Bosku Galak

Bosku Galak
Episode 49


__ADS_3

"Gagal kita deh, dapat duit banyak!"ucap salah satu preman itu.


"Iya bro, cewe itu kuat juga pandai lagi!"jawab preman lainnya.


Kemudian tampa sengaja Bara mendengar ucapan mereka dan menyusul mereka.


"Oh.. jadi kalian yang mau mencelakai Rani!"ucap Bara dan langsung menarik baju preman itu.


"Maaf bang! itu cuman perintah bos saya!"ucap preman memohon dan sedikit ketakutan.


"Bos siapa maksud lue! kalian jangan berani berani ya ganggu Rani!"ucap Bara. .


"Maaf bang, bos saya!"ucap preman itu.


"Siapa bos lue!"Bentak Bara.


"Anu,,, buk, buk bos Ulan!"jawab preman itu gugup.


"Apa Ulan!"ucap Bara emosi.


"Iya bang ampun tolong lepaskan kami!"ucap salah satu preman itu.


"Sana lue pergi!"ucap Bara ke mereka.


"Baik bang, makasih!"ucap para preman dan langsung cabut pergi.


Kemudian Bara mengambil handphone nya dan langsung mengirim pesan ke pak Kevin bahwa preman yang menyakiti Rani adalah suruhan Ulan.


"Sialan mereka!"ucap Bara dengan kesal dan langsung pergi.


Setibanya di kamar Rani langsung meletakkan pak Kevin di atas kasur.


"Lelah sekali membawa mas Kevin kesini, mas Kevin minum terlalu banyak!"ucap Rani.


"Rani kamu tidak apa-apa kan!"ucap pak Kevin melihat Rani di depan nya.


"Iya mas aku gak apa-apa."ucap Rani.


"Kayak nya mas Kevin gelisah tidur seperti ini."ucap Rani melihat pak Kevin yang gerak sana gerak sini.


Kemudian Rani membuka sepatunya dan membuka jas nya.


Akan tetapi saat membuka jas nya pak Kevin tampa sadar langsung memeluk Rani dan Rani terjatuh ke pelukannya.


"Mas Kevin itu terlalu banyak minum jadi kayak gini!"ucap Rani melihat pak Kevin membuka matanya.


Lalu pak Kevin kemudian mengawas kan rambut Rani yang menutupi matanya.

__ADS_1


"Mas Kevin sudah sadar?"tanya Rani.


Kemudian pak Kevin menutup matanya dan mendekat ke Rani dengan pelan. Lalu pak Kevin tampa sadar langsung mencium Rani dan memeluk erat Rani.


Setelah itu karena Rani tahu pak Kevin itu mabuk ia langsung melepaskan genggaman tangan pak Kevin.


"Maaf mas saya akan ambil kan kain untuk membersihkan badan mas!"ucap Rani dan langsung pergi ke kamar mandi.


Kemudian Rani bercermin di kamar mandi dan berbicara sendiri.


Setelah itu Rani kembali lagi ke kamar pak Kevin dan melihat pak Kevin sudah tertidur pulas.


Lalu Rani duduk di samping pak Kevin menatap nya dengan penuh kasih sayang lalu Rani mencium kening pak Kevin.


Setelah itu Rani memberi nya selimut lalu Rani kembali ke kamar nya dan menganti bajunya dengan baju tidur.


Kemudian hari sudah pagi pak Kevin bangun karena cahaya matahari.


Lalu pak Kevin duduk dan meminum air putih yang ada di atas meja.


"Oh iya Rani! bagaimana kabarnya semalam kan dia habis berkelahi dengan preman!"ucap pak Kevin.


Setelah itu pak Kevin pergi ke kamar Rani dan melihat keadaan nya yang belum bangun. Lalu pak Kevin duduk di dekat Rani dan memandang ke Rani sambil tersenyum.


"Alhamdulillah Rani baik-baik aja!"ucap pak Kevin.


Kemudian pak Kevin mengambil handphone nya dari sakunya. Lalu pak Kevin mengambil gambar wajah Rani saat tertidur.


