Bosku Galak

Bosku Galak
Episode 28


__ADS_3

"Mas Kevin, saya boleh bertanya?"tanya Rani melihat pak Kevin yang sedang memandang langit yang penuh bintang.


"Iya kamu tanya saja.


"Kalau pak Kevin, kesini biasanya kapan aja?"tanya Rani penasaran.


"Kalau saya kesini sih biasanya pas lagi banyak pikiran, jadi kalau di sini itu saya merasa lebih tenang."ucap pak Kevin dengan mengangkat alisnya.


Setelah malam berbintang itu mereka memutuskan untuk pulang karen sudah menjelang larut malam.


Lalu mereka berjalan mendekati mobil dan tidak sengaja bertemu dengan Putra.


"Hei Rani, kamu ngapain di sini? lama ngak jumpa ni kebetulan banget!"ucap putra tersenyum sambil melihat pak Kevin di sebelah nya.


"Sama siapa Ran? suami kah?"tanya Putra penasaran.


"Oh bukan, itu bos aku."jawab Rani.


"Gimana kalau kita pergi makan dulu?"tanya Putra mengajak Rani.


Kemudian Rani melihat pak Kevin lalu melihat Putra namun pak Kevin hanya terdiam saja dan memalingkan wajahnya dari mereka.


"Permisi boleh saya ijin bawa rani?"tanya Putra melihat pak Kevin.


"Kamu!"ucap Rani ke Putra.


"Yaudah kamu pulang bareng dia aja."ucap pak Kevin singkat melihat Rani dan Putra di sebelah mobil.


"Yaudah ayo."ucap Putra memegang tangan Rani.


"Tapi..."ucap Rani ragu.


"Gak pak papa kamu aman ko sama aku, lagian sudah di izinin sama bos kamu kan."ucap Putra.


Kemudian pak Kevin langsung masuk masuk ke mobil dan menutup pintunya sedikit kuat. Sehingga Rani kaget dan heran karena pak Kevin tidak biasanya seperti itu.


"Mas Kevin."ucap Rani panggil pak Kevin sambil mengulurkan tangannya.


"Udah ayo yo."ucap Putra.


Kemudian Rani dengan pasrah jalan ke arah parkiran mobil putra yang tidak jauh dari lokasi mereka.


"Kaki kamu kenapa?"tanya Putra.


"Bukan urusan kamu!"jawab Rani singkat kemudian masuk mobil.


Putra hanya mengangkat alis matanya dan bahunya mendengar jawaban Rani. Tampa berpikir panjang Putra juga masuk ke mobil dan mereka mulai jalan.


"Rani, kamu kenapa murung begitu nanti tambah cantik!"ucap Putra merayu Rani yang terlihat murung dan hanya diam saja.

__ADS_1


"Kamu kok bisa ada di sana?"tanya Rani singkat dan melihat Putra.


"Atau jangan-jangan kamu ngikutin kami ya!"ucap Rani curiga dan menunjuk ke arah Putra.


"Eh bukan dong, kalau udah jodoh pasti ketemu. Bukan karena aku ikuti tapi sudah takdir."ucap putra dan tertawa kecil dan mencolek hidung Rani.


"Ih apaan sih!"ucap Rani risih.


Namun Putra hanya tersenyum saja melihat Rani dan tidak sangka mereka bisa ketemu di sini.


Setibanya di restoran Putra mereka langsung turun dan Rani melihat restoran yang ramai dan mewah.


"Kamu kenapa ajak saya kesini?"ucap Rani dan melihat penampilan yang tidak rapi.


"Tidak apa-apa saya suka gaya sederhana kamu."ucap Putra meyakinkan Rani.


"Kamu ngak malu gitu jalan sama saya penampilan kucel gini?"ucap Rani melihat Putra.


"Gak apa-apa."ucap Putra mengelus kepala Rani.


"Yaudah yaudah ayo deh."ucap Rani.


Kemudian mereka mulai memasuki restoran. Saat mereka duduk banyak yang memperhatikan mereka dari jauh sehingga Rani sedikit risih.


"Wah, tumben pak Putra bawa wanita ke sini tidak biasa nya."bisik salah satu pelayan nya.


