
Setibanya di sekolah Angga langsung naik ke mobil karena Angga sudah menunggu lama.
"Hai sayang!"ucap Rani.
"Juga tante, dedy, tumben telat jemput nya?!"tanya Angga.
"Maaf Angga tadi dedy ada urusan mendadak!"ucap pak Kevin melihat Angga yang sedang cemberut.
"Lain kali dedy ngak bakal telat deh!"bujuk pak Kevin.
"Beneran ya dedy!"ucap Angga.
Habis itu pak Kevin tersenyum dan mulai berjalan pulang.
Sesampai nya di rumah Angga turun bersama dengan pak Kevin dan Rani.
"Rani, kamu di rumah dulu ya temani Angga. Aku mau pergi dulu sebentar."ucap pak Kevin.
"Mas Kevin mau kemana itu?!"tanya Rani penasaran.
"Ada urusan sebentar, bukan urusan soal kerja ko jadi kamu istirahat aja di rumah ya!"ucap pak Kevin.
"Oh gitu mas, baik lah!"jawab Rani.
Setelah itu pak Kevin masuk ke mobil lalau Rani dan Angga hanya melihat ke pergian pak Kevin.
"Ya udah sekarang Angga masuk duluan ya, jangan lupa tidur siang tante keluar sebentar ya!"ucap Rani menyuruh Angga masuk.
"Baik tante!"dengan pengertian Angga juga langsung masuk ke kamar nya.
Setelah Angga kemudian Rani menghubungi Heni temannya.
"Tut, Tut, Tut."bunyi hape Rani yang tidak di angkat oleh Heni.
"Kok ngak di angkat oleh Heni ya kemana dia?!"ucap Rani heran dan mencoba menghubungi nya beberapa kali.
"Apa dia sibuk ya!"ucap Rani dan melihat jam di handphone nya.
"Coba sekali lagi lah siapa tau di angkat!"ucap Rani dan mencoba nya kembali.
Setelah mencoba keterakhir kali nya baru Heni mengangkat nya.
"Aduh siapa sih yang menelpon ini, ganggu banget ngak tau orang tidur apa!"ucap Heni kesel sambil mengambil handphone nya dengan keadaan mata tertutup.
"Hah! ini kan Rani ada apa ya sudah berapa kali dia menelepon ku gini."ucap Heni sadar dari tidur nya dan langsung duduk.
Kemudian Heni mengangkat telpon nya.
"Halo Rani! maaf ya aku baru bangun tidur ni!"ucap Heni.
"Oh pantesan! tumben kamu ngak kerja?!"tanya Rani.
__ADS_1
"Aku cuti ni, cape banget jadi ambil cuti aja!"jelas Heni.
"Kamu sakit Hen! gue main ke sana ya!"ucap Rani langsung.
"Ngak kok Rani, kamu mau main ke sini? oke deh aku tunggu ya!"ucap Heni.
"Oke nanti kita sambung ya! aku jalan ke sana ni sekarang !"ucap Rani dan mematikan handphone nya.
"Okeh!"ucap Heni dan segera merapikan rumah yang sedikit berantakan.
Setelah di rapikan lalu Heni melihat rumah yang rapi.
"Nah kalau gini kan enak!"ucap Heni sambil melipat kedua tangan nya.
Dan tidak lama suara pintu di ketuk akhirnya terdengar.
"Kayak nya itu Rani deh!"ucap Heni dan pergi ke pintu untuk membukanya.
Lalu Heni membuka pintu dan melihat Rani yang sudah berdiri di depan rumah.
"Hai Rani! dah lama ni kamu ngak main kesini?!"ucap Heni sambil memeluk Rani.
"Biasa lah Heni, sibuk kerjaan kamu juga kan?!"ucap Rani.
"Iya sih, yaudah masuk yo!"ucap Heni lalu menarik Rani masuk ke dalam rumah.
Kemudian setelah di dalam Rani memerhatikan sekeliling.
"Tumben ni rapi!"ucap Rani sedikit menyindir Heni.
