Bosku Galak

Bosku Galak
Episode 35


__ADS_3

Lalu Rani kembali ke kamarnya dan langsung rebahan.


Seperti biasa Rani langsung main handphone dan mencari akun pak Kevin.


"Kalau di lihat-lihat mas Kevin ini ganteng juga ya."ucap Rani Sambil senyum senyum sendiri dan membayangkan kejadian sebelumnya bersama pak Kevin.


"Aa gemes bangat."ucap Rani sambil guling guling di atas kasur.


"Ngak bisa, ngak bisa, dia kan bos aku mana mungkin bisa memiliki nya!"ucap Rani sadar langsung duduk.


"Tapi kalau suka aja bisa kan?! hihi."ucap Rani tertawa kecil dan kembali rebahan. Kemudian Rani tertidur dengan tengkurap.


Sementara Putra dan Heni masih sedang makan di restoran, tidak di sangka mereka akhir akhir ini semakin dekat.


"Oh iya Put! gue pulang dulu ya udah malam juga ni."ucap Heni melihat jam nya.


"Iya Hen, hati hati di jalan ya."ucap Putra tersenyum ke arah Heni.


"Iya Putra."jawab Heni yang langsung bergegas berdiri.


"Mau aku antarin pulang?!"tanya Putra.


"Enggak usah gak apa-apa aku bisa pulang sendiri ko."jawab Heni.


"Hum, Baiklah kalau ada apa-apa di jalan langsung hubungin aku aja ya!"ucap Putra.


"Oke."jawab Rani dan langsung pergi keluar resto.


Saat Heni pergi Putra menyempatkan untuk menelpon Rani.


"Halo Rani."ucap Putra.


"Iya Put? ada apa?"tanya Rani.


"Ngak apa-apa mau nanya kabar kamu aja, seperti nya aku sedikit kangen juga."gombal Putra.


"Ah kamu ma bisa aja! aku sih baik baik aja."ucap Rani.


"Oh iya, kamu kenapa belum tidur."tanya Putra.


"Ini udah tidur tadi, cuman kebangun aja."jawab Rani.


"Gara-gara aku ya? maaf ya Rani!"ucap Putra.


"Bukan ko, tadi bangun mau minum aja jadi sebelum tidur lagi kamu nelpon aku."ucap Rani.


"Yaudah makasih ya udah nanya kabar aku, aku kembali istirahat ya."lanjut Rani.


"Iya Rani, mimpi indah ya❤️."ucap Putra.


Kemudian telpon pun berakhir dan Putra hanya tersenyum saat panggilan di tutup seakan ia bahagia hanya dengan itu.


Keesokan harinya di pagi yang cerah pak Kevin Angga dan Rani sudah berada di salah satu kebun teh, yang berada di balik bukit di sekitar vila.


Kemudian mereka ber foto-foto dan sambil menikmati alam pemandangan nya dan menikmati udara segarnya.


"Sekarang Tante dan dedy yang Angga fotoin."ucap Angga.

__ADS_1


"Yaudah sini panggil tantenya."ucap pak Kevin yang di mana Rani dari tadi hanya megang kamera saja.


"Baik Dedy!"jawab Angga.


Kemudian Rani dan pak Kevin foto ber dua.


"Wah ini Dedy, cantik banget ini cocok banget!"ucap Angga membuat keduanya heran dan terdiam saling memandang.


Kemudian Rani menyudahi foto dengan pak Kevin.


"Yaudah udah bagus kan? sekarang Angga sama Tante lagi ya!"ucap Rani.


"Iya bener banget tu tante!"ucap Angga.


Kemudian kamera nya di kasih ke pak Kevin.


"Ciss*


"Ciss*


Suara Rani dan Angga yang sudah befose.


Yang dimana mereka menunjukkan senyum yang sangat manis.


"Senyum nya,, "ucap pak Kevin dalam hati saat melihat foto Rani dan Angga.


"Dedy! kok malah diam sih lagi."rengek Angga.


"Iya, iya sayang maaf dedy melamun!"jawab pak putra.


Sehabis itu mereka pergi ke salah satu rumah makan di vila itu.


