
Setelah mendengar nama pak Kevin Rani akhirnya berhenti dan kembali ke tempat Andre berada.
"Maksud kamu apa dengan menyebut nama itu?!"ucap Rani dengan geram.
"Berarti bos kamu itu benar namanya Kevin? Ngak salah lagi!"ucap Andre sambil tersenyum licik.
"Awas kamu kalau macam-macam ya!"ucap Rani sambil menunjuk Andre dan menekan kan ke dadanya.
"Rani tunggu aku ya!"teriak Andre.
"Sudah Heni, ayo kita tinggalkan dia jangan pedulikan ucapan nya!"ucap Rani yang sudah terlanjur kesal.
kemudian mereka pergi keluar dari kafe itu dan meninggalkan Andre sendirian.
Setibanya di kost Heni Rani langsung pergi rebahan.
"Rani, yang tadi itu apa ngak berlebihan bangat apa?!"tanya Heni.
"Aku pun ngak tau, soal nya kalau udah lihat dia bawaan nya mau marah aja. Padahal itu sudah masa lalu, kalau melihat dia gue itu slalu ingat apa yang dia lakukan dan katakan sama aku."jelas Rani.
"Sakit heni!"ucap Rani dan bergegas duduk di pinggiran kasur.
"Sabar ya Rani, maaf ya gue juga udah terlalu maksain kamu untuk ketemu sama dia!"ucap Heni dan menyusul nya duduk di kasur lalu mengelus pundak Rani.
"Iya Hen, ngak apa-apa ko!"ucap Rani.
"Yaudah gue balik ya soal nya dah habis waktu gue ijin ni!"ucap Rani.
"Baik deh hati-hati ya Ran!"ucap Heni.
Lalu Rani pun pulang dan setibanya di rumah Rani melihat pak Kevin yang sedang duduk di ruang tamu bersama dengan Darwin.
"Mas Kevin, cepat juga pulang nya!"ucap Rani sambil memasuki ruangan.
"Kamu dari mana aja, aku udah di rumah dari tadi tapi kamu belum juga pulang!"ucap pak Kevin.
"Maaf mas di jalan sangat macet!"jelas Rani.
"Alasan aja!"ucap pak Kevin.
"Rani kan?!"tanya Darwin.
Kemudian Rani menundukkan kepalanya menjawab pertanyaan Darwin.
"Bukan nya udah tau ya kalau saya Rani?!"ucap Rani.
"Tau kok, cuman mau berbicara aja sama kamu!"ucap Darwin.
Lalu di balas senyuman oleh Rani. Pak Kevin yang melihat nya sedikit gelisah.
__ADS_1
"Yaudah sana kamu masuk!"ucap pak Kevin sedikit bernada tinggi.
"Selow dong bro, cemburu ya?!"ledek Darwin sambil tertawa.
"Sudah bro! maafin gue cuman iseng aja."jelas Darwin.
"Yaudah bro kita pergi, hari ini ada pertandingan lue ngak ikut?!"tanya Darwin.
"Masa sih bro!"ucap pak Kevin.
"Iya bro, masa lue ngak tau sih!"ucap Darwin.
"Yaudah gas lah yok!"ucap pak Kevin.
"Mas Kevin mau kemana?!"tanya Rani yang masih berdiri di situ.
Kemudian pak Kevin terdiam sejenak dan melihat ke arah Rani.
"Kenapa kamu mau ngapain!"ucap pak Kevin.
"Kalau mas Kevin keluar, aku ijin lagi ya keluar juga sama kawan-kawan aku!"ucap Rani tersenyum penuh harap di ijinkan.
Lalu pak Kevin mendekati Rani dan menatap nya.
"Sudah lah bro, biarkan aja lagian kan sama kawan-kawan nya!"ucap Darwin mendukung Rani.
"Kamu sekarang ikut saya aja, ngak boleh pergi dengan siapa pun selain saya!"bisik pak Kevin dan membuat Rani bingung.
"Baik mas Kevin!"jawab Rani dengan sigap lalu pergi ke kamar nya dan berganti baju.
