Bosku Galak

Bosku Galak
Episode 51


__ADS_3

Setelah membeli sepatu pak Kevin dan Rani langsung ke tempat yang sudah di tunjuk oleh Darwin.


Kemudian setelah tiba di sana pak Kevin langsung masuk ke dalam dan melihat orang ramai. Lalu mereka mencari room yang VIP.


"Bro!"ucap pak Kevin dan langsung duduk di sebelah nya.


"Oh ini cewe lue ya! mantap-mantap gua kira lue akan menyia-nyiakan kesempatan berlian!"bisik Darwin dan tertawa.


"Sudah lah bro! ayok minum!"ucap pak Kevin.


"Rani kamu duduk di sini aja ya jangan jauh-jauh dari samping saya!"ucap pak Kevin ke Rani.


"Baik mas!"ucap Rani.


Kemudian mereka mulai menikmati bir nya yang di sertakan dengan music yang terdengar keras.


Setelah beberapa jam kemudian akhirnya mereka kembali bubar.


"Yaudah bro gua balik ya!"ucap Darwin yang mabuk dan di pegangin oleh wanita itu.


"Oke bro! hati-hatilah."ucap pak Kevin.


Kemudian Rani dan pak Kevin pulang dan terlihat hari masih jam delapan malam.


Setibanya di rumah pak Kevin langsung masuk kamar nya dan terlihat sedikit pusing.


"Makasih ya sudah menemaniku pergi."ucap pak Kevin.


"Iya mas! sama-sama!"jawab Rani dan melihat pak Kevin langsung pergi.


"Aku harus lihat Angga dulu, rindu bangat rasanya seperti sudah lama tidak bertemu."ucap Rani.


Kemudian Rani langsung bergegas menuju kamar Angga.


"Angga.."ucap Rani memberi surprise kepada Angga.


"Tante Rani! kenapa baru kelihatan jam segini."ucap Angga dan langsung berlari ke arah Rani.


"Maaf ya sayang, sekarang tante kerjaan nya makin banyak!"jelas Rani lagi.


"Oh gitu tante, tapi omong-omong hari ini tante cantik deh!"ucap Angga.


"Angga bikin tante malu aja!"lanjut Rani.


"Ngak loh tante! ya udah tante ayo temenin Angga main."ucap Angga menarik tangan nya Rani.


"Iya-iya sebentar!"ucap Rani yang melihat Angga sudah tidak sabar lagi.

__ADS_1


Kemudian mereka bermain dan tertawa bareng.


"Oh iya, Angga udah makan sama mandi belum?"tanya Rani.


"Hum, mandi belum tante soalnya ngak ada temen nya Angga di rumah."ucap Angga sedih.


"Uluh-uluh kesayangan tante sedih, maafin tante ya."ucap Rani memeluk Angga.


"Yaudah malam ini Angga tante temenin tidur ya sampai Angga nanti tertidur pulas!"ucap Rani.


"Nah! sekarang Angga harus mandi keburu larut malam soalnya udah jam setengah sembilan ini."ucap Rani membujuk Angga.


"Oh iya ya tante! yaudah Angga mandi dulu ya."ucap Angga dan langsung pergi ke kamar mandi.


Sesudah mandi Angga langsung tidur dan Rani membaca kan dongeng. Tidak lama Angga pun tertidur lalu Rani mematikan lampu tidur dan keluar kamar.


Kemudian Rani menutup pintu pelan-pelan. Setelah itu Rani lewat dari depan kamar pak Kevin dan melihat pintu masih terbuka.


"Kok kamar mas Kevin ke buka ngak biasa nya."guman Rani dan pergi melihatnya.


"Apa karna mas Kevin terlalu mabuk hingga tidar sadar lagi dengan sekeliling."guman Rani.


"Mas Kevin!"panggil Rani.


Sedangkan pak Kevin masih minum tapi setelah mendengar suara Rani pak Kevin langsung pergi pura-pura tidur.


Setelah itu Rani membenahi selimut pak Kevin.