Kemudian mereka berjalan menuruni jalan yang sedikit curam.


"Pelan-pelan ya nak, ini agak licin jalan nya."ucap Rani.


Namun pak Kevin setelah mendengar jalan nya licin ia langsung menggendong Angga di pundak nya.


"Wah dedy, bagus bangat dari atas sini melihat nya!"ucap Angga bahagia.


"Pastinya gitu nak, soalnya di sini juga tanah nya terkenal subur dan asri."ucap Rani.


Kemudian mereka akhirnya sampai di rumah makan itu. Lalu Angga di turunkan dari pundaknya dan pergi mencuci tangan nya.


Lalu mereka memesan makanan dan langsung menyantapnya.


Setelah mereka siap sarapan mereka melanjutkan perjalanan kembali ke vila.


"Oh iya Dedy, tadi Angga lihat ada seorang kakek yang memperhatikan kita."ucap Angga.


"Dimana sayang?"tanya Rani.


"Tadi itu pas di kebun teh, jadi Angga cuman senyum aja langsung pergi kakeknya."ucap Angga.


"Oh gitu, mungkin itu warga pemilik kebun teh nya."jawab pak Kevin.


"Hum mungkin!"ucap Angga.

__ADS_1


"Tidak lama mereka tiba di vila Angga langsung turun kembali dari pundaknya pak Kevin.


Kemudian Rani menyuruh Angga untuk mandi dan suruh istirahat di kamar saja.


"Oh iya Angga, jangan lupa mandi ya udah bau asem ini Angga."suruh Rani.


"Baik tante." jawab Angga dan langsung berlari ke kamar nya.


Kemudian Rani duduk di kursi depan dan melihat-lihat foto mereka tadi.


Kemudian Rani melihat fotonya dan foto pak Kevin yang dimana mereka saling pandang.


"Ini romantis banget."guman Rani sambil tersenyum sendiri.


"Kamu ngapain senyum-senyum sendiri!"tanya pak Kevin.


"Eh bukan apa-apa ko mas, cuman lihat foto Angga saja!"jawab Rani gugup.


Pak Kevin hanya tersenyum saja melihat Rani yang seakan seperti orang yang malu.


Namun kenyataannya pak Kevin sudah melihat Rani dari tadi yang hanya memperhatikan foto mereka.


Kemudian pak Kevin duduk di kursi pas di samping Rani.


"Saya juga mau lihat foto nya, boleh kita melihat nya bersama?"tanya pak Kevin melihat ke Rani.


"Iya mas!"jawab Rani gugup dan langsung menunjukkan foto yang di lihatnya tadi.


"Ups,,


"Itu kan foto bareng mas Kevin."ucap Rani dan langsung mengganti foto lain. Namun pak Kevin hanya tersenyum saja.


Sesudah mereka melihat foto itu mereka kembali duduk normal Rani berpindah duduk dan menyimpan kameranya dan membuat kan kopi ke pak Kevin.


Lalu mereka berbincang satu sama lain.


"Rani bisakah saya minta tolong?"tanya pak Kevin kepada Rani.


"Minta tolong apa tu mas, kalau selagi bisa saya bantu saya akan lakukan!"ucap Rani meyakinkan pak Kevin.


"Minggu depan saya akan pergi ke acara reuni SMA, kamu bisa jadi pacar boongan saya?!"tanya pak Kevin.


Namun pertanyaan itu membuat Rani kaget.


"Hah! maksud nya gimana pak Kevin?"tanya Rani heran.


"Kamu hanya jadi pacar boongan saya."ucap pak Kevin.


"Kenapa harus boongan mas Kevin!"ucap Rani.


"Aduh keceplosan."ucap Rani.


"Maksud saya kenapa pakai pacar boongan mas kevin?"tanya Rani.


"Iya, soalnya mantan saya akan datang disana!"ucap pak Kevin.


"Kamu cuman datang aja sebagai pasangan saya, kamu juga tidak perlu melakukan apa pun."ucap pak Kevin meyakinkan Rani.

__ADS_1


Lalu Rani terdiam sejenak dan mengangguk anggukan kepala nya.


"Baik mas!"jawab Rani.


__ADS_2