Bosku Galak

Bosku Galak
Episode 42


__ADS_3

Pak Kevin langsung menarik Rani dan masuk ke dalam mobil.


"Mas Kevin, kenapa buru-buru?!"tanya Rani memegang tangan nya sedikit kesakitan sebab pak Kevin.


"Maaf sayang, yaudah masuk yo keburu telat."ucap pak Kevin bujuk Rani.


"Baik deh mas!"jawab Rani.


Kemudian mereka bergegas naik dan langsung pergi ke tempat les Angga.


"Lihat itu bukan nya Rani si OB itu ya? kok bisa pergi bareng dengan pak kevin?"ucap Ria dan satu rekan nya.


"Oh iya bener, mau kemana mereka?"tanya Fina kawan Ria.


"Ini kita harus bilang Fitri ni!"ucap Ria.


"Buat apa? emang apa hubungan nya sama buk Fitri!"ucap Fina.


"Ayo sudah ikut saja!"ucap Ria dan langsung masuk ke kembali ke kantor.


Sesampai di tempat sekolah Angga pak Kevin dan Rani langsung turun dari mobil dan mendapati kalau Angga sedang bersama wanita cantik.


"Mas Kevin itu siapa yang bersama Angga?!"ucap Rani menunjuk ke arah Angga.


Tampa basa-basi pak Kevin langsung mendatangi Angga.


"Loh kamu!"ucap pak Kevin ke wanita itu.


"Akhirnya ketemu juga ya, udah lama ngak ketemu!"ucap wanita itu sambil cium pipi pak Kevin.


"Oh kamu, yang nyariin saya! kemarin itu angga sudah cerita."ucap pak Kevin mengangkat bahunya.


Pak Kevin langsung meninggalkan Rani begitu saja dan wanita itu menggandeng pak Kevin dengan santai. Tampa pak Kevin sadari bahwa Rani di sampingnya.


Namun pak Kevin sangat fokus dengan wanita itu. Saat mereka mau memasuki mobil, Rani sengaja mau menggandeng pak Kevin.


Namun alhasil tangan Rani sengaja di senggol saja sama pak Kevin.


"Mas Kevin,,"ucap Rani sambil melihat tangan nya yang di abaikan sama pak Kevin dan meneteskan air matanya.


"Kenapa ada sih wanita itu!"ucap Rani kesel.


"Tante! ayok!"panggi Angga yang sudah di dalam mobil.


Lalu iya datang mendekat ke mobil dan melihat wanita itu duduk di depan dan terlihat ceria bersama pak Kevin sehingga Rani semakin merasa bahwa kehadiran nya cuman di butuh kan sementara waktu saja.


Kemudian Rani naik di bangku belakang dan melihat pak Kevin bersama wanita itu terlihat sangat akrab.

__ADS_1


Rani hanya memerhatikan pak Kevin yang tertawa bahagia dan tak ia sadar bahwa air matanya sudah terjatuh.


"Tante kenapa?"tanya Angga sambil memegang tangan Rani seakan Angga mengerti akan perasaan nya.


"Apa sayang? Tante kenapa? oh tante ngak papa kok."jawab Rani Sambil menghapus air matanya dengan gugup.


Kemudian wanita itu memperkenalkan dirinya kepada Rani.


"Hai, saya Ulan saya juga mantan kekasih Kevin. Tapi sekarang hanya teman saja ko tidak lebih. Kami sudah berteman sejak kecil dan memutuskan untuk pacaran sejak SMP dan putus saat SMA."ucap Ulan menjelaskan dan bersalaman dengan Rani.


"Iya saya Rani, sekarang kekasih nya mas Kevin!"jawab Rani dengan singkat dan tegas.


"Ouh maaf ya, kamu kekasih nya Kevin?"ucap Ulan tidak percaya dan langsung membuang mukanya.


"Kevin! enak ya sekarang sudah punya kekasih sedang kan aku belum sama sekali."ucap Ulan kecewa.


"Sudah dong nanti aku Bantu cari kekasih ya!"ucap pak Kevin.


