
Setelah beberapa jam berlalu akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Kemudian mereka pun berpisah di parkiran mobil.
"Enak banget Rani jadi rebutan para cowok ganteng semua!"guman Heni saat mau masuk ke mobil Putra.
"Rani kamu jangan dekat-dekat dengan si Putra itu ya!"ucap pak Kevin ke Rani.
"Ada apa mas, salah kah kalau dekat dengan yang lain. Sedangkan mas Kevin kan tidak saya larang dekat dengan Rani bukan?!"jelas Rani.
"Sudah kamu jangan bantah ucapan-ku!"ucap pak Kevin.
Kemudian Rani dengan kesel membalikkan badan nya dari hadapan pak Kevin.
"Baiklah.
"Tapi boong!"ucap Rani dan tertawa kecil.
Lalu mereka pun pulang. Setibanya di rumah hari pun sudah malam dan melihat Angga masih saja asik main dengan Raffa.
"Hai, anak-anak belum pada tidur ya?!"tanya Rani.
"Wah tante sama dedy!"ucap Angga dan berlari ke arah Rani dan pak Kevin dan memeluk mereka.
"Hari ini Angga senang banget Tante, soal nya Raffa itu baik banget!"ucap Angga ceria.
"Oh ya! ini tante tadi ada beli makanan ni. Sana gih makan bareng sama Raffa!"pinta Rani dan memberikan beberapa paper bag yang berisi cemilan dan makanan.
"Wah makasih tante!
Jawab Angga dan mengambil paper bag dan kembali ke tempat Raffa berada.
"Makasih ya tante!"ucap Raffa sambil tersenyum melihat ke arah mereka dan segera berdiri.
"Iya sayang, yaudah habis makan nanti langsung tidur ya. Eh jangan lupa cuci tangan dan kakinya juga ya!"ucap Rani kepada Angga dan Raffa. Sambil mencolek kedua hidung mereka yang berdiri bersama di hadapan Rani.
"Baik tante!"jawab Angga mengangkat tangan nya dan menaruh nya di dahi tanda menyetujui nya.
"Yaudah tante masuk dulu ya!"ucap Rani dan segera pergi dari hadapan anak-anak.
"Gimana sayang suka punya teman baru?!"tanya pak Kevin sembari dirinya duduk di sebelah Angga.
"Bahagia dong dedy. Soal nya Angga ngak main sendirian lagi kalau udah pulang sekolah."ucap Angga sembari memakan cemilan yang di bawa oleh Rani.
"Syukur lah kalau Angga suka, maaf ya dedy sama tante Rani akhir ini memang banyak kerjaan nih."ucap pak Kevin sambil mengelus rambut Angga.
Setelah itu pak Kevin pergi ke dapur dan mengambil sebotol air putih dan duduk di dekat meja makan.
Tak sengaja melihat kamar Rani yang terbuka. Dan melihat Rani yang sedang berjalan mondar-mandir seperti setrikaan.
__ADS_1
Kemudian pak Kevin mendekati kamar Rani dan mengetuk pintu kamar nya.
"Tok, tok, tok,
"Lagi apa?!"tanya pak Kevin mengagetkan Rani.
"Mas Kevin! ada apa tumben kesini!"ucap Rani.
"Aku lihat kamu dari tadi mondar mandir ada apa? kamu punya masalah ya?!"tanya pak Kevin.
"Ngak ko mas!"jawab Rani singkat.
Kemudian pak Kevin langsung masuk menyelonong ke dalam kamar Rani dan langsung duduk di atas kasur nya.
"Mas Kevin!"ucap Rani yang melihat pak Kevin masuk dan lewat dari hadapan Rani.
"Apa ngak boleh ya, kalau pacar nya masuk ke kamar pasangan nya?!"tanya pak Kevin.
"Iya tapi mas Kevin mau apa kesini?"tanya Rani dan duduk di sebelah pak Kevin.
"Aku kesini cuman mau lihat pacarku aja, aku sangat rindu."ucap pak Kevin.
"Kring, kring, kring, kring.
Bunyi handphone Rani yang berdering. Kemudian Rani mengambil nya dan melihat Putra yang menelpon nya.
