Bosku Galak

Bosku Galak
Episode 71


__ADS_3

Setelah beberapa jam kemudian Rani merasa perut nya lapar dan mengajak pak Kevin pulang.


"Mas Kevin, udah sore ayo kita pulang."ucap Rani menarik-narik baju pak Kevin.


"Apa kamu bilang aku ngak dengar!"teriak pak Kevin.


"Aku lapar mas!"bentak Rani dengan kuat.


"Oh kamu lapar, yaudah ayo keluar dulu di sini sangat berisik!"ucap pak Kevin.


Kemudian pak Kevin mengajak Darwin yang berada di samping nya.


"Bro! gue keluar dulu ya."ucap pak Kevin.


"Ini belum selesai bro! cepat banget keluar nya!"ucap Darwin.


"Tumben banget bro, bentar lagi lah nanggung ini mah!"ucap Darwin bujuk pak Kevin.


Kemudian pak Kevin menunjuk Rani yang ada di belakang nya.


"Oh gitu, yaudah bro gue masih di sini duluan aja!"ucap Darwin.


"Jangan lupa bro, kasih tau gue siapa yang menang!"ucap pak Kevin sambil menepuk pundak Darwin.


"Aman lah bro, yaudah hati-hati!"ucap Darwin dan kembali menonton.


"Kalau bawa cewe ya gitu jadi nya, apa-apa harus di turuti untung gua ngak bawa cewe. Tapi walaupun gue bawa cewe gak ada tuh yang ajak pulang sebelum gue minta!"guman Darwin sambil menonton pertandingan yang belum usai.


"Ribet-ribet, jadi gue nonton sendiri ini!"ucap Darwin sambil melihat samping kiri dan kanan nya.


"Sudah lah!"ucap Darwin.


Setibanya di luar Rani dan pak Kevin langsung pergi mencari penjual cemilan di depan pintu masuk.


Lalu mereka duduk di sebuah kaki lima dan makan disana.


"Disini enak loh mas, mas Kevin ngak apa-apa kan?!"tanya Rani.


"Iya deh ngak apa-apa coba dulu!"ucap pak Kevin yang pernah makan di tempat seperti itu.


Kemudian mereka memesan mie ayam dua.


Tidak lama pesanan mereka di antar dan menarik nya di atas meja.


"Wah, udah lama ni ngak makan kayak gini!"ucap Rani ceria sambil mengambil sendok dan membersihkan nya dengan tisu.


"Rani pelan-pelan makan nya!"ucap pak Kevin yang melihat Rani makan dengan lahap.


"Enak mas Kevin, makan lah mumpung lagi anget nanti dingin ngak enak lagi!"pinta Rani.


"Baik deh!"jawab pak Kevin.

__ADS_1


Kemudian pak Kevin mulai makan dengan pelan.


"Lumayan juga rasanya!"guman pak Kevin mencicipi mie aya itu.


"Enak kan mas! hum.. ayo di makan lagi!"ucap Rani.


Kemudian pak Kevin mengangguk kan kepalanya dan melanjutkan makan nya.


Sesudah makan Rani sedikit merasa lebih nyaman karena sudah kenyang.


"Graaaah!


Suara sendawa Rani sesudah makan dan sambil mengusap-usap perut nya.


Pak Kevin yang melihat nya langsung tertawa kecil dan menghadap ke kiri.


"Eh, maaf mas ngak sengaja kelepasan!"ucap Rani dan menutup mulutnya.


"Sudah-sudah ngak apa-apa ayo kita pulang dah kenyang kan?!"tanya pak Kevin.


"Udah ko mas!"jawab Rani sambil mulut tertutup.


Kemudian pak Kevin membayar makanan nya dan mereka langsung pergi ke mobil.


"Mas Kevin langsung pulang ni ngak lanjut nonton nya?!"tanya Rani.


"Pulang aja lah yok, soal nya Angga sendirian kan."ucap pak Kevin.


Sementara di kantor pak Kevin buk Fitri sedang kesusahan dengan tugas nya yang menumpuk.


"Aduh ini dokumen banyak banget sih, yang mana dulu ya di kerjakan ini?!"keluh buk Fitri.