"Yang benar kevin!"ucap Ulan sambil memeluk pak Kevin sehingga Rani yang duduk di belakang semakin panas akan mereka.


"Iya tenang saja, kamu masih saja seperti dulu ya masih saja manja!"ucap pak Kevin dan menepuk-nepuk pundak Ulan.


"Apa gini mereka menjadi teman!"guman Rani cemburu.


Namun Rani pasrah dengan pemandangan yang ada di depan nya. Dan Rani hanya bisa berfikir positif.


Setibanya di tempat les Angga Rani mengantarkan Angga turun dari mobil dan meninggalkan mereka berdua.


"Angga yang semangat ya belajar nya nanti kalau sudah siap Tante jemput ya?!"ucap Rani.


"Baik tante!"jawab Angga.


"Oh iya Kevin sejak kapan kamu dengan dia?kenapa seleramu rendah sekali?!"tanya Ulan.


"Dia itu adalah wanita yang baik dia juga sangat suka dengan anak-anak. dia juga mandiri cantik sesuai lah dengan idaman para laki-laki."jelas pak Kevin.


"Oh jadi aku kayak mana!"tanya Ulan langsung.


"Hahaha, sudah-sudah kamu tiada duanya dah!"ucap pak Kevin dan mencubit hidungnya.


Dan pak Kevin tidak menyadari bahwa Rani memerhatikan nya dari jauh.


Perlahan Rani semakin cemburunya adanya si Ulan.


Kemudian Rani berjalan perlahan ke arah mobil dan melihat mereka semakin kompak.


Rani tarik nafas panjang dan memberanikan diri nya naik ke mobil.

__ADS_1


"Udah sayang naiknya?"tanya pak Kevin ke Rani.


"Sudah mas."jawab Rani dengan suara pelan.


"Oke yaudah sekarang kita pergi makan ya!"ucap pak Kevin.


Kemudian mereka mencari restoran yang tidak jauh dari sana. Rani menunjukkan restoran putra dan mengajak mereka ke sana.


"Itu ada restoran kita ke situ aja katanya makanan nya enak banget udah ngak sabar pengen nyobain!"ucap Rani.


Namun pak Kevin dan Ulan hanya asik berduaan saja tanpa menyadari Rani berbicara.


"Itu loh Kevin, ada restoran kenapa kamu tidak bilang dari tadi."ucap Ulan kepada Rani.


"Tadi saya.."ucap Rani terparah karena mereka langsung keluar dan mengabaikan Rani.


Lalu Rani turun sedikit kecewa dengan pak Kevin karena kedatangan wanita itu pak Kevin selalu mengabaikan Rani.


Lalu Rani melihat mereka berdua berjalan masuk dengan bergandengan tangan. Yang membuat hati Rani semakin rapuh dan membuat nya menjatuhkan air mata.


"Ini bagaimana, baru satu hari saja bersama ulan sudah membuat aku ingin menyerah bagaimana kalau dia di sini bertahan."ucap Rani memandangi mereka semakin jauh.


Lalu Rani menyusul mereka dan duduk di sebelah pak Kevin namun pak Kevin masih saja asik dengan Ulan.


"Maaf, saya ke toilet dulu ya!"ucap Rani langsung berdiri dan sedikit menepuk meja membuat mereka terdiam sejenak.


"Pergi saja tidak usah seperti itu."ucap pak Kevin.


"Iya mas maaf saya hanya refleks saja maaf."ucap Rani menundukkan kepalanya.


"Ada apa dengan mereka berisik sekali!"ucap salah satu pelanggan restoran itu.


"Maaf semua nya!"ucap Rani lagi.


"Kamu membuat malu saja!"ucap pak Kevin.


"Tapi mas!"ucap Rani.


"Sudah-sudah bikin malu saja!"lanjut pak Kevin.


Namun Ulan hanya tersenyum saja melihat Rani di marahi oleh pak Kevin.


Dan Rani melihat Ulan dengan sedikit kesel lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


Lalu Rani pergi ke kamar mandi dengan kesel lalu melewati Putra kebetulan masih di resto itu.


"Rani!"ucap Putra meyakinkan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2