Kemudian pak Kevin keluar dari kamar Rani setelah melihat pesan baru masuk dari Bara.


"Apa-apaan ni, jadi yang mengganggu Rani itu adalah Ulan!"guman pak Kevin dalam hati.


Lalu pak Kevin dengan buru-buru langsung pergi menemui Ulan yang ada di apartemen nya.


"Ulan! buka pintu nya."ucap pak Kevin sambil menggedor-gedor pintu kamar Ulan.


"Kok seperti suara Kevin ya? tumben dia kesini pagi-pagi. Jangan-jangan dia mau ajak aku balikan!"ucap Ulan dengan girang.


"Iya Kevin, ada apa-apa kamu pagi-pagi kesini?"tanya Ulan pura-pura tidak peduli dengan kedatangan Kevin.


"Pasti dia mau ajak aku balikan kan?!"guman Ulan dalam hati bahagia dan penuh berharap.


"Oh jadi kamu semalam yang mau menyakiti Rani kan?! apa maksud kamu ngelakuin itu!"tanya pak Kevin.


"Apa Kevin! aku tidak melakukan itu tidak ada gunanya buat saya!"ucap Ulan.


"Jadi ini apa?!"ucap pak Kevin sambil menunjuk kan Vidio preman itu sedang mengaku.

__ADS_1


"Ini dari mana Kevin dapat?!"ucap Ulan.


"Kamu tidak perlu tau aku dapat dari siapa! yang jelas kamu jauhi Rani!"ucap pak Kevin tegas dan langsung pergi meninggalkan Ulan.


"Kevin aku ngelakuin ini biar kamu mau kembali lagi sama aku!"ucap Ulan menahan pak Kevin pergi.


"Lepaskan saya!"bentak pak Kevin.


"Kevin!"panggil Ulan.


Kemudian pak Kevin kembali ke dalam mobil dan membanting tangan nya ke setiran mobil karena emosi.


"Maaf Rani saya tidak melindungi kamu saat itu!"ucap pak Kevin penuh penyesalan.


Sementara itu Rani baru saja bangun dari tidur nya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh.


"Aduh jam berapa ini saya telat kerja ini!"ucap Rani dan langsung mengambil handuk nya dan masuk kamar mandi.


Setelah Rani sudah siap mandi dan langsung lari dari kamar nya dan kembali ke kamar pak Kevin.


"Aduh mas Kevin dimana kamar nya udah rapi aja."ucap Rani.


"Baiknya aku telpon sajalah!"ucap Rani dan membuka tas nya untuk mengambil handphone.


"Halo mas? mas Kevin dimana saya akan kesana sekarang!"ucap Rani.


"Sudah kamu di rumah aja hari ini!"jawab pak Kevin.


"Kenapa mas saya kan masuk kerja hari ini!"ucap Rani.


"Tidak usah!"ucap pak Kevin dan langsung mematikan telpon nya.


Kemudian Rani kembali ke kamar nya dan meletakkan tas nya di atas kasur.


"Kenapa ya mas Kevin? kayak nya lagi marah!"ucap Rani dengan lemas dan menjatuhkan dirinya ke kasur.


Lalu Rani ingin menghubungi putra dan membuka kontak nya Putra.


"Ih jangan! nanti kalau mas Kevin lihat bisa perang dunia!"ucap Rani dan mematikan telpon nya.


Setelah telpon di matikan, pak Kevin langsung kembali menyetir dan pergi menuju kantor.


Sesampai di kantor pak Kevin langsung di suruh meeting sama buk Fitri.


"Maaf pak Kevin, hari ini ada meeting diadakan di kantor apa di luar?"tanya buk Fitri.


"Saya sedang banyak urusan jadi jangan ganggu saya hari ini, soal meeting itu cancel saja kita meeting besok!"ucap pak Kevin dan langsung masuk ke ruangan nya.

__ADS_1


"Tapi pak!"ucap buk Fitri yang melihat pak Kevin langsung pergi.


"Kayaknya pak Kevin itu lagi banyak masalah!"ucap temen buk Fitri yang baru tiba di sisinya.


__ADS_2