"Kayak nya aku butuh bantuan kariawan lain deh, andai pak Kevin sekarang disini. Pasti aku kasih dokumen yang ini buat pak Kevin!"ucap buk Fitri menunjuk kan map coklat dan yang lain nya.


"Apa aku hubungi aja ya!"ucap buk Fitri.


"Tapi tadi kan pak Kevin ada urusan mendadak, lagian juga aku kan sekretaris nya masa ngak bisa ngerjain ini sih!"ucap buk Fitri sambil menjatuhkan badan nya ke meja.


Kemudian Ria pun datang karena melihat buk Fitri yang seperti nya kelelahan.


"Hei! ngapain lue kayak gitu?!"ucap ria mengagetkan buk Fitri.


"Ahaa!


Ucap buk Fitri seperti mendapat kan ide karena ke datangan Ria.


"Kebetulan bangat kamu datang."ucap buk Fitri semangat.


"Hei, ada apa ni yaudah gue pergi lagi aja lah!"ucap Ria.


"Jangan dulu dong, aku mau minta bantuan kamu ni banyak banget yang harus gue periksa bantuin ya. Masa aku harus lembur lagi malam ini!"ucap buk Fitri memohon.

__ADS_1


"Janji dah, nanti gue traktir makan!"bujuk buk Fitri memegang tangan Ria.


"Traktir?!"ucap Ria bersemangat.


"Iya! kamu mau?!"tanya buk Fitri.


"Jelas mau dong, yaudah mana ni yang aku kerjakan nanti sebelum jam delapan malam aku kasih ke kamu."ucap Ria.


Kemudian buk Fitri Bun memberinya beberapa map yang perlu di kerjakan.


"Ngak salah ni kamu Fit, banyak banget gini!"ucap Ria melihat dokumen banyak di tangan nya.


"Ngak ko, itu cuman sedikit lihat ni punya aku juga banyak kan?!"ucap buk Fitri menunjukkan beberapa berkas.


"Tenang aja kamu cukup lihat mana pemasukan dan pengeluaran terus beberapa bagian kamu harus memeriksa nya aja!"jelas buk Fitri.


"Yaudah deh aku terima tapi jangan lupa ya kamu kan janji traktir aku!"ucap Ria mengingat kan buk Fitri.


"Aman ko itu, nanti kalau udah selesai temui aja aku disini!"ucap buk Fitri.


Karena sudah percaya sama buk Fitri kemudian ia pun pergi meninggalkan buk Fitri dan pergi ke meja nya untuk mengerjakan tugas yang di berikan oleh buk Fitri kepadanya.


"Nah gini kan enak, tinggal kerjain yang ini!"ucap Buk Fitri.


"Emang Ria itu sahabat yang baik, tau aja kalau aku butuh bantuan."guman buk Fitri sambil tersenyum. Kemudian ia pun melanjutkan pekerjaannya.


Setibanya pak Kevin dan Rani di rumah mereka menemukan bahwa Angga sedang menangis.


"Huu,,uuu,,uuu tante dedy dimana!"ucap Angga sambil menangis di ruang tamu.


"Sayang kenapa kok nangis?!"tanya Rani panik dan berlari ke dekat Angga.


"Kenapa Angga!"tanya pak Kevin.


Namun Angga hanya diam saja dan tak menjawab.


"Kok bisa sampai nangis gini?!"tanya Rani lagi.


"Sudah-sudah ya, tante sama Dedy udah di rumah ko ini!"ucap Rani dan mengajak Angga ke kamar kerena Angga masih saja menangis.


Setelah di kamar Angga langsung berbaring di kasur dan melap air matanya.


"Tenang ya sayang, sekarang Angga baru bisa cerita. Ada apa kok bisa Angga nangis gini?!"tanya Rani.


"Tadi Tante, Angga pas tidur siang mimpi buruk. Kalau Dedy sama tante itu pergi ninggalin Angga sendirian."ucap Angga terisak-isak.


"Sayang!"ucap Rani dan langsung memeluk Angga.


"Ngak ko Angga, tante sama dedy pasti melindungi Angga sampai besar."ucap Rani sambil menyemangati Angga.


"Udah ya nangis nya nanti tante temeni deh tidur nya."bujuk Rani.

__ADS_1


__ADS_2