"Iya-iya jangan ngambek gitu dong!"ucap Rani menyusul Heni duduk.
Namun Heni hanya cuek aja.
"Oh iya Heni! kamu gimana kerjaan nya masih aman kan?!"tanya Rani mengalihkan pembicaraan.
"Aman dong!"jawab Heni.
"Itu Rani soal si Andre, dia ngotot banget tu mau ketemu sama kamu!"ucap Heni.
"Masa sih! kemarin itu hampir aja ketahuan sama pak Kevin kalau Andre itu mantan aku.
"Masa sih Rani, emang kalau pak Kevin tau gimana?!"tanya Heni.
"Gini ya, kalau pak Kevin sempat tau kalau aku dekat sama cowo mana pun. Bisa jadi aku itu di pecat dari kerjaan ku!"ucap Rani.
"Di pecar!"ucap Heni kaget.
"Kemungkinan besar tapi kemarin itu pas aku sama putra bicara pak Kevin itu seperti nya cemburu bangat!"ucap Rani dengan serius nya.
"Oh ya?!"ucap Heni lagi.
__ADS_1
"Iya kamu tau lah kalau cowo dah cemburu kan?!"ucap Rani meyakinkan Heni.
"Terus gimana?!"ucap Heni.
"Ya ngak gimana sih, untung nya itu pak Kevin masih bisa menahan amarah nya sama aku!"ucap Rani sambil tersenyum membayangkan kejadian waktu itu.
"Oh iya Ran, kemarin katanya waktu di kantor pak Kevin ada keributan ya?!"tanya Heni.
"Aku dengar sih dari kariawan yang lain tapi ngak tau pasti masalah apa!"lanjut Heni.
"Oh itu, ngak apa-apa sih!"ucap Rani sedih.
"Kamu yang benar Rani, jujur aja sama aku. Kamu aja keliatan nya sedih gitu!"ucap Heni.
"Huff!"ucap Rani membuang nafas nya.
"Kemarin itu mantan pak Kevin di ruangan pak Kevin. Nah aku lihat tu mereka bermesraan gitu tapi itu cuman salah paham!"ucap Rani.
"Kok bisa salah paham!"ucap Heni.
"Iya! soal nya si Ulan itu yang menggoda pak Kevin!"ucap Rani.
"Jadi nama mantan pak Kevin itu Ulan."ucap Heni sambil mengepal tangan nya.
"Awas aja kalau ketemu!"ucap Heni.
"Kamu ngak boleh gitu, lagian dia udah mnta maaf sih. Aku yakin dia punya rencana lain untuk merebut pak Kevin dari aku."jelas Rani.
"Kasih tau aja sama aku kalau sempat Ulan itu datang mengganggu kamu!"ucap Heni gigih.
"Iya Hen, makasih ya udah mau belain aku!"ucap Rani sambil menenangkan Heni.
Lalu Heni akhirnya nya luluh karena Rani.
"Pokok nya kalau sampai pak Kevin juga menghianati kamu kasih tau juga sama aku!"ucap Heni lagi dengan tegas ke Rani.
"Iya-iya Heni sahabat ku tercinta!"ucap Rani dan memeluk Heni.
"Oh iya kamu masak apa?!"tanya Rani.
"Aku ngak masak Ran, tadi makan di luar sama Putra."ucap Heni.
"Oh gitu!"ucap Rani dan melihat handphone nya.
Setelah itu Heni pergi mandi karena hari juga sudah sore sedangkan Rani pergi rebahan ke kasur Heni.
Sesudah mandi Heni masuk kamar dan melihat Rani yang termenung.
"Rani gimana dengan si Andre itu?!"tanya Heni dan langsung pergi ke arah lemari nya dan mengambil bajunya.
"Oh dia lain waktu aja lah ketemu nya lagi males aku sama dia udah kesel banget!"ucap Rani dan duduk di pinggiran kasur.
__ADS_1
"Tapi dia ngotot banget itu mau ketemu sama kamu!"jelas Heni setelah memakai baju nya.
"Gimana ya!"ucap Rani ragu-ragu.