"Baik nya lampu nya aku matiin saja lah biar mas Kevin nya tidur dengan tenang."ucap Rani lalu menggapai nya yang ada di sebelah ranjang pak Kevin.


"Lumayan jauh juga."keluh Rani.


Kemudian pak Kevin tiba-tiba membuka matanya dan Rani melihat nya kaget dan terjatuh karena tangannya tidak kokoh menahan nya sampai-sampai Rani mencium pak Kevin.


"Maaf mas tadi hanya mau matiin lampu saja."ucap Rani dan langsung mematikan lampu yang belum sempat ia matikan dan langsung pergi keluar kamar pak Kevin.


Setelah Rani keluar pak Kevin bergegas duduk di atas kasurnya.


Kemudian pak Kevin tersenyum dan mengingat kejadian yang barusan terjadi.


"Terkadang dia itu seperti orang aneh suka memberi sebuah kejutan."ucap pak Kevin dan menggeleng gelengkan kepalanya.


Lalu pak Kevin mengambil handuk dan langsung pergi mandi. Lalu Rani kembali ke kamar nya sesampainya di kamar nya Rani duduk di depan cermin.


"Aduh bodoh banget sih aku ya ampun, untung aja mas Kevin masih belum keadaan sadar total kalau sadar dia pasti marah sama aku!"ucap Rani.


Sedangkan Ulan masih saja heran dari mana pak Kevin tau kalau dia yang menyuruh para preman itu. Dan dia juga masih belum menghubungi kedua preman itu.

__ADS_1


"Dasar ya preman ngak guna!"ucap Ulan membanting meja di depannya.


"Mana ni nomor nya, bikin saya emosi saja kalau kayak gini caranya aku sama Kevin ngak bisa balikan kalau kayak gini!"ucap Ulan sambil mencari nomor kedua preman itu dengan emosi.


"Nah ini ni!"ucap Ulan setelah menemukan nomornya.


"Halo buk bos! ada apa ada yang biasa kami bantu?"ucap preman itu.


"Ada apa, ada apa! kalian sekarang temui saya di tempat biasa saya tunggu disana!"bentak Ulan.


"Baik buk bos!"jawab kedua preman itu.


Setelah itu kedua preman itu pergi ke tempat persembunyian mereka dan menjumpai Ulan yang sudah tiba juga di sana.


"Maaf buk bos! sudah membuat buk bos menunggu!"ucap salah satu preman itu.


"saya mau bertanya kepada kalian jawab dengan jujur pertanyaan saya! mengerti!"ucap Ulan dengan tegas.


"Mengerti buk bos!"jawab mereka.


"Siapa yang memberi tahu kalau saya yang menyuruh kalian untuk menyelakai perempuan itu?!"bentak Ulan.


"Ma..ma.. maaf buk bos, saya lah yang memberitahu karena kami sudah terpojok sama laki-laki itu!"ucap salah satu preman itu dengan gugup.


"Siapa laki-laki itu?!"bentak Ulan lagi.


"Maaf buk bos, kami tidak mengenalinya."lanjut preman itu.


"Apa?!"ucap Ulan.


"PLAK!!!


Suara tamparan tangan Ulan ke meraka berdua.


"Kalian memang tidak bisa di andalkan! dasar lemah!"ucap Ulan.


"Cuman melawan satu Wanita saja kalah dan di tambah melawan satu orang laki-laki juga tidak bisa! kalian itu preman atau perempuan?!"ucap Ulan sangkin emosinya.


"Maaf buk bos! bukan gitu maksud kami hanya saja mereka,"ucap preman itu lalu terhenti karena Ulan.


"Sudah jangan banyak alasan dasar kalian lemah!"ucap Ulan dan langsung pergi.


"Bro kita sudah lama bekerja sama dengan buk bos, baru kali ini buk bos marah besar kepada kita!"ucap preman itu.


"Iya bro, serem juga! untung dia bos kita kalau ngak usah saya hajar juga itu!"ucap preman satu lagi.


"Hus, jaga omongan mu nanti buk bos dengan habis lue!"ucap preman tu.

__ADS_1


__ADS_2