Setelah itu Rani menyusul pak Kevin masuk ke mobil dan mereka memulai perjalanan nya.
"Mas Kevin sebenarnya mau kemana?!"tanya Rani penasaran.
"Sudah kamu ikut saja, dari pada kamu pergi sama teman-teman kamu yang ngak jelas!"ucap pak Kevin datar.
"Oh iya Darwin nya mana?"tanya Rani.
Seketika pak Kevin langsung memberhentikan mobil nya tiba-tiba.
"Mas Kevin ada apa?!"tanya Rani kaget.
"Kamu ngapain tanya dia! dia ada di belakang sana kalau kamu mau sama dia silahkan turun dan pergi lah bersama dia!"ucap pak Kevin.
"Ngak ko mas, maaf ngak nanya soal itu lagi!"ucap Rani.
"Padahal hanya mau nanya saja, itu pun marah!"guman Rani dengan kesal.
"Hei ada apa dengan raut kamu seperti itu!"tanya pak Kevin yang melihat wajah Rani rada masam.
__ADS_1
"Apa mas?! aku ngak apa-apa ni!"ucap Rani dan tersenyum lebar.
Kemudian pak Kevin tersenyum dan melanjutkan jalan nya.
Sementara itu Andre baru tiba di rumah nya dan melihat Angel yang sedang bersih-bersih di dalam.
"Angel! kamu ngak pulang?!"tanya Andre.
"Maaf Ndre! tapi aku tu kangen banget sama kamu. Ibu kamu juga nyuruh kamu pulang, ia takut kamu kenapa-kenapa!"ucap Angel.
"Soal nya kamu udah lama ngak ada kabar nya!"jelas Angel dan pergi duduk di bangku di depan rumah itu.
"Maaf ya sayang, aku ngak apa-apa ko kamu sekarang pulang ya dan beritahu ibu aku baik-baik aja. Nanti kalau aku udah ada kerjaan dan sudah punya tabungan aku akan menikahi kamu ya."jelas Andre membuat janji.
"Kamu beneran?!"tanya Angel dengan kegirangan dan langsung berdiri dari tempat duduk nya.
"Iya sayang beneran, tapi kamu harus pulang ya!"ucap Andre.
Kemudian Angel terdiam sejenak.
"Nanti kalau aku langsung pulang lama dong ketemu sama Andre. Apa aku boong aja ya kalau aku bilng pulang tapi sebenarnya ngak!"guman Angel berfikir.
"Baik deh, aku pulang aku tunggu kamu tapi kamu ngak boleh dekat dengan wanita lain ya!"pinta Angel.
"Iya ngak bakal ko, kan kamu satu-satunya Wanita yang aku cintai!"ucap Andre merayu Angel.
"Janji ya sayang!"ucap Angel.
"Iya sayang, yaudah ayok masuk dulu habis itu kamu pulang ya!"ucap Andre.
Dengan rayuan nya pun Andre mengira bahwa ia berhasil menyuruh Angel pulang. Kemudian mereka pun masuk ke dalam rumah.
Setibanya nya di tempat pertandingan pak Kevin, Rani, dan Darwin langsung memesan tempat duduk paling depan.
Kemudian mereka masuk dan berjalan di tempat keramaian. Pak Kevin Memengang erat tangan Rani agar tidak lepas dan hilng di keramaian.
Rani yang melihat nya terlihat senang akan itu dan membuat diri nya tersenyum.
"Rani ayok cepat nanti kita ketinggalan menonton nya!"ucap pak Kevin.
"Iya mas, ini udah cepat ko jalan nya!jawab Rani.
Lalu mereka tiba di tempat duduk yang sudah di pesan.
"Bro! takut banget ya kehilangan dia sampai pegang erat gitu tangan nya!"ucap Darwin yang melihat mereka duduk masih saja pegangan tangan.
Dengan cepat mereka langsung melepaskan genggaman mereka karena hubungan mereka tidak pengen ada orang tau.
"Elu bisa aja ngomong nya!"ucap pak Kevin dengan gugup.
__ADS_1
"Sudah-sudah lihat aja itu pertandingan nya."ucap pak Kevin.