
Lalu mencium dan kembali meletakkan bukunya di atas meja. Setelah itu Rani turun dari kasur dan melihat mainan Angga masih berserak kan di lantai.
"Oh iya, lupa bilang ke Angga kalau habis main itu barang-barang nya harus di rapikan kembali."guman Rani.
Kemudian Rani langsung mengemas mainan nya Angga dan menaruh nya di kotak mainan.
"Nah kalau gini kan rapi seperti di rumah sendiri."ucap Rani dan menepuk-nepuk tangan nya.
Kemudian Rani menutup jendela dengan horden yang terbuka.
Lalu Rani keluar dari kamar dan menutup pintu dengan pelan.
"Kalau udah tidur gini kan enak, jadi aku harus ngapain ya sekarang?!"ucap Rani.
"Hah! aku ke depan saja lah mau lihat-lihat.
"Oh iya enak juga ni sambil dengerin lagu."ucap Rani dan langsung mengambil hendsed.
Lalu Rani kembali lagi ke kamar, sesudah ke kamar dan Rani pergi ke depan.
Kemudian Rani langsung menyalakan lagu dan memasang ke telinganya.
"Mas Kevin kemana ya masa kami di tinggal berdua aja ya?!"guman Rani dan langsung pergi duduk.
Tidak lama kemudian mobil pak Kevin sudah terlihat di ujung jalan.
"Wah itu kan pak Kevin, panjang umur banget baru juga di bilangin udah muncul aja. Gini ni kalau udah jodoh baru di pikirkan sudah langsung muncul."ucap Rani.
"Aduh apa sih yang aku pikirin aneh banget aku!"ucap Rani menyadarkan diri nya.
"Lagian juga dia bos, jangan terlalu berharap rani!"ucap Rani.
Kemudian sesampainya pak Kevin di vila, ia langsung memasukkan mobil nya ke bagasi dan mengeluarkan barang belanjaan nya.
__ADS_1
"Rani!"panggil pak Kevin.
"Iya mas?!"jawab Rani.
Kemudian Rani datang dan pak Kevin langsung memberikan barang belanjaan nya.
"Mas Kevin belanja dimana? kemarin tidak ada terlihat toko disini!"tanya Rani.
"Sudah bawa saja ke dalam!"suruh pak Kevin.
"Eh iya mas!"jawab Rani.
Lalu Rani mengantarkan barang bawaan pak Kevin menaruhnya di kamar nya pak Kevin.
"Huf, banyak juga ni barang pak Kevin. Taro mana ya? hum, taro di bawah sini sajalah."ucap Rani dan meletakkannya di dekat meja kamar pak Kevin.
Kemudian Rani keluar dan langsung kembali ke depan dan menikmati hari yang mulai senja.
Lalu tidak lama kemudian pak Kevin datang dan ikut duduk bergabung dengan Rani.
"Mas Kevin!"ucap Rani.
Lalu pak Kevin meletakkan kopi yang di bawanya di atas meja. Dan Rani melanjutkan menikmati music nya.
Rani terlalu menikmati music nya sehingga iya lupa bahwa pak Kevin sedang di samping nya.
Rani menggoyang goyangkan kepalanya dan menyanyikan dengan suara pelan yang membuat pak Kevin heran.
Lalu pak Kevin memandangi Rani dengan pasti dan sambil tersenyum melihat Rani seperti itu.
Namun karena suara music nya lebih kuat dari suara pak Kevin hingga pak Kevin hanya memperhatikan nya saja.
Kemudian Rani tidak sengaja sadar akan kehadiran pak Kevin.
Lalu melihat ke arah pak Kevin yang sudah memandangnya.
"Maaf mas Kevin! saya lupa kalau mas disini."jelas Rani dan melepaskan handset nya dari telinganya dan menaruh nya di atas meja.
"Gak apa-apa."jawab pak Kevin.
Dan pak Kevin mengambil handset nya lalu memasangkan nya ke Rani satu dan kepada dirinya satu lagi.
"Nah gini kita bisa dengar bareng."ucap pak Kevin.
Setelah terpasang lalu mereka mendengar kan music nya berdua.
Kemudian mereka saling bertatapan mata dan wajah mereka sangat dekat.
Mereka sambil menikmati music nya dan bertatapan manis.
Hingga tidak sadar bahwa pak Kevin hampir mau menciumnya.
Lalu Rani menutup matanya dan menerima ciuman dari pak Kevin.
"Rani! Rani!"ucap pak Kevin menyadarkan Rani.
__ADS_1
"Iya mas Kevin!"jawab Rani tersadar.
"Huf, cuman khayalan saja rupanya sungguh diriku terlalu berharap banget."guman Rani dalam hati.
"Music nya enak ya."ucap pak Kevin.
"Iya mas."jawab Rani sambil mengangguk anggukan kepala nya tersipu malu.
"Kamu kenapa Rani?"tanya pak Kevin.
"Ngak apa-apa mas!"jawab Rani lagi.
Kemudian Rani dan oek Kevin kembali menikmati music nya lagi.
Lalu Rani memerhatikan pak Kevin kembali dan melihat bahwa pak Kevin itu sangat lah idaman nya banget.
Kemudian Rani memandangi pak Kevin sangat dalam banget dan tersenyum lembut.
Kemudian pak Kevin menyadari Rani yang memerhatikan nya.
Kemudian sesuai dengan harapan Rani pak Kevin akhirnya nya menciumnya.
Lalu pak Kevin mulai mendekat ke arah Rani. Pak Kevin mulai menutup matanya dang mendekati Rani.
"Mas Kevin?"tanya Rani heran.
Kemudian pak Kevin membuka matanya dan menatap Rani. Setelah itu pak Kevin memegang kepala Rani. Lalu Rani mulai menutupatnya.
Begitu juga dengan pak Kevin menutup matanya dan mencium bibir Rani dengan lembut.
Lalu Rani membalas ciuman nya pak Kevin dan memegang badan pak Kevin.
Lalu mereka sadar apa yang mereka lakukan.
"Maaf mas Kevin."ucap Rani.
Lalu Rani menggeser dari hadapan pak Kevin hendak mau pergi.
"Tunggu!"ucap pak Kevin dan menahan tangan Rani.
Dengan gercep pak Kevin kembali mencium Rani.
"Ini menandakan bahwa kamu adalah milikku!"ucap pak Kevin setelah mencium Rani yang ke dua kalinya.
Rani hanya bisa menelan liur nya karena heran dengan ucapan pak Kevin.
"Apakah mas Kevin benar benar ingin memilki saya?!"tanya Rani.
Kemudian pak Kevin menarik pinggang Rani dengan salah satu tangan nya.
"Saya sudah banyak memikirkan cara untuk mengungkapkan nya, jadi baru sekarang saya bisa mengucap nya."ucap pak Kevin.
"Sekarang kamu adalah lah milikku!"ucap pak Kevin mempererat pelukannya sehingga Rani sampai jinjit.
"Kamu juga tidak boleh lagi dekat orang lain apalagi kalau mereka adalah laki-laki."jelas pak Kevin.
__ADS_1