"Siapa?!"tanya pak Kevin sedikit penasaran dan mencoba melirik ke arah handphone Rani.
Namun handphone Rani tidak sudah-sudah nya berbunyi.
"Kenapa tidak di angkat siapa tau itu penting."ucap pak Kevin.
"Ngak mas bukan!"jawab Rani.
Lalu pak Kevin mendekati Rani dan mengambil handphone nya.
"Jangan mas Kevin, itu ngak penting!"ucap Rani menahan handphone nya di genggamannya.
"Sudah gak apa-apa, sini aku yang angkat!"ucap pak Kevin setelah mendapatkan handphone.
"Iya halo!"ucap pak Kevin.
"Gawat ni, Putra juga pakai nelpon segala lagi udah malam gini!"ucap Rani sambil menggigit kukunya karena panik dan muka cemas.
"Apa! ini pihak dari rumah sakit?!"ucap pak Kevin kaget.
"Hah rumah sakit, berati bukan Putra. Syukur lah kalau sempat Putra bahaya ini."ucap Rani sedikit lega.
__ADS_1
"Tapi ada apa ya rumah sakit menghubungi aku!"guman Rani.
"Ada apa mas Kevin, siapa itu?!"tanya Rani.
"Okeh saya kesana sekarang!"jawab pak Kevin dan mematikan telpon nya.
"Siapa mas! kok buru-buru gitu nampak nya!"ucap Rani menahan pak Kevin yang mau pergi.
"Sudah, aku mau ke rumah sakit dulu ya katanya Ulan ngamuk-ngamuk di kamar nya!"jelas pak Kevin.
"Ha! kok bisa sih. Ada apa dengan Ulan sampai ngamuk-ngamuk gitu!"ucap Rani kebingungan.
"Makasih ya suster!"ucap Ulan dan tersenyum licik dan menatap tajam ke depan.
"Pasti Kevin datang ke sini."guman Ulan mengangkat satu alis matanya dan mengangkat sebelah senyum nya.
"Mas Kevin tunggu, aku mau ikut!"ucap Rani melihat pak Kevin dengan tergesa-gesa.
"Mas Kevin!"teriak Rani.
"Mas Kevin kok malah ninggalin aku sih!"guman Rani yang terlihat kesel.
"Tapi Ulan kenapa ya, kok bisa sampai kayak gitu bukan kah dokter bilang kalau Ulan itu ngak apa-apa selain cidera!"ucap Rani kebingungan.
"Apa jangan-jangan!"ucap Rani melirik ke atas.
Setelah berfikir Rani langsung bergegas pergi keluar dari gerbang dan memberhentikan pengendara sepeda motor.
"Maaf pak tolong antar kan saya ke-rumah sakit ya nanti ongkos nya say lebihkan!"ucap Rani dan langsung mengambil helm dari supir itu lalu menaiki motor.
"Tapi mbak!"ucap pengendara motor.
"Sudah ayo jalan buru-buru ini!"jerit Rani mendorong-dorong pundak bapak itu.
"Baik mbak, baik!"jawab bapak itu pasrah dan mulai menjalankan motor nya.
"Kemana ya Rani, ngak angkat telpon aku lagi!"ucap Putra yang berdiri di dekat jendela kamar nya.
Sedangkan Rani di jalan masih mengejar mobil pak Kevin tidak sengaja ketemu di jalan yang berada tidak jauh dari depan Rani.
"Ikuti mobil hitam itu ya pak!"ucap Rani sambil menepuk pundak bapak itu.
Dengan pasrah bapak itu pun mengikuti kemauan Rani. Dan tidak lama mereka pun tiba di rumah sakit.
"Makasih ya pak."ucap Rani sambil membuka helmnya.
"Aduh gimana sih buka ini! tolong dong pak susah banget ni."ucap Rani yang sedikit kesusahan dan membuka nya dengan buru-buru.
__ADS_1
"Ada apa Ulan?!"tanya pak Kevin setelah tiba di kamar Ulan.
"Makasih ya Kevin udah datang. Kamu sama siapa ke sini bawa Rani kah?!"tanya Ulan.