"Iya ya tidak biasa nya, mungkin itu teman pak Putra tidak mungkin kan pak Putra pacar nya begitu. Sedangkan mantan nya saja sangat cantik."jawab pelayan lainya.


"Hei kelian berdua kesini!"panggil Putra sedikit kasar.


Pelayan itu kaget karena Putra memanggil mereka dengan suara lantang. Kemudian mereka datang ke meja Putra.


"Sekarang kalian minta maaf sama dia atau saya pecat kelian!"ucap putra emosi.


"Jangan pak saya mohon."ucap dua pelayan itu.


"Baik kami minta maaf pak tapi jangan pecat kami."ucap salah satu pelayan itu.


"Sekarang!"ucap Putra.


"Kami minta maaf ya mbak atas ucapan kami tadi, lain kali kami tidak akan mengulangi nya lagi."ucap pelayanan itu menundukkan kepalanya.


"Iya mbak kami minta maaf dan tidak akan melakukan nya lagi kepada siapapun."ucap pelayanan yang satunya.


"Baik lah, saya akan memaafkan kalian tapi cukup kali ini saja ya! jangan sampai terulang lagi seperti ini. Nanti juga kelian rugi sendiri kan?"lanjut Rani.


"Terima kasih mbak."ucap kedua pelayan itu.


"Sekarang buatkan pesanan kita."ucap Putra dan memberi sebuah menu yang sudah di tandai.

__ADS_1


Kemudian kedua pelayan itu pergi dan segera mengantarkan pesanan mereka.


"Saya minta maaf ya, karena kedua pelayan saya."ucap Putra.


"Saya tidak sangka ada orang seperti mereka disini."ucap putra kesel.


"Sudah Putra lagian mereka udah minta maaf kan."ucap Rani sambil mengambil makanan yang sudah di antar.


"Makasih ya Rani, kamu udah maafin mereka."ucap Putra memegang tangan Rani.


Kemudian Rani melihat tangan nya yang di pegang oleh Putra kemudian Rani melepaskan tangannya.


"Iya gak apa-apa, berarti restoran ini punya kamu ya."ucap Rani penasaran.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"tanya Putra.


"Tadi kamu bilang pecat, berarti kamu yang punya dong."ucap Rani sambil menikmati makanan yang di hidangkan.


"Iya usaha orang tua turun ke saya."ucap putra merendah.


"Bagus dong, berarti kamu bisa di percaya untuk melanjutkan usaha keluarga."ucap Rani tersenyum.


"Apalagi kalau kamu bisa ngembanginnya."ucap Rani.


"Iya, yaudah lanjut dulu makan nya."ucap Putra dan memandangi Rani sambil tersenyum.


Setelah beberapa saat kemudian mereka sudah siap dengan makan malam mereka.


"Yaudah saya antar pulang sekarang ya."ucap Putra.


"Yaudah ayo, lagian udah jam berapa bisa jadi bos saya marah nanti."ucap Rani dan bergegas berdiri.


Namun tidak sengaja kakinya terkena meja sehingga membuat kaki Rani sakit kembali.


"Aauuh."suara jeritan Rani menahan sakit kakinya.


"Kamu kenapa."ucap putra panik dan mendekati Rani dan melihat Rani memegang kakinya, kemudian Putra menggendong Rani yang kesakitan.


"Kamu, kamu ngapain turunkan saya!"ucap Rani memukul mukul Putra.


Kemudian putra menatap lembut ke arah mata Rani dan seketika Rani terdiam dan tenang. Kemudian Rani dan Putra masuk ke mobil.


Sementara itu pak Kevin masih duduk gelisah di luar di depan pintu masuk rumah.


"Kemana anak itu belum pula jam segini."ucap pak Kevin memutar mutar handphone nya.


"Kenapa aku mikirin dia sih."ucap pak Kevin heran.


"Sekawatir itu kah saya?"guman pak Kevin dalam hati sedikit heran.

__ADS_1


"Tapi mengapa saya memikirkan anak itu?"ucap pak Kevin sambil mundur mandir di depan pintu.


__ADS_2