
Kemudian Rani membawa Angga masuk ke ruangan pak Kevin.
"Nah kita nunggu di sini aja! dari pada kita bosen lebih baik kita main saja!"ucap Rani.
"Ayo tante!"ucap Angga dengan semangat.
Kemudian mereka bermain berdua sambil menunggu kedatangan pak Kevin.
Sedangkan pak Kevin masih di ruang meeting nya dan masih membahas hasil pemasukan dan pengeluaran perusahaan dengan kariawan kantor.
Setelah siap pak Kevin langsung kembali ke ruangan nya menyusul orang Angga dan Rani.
"Tuan dan Putri sudah cukup lama menunggu belum?!"tanya pak Kevin.
Kemudian Angga langsung berlari ke arah pak Kevin.
"Angga ngak nakal kan!"ucap pak Kevin.
"Maaf dedy!"ucap Angga menyesal.
"Iya gak apa-apa yang penting Angga jujur!"ucap pak Kevin bangga ke Angga.
"Dedy ngak marah?!"ucap Angga.
"Selagi Angga jujur Dedy ngak bakalan marah ko!"ucap pak Kevin ke Angga dan mencubit pipinya.
Rani yang melihat hanya tersenyum kepada Angga dan merasa bangga ke Angga.
"Yaudah sebagai hadiah nya hari ini kita pergi makan di luar ya tempat favorit Angga!"ucap pak Kevin.
"Tapi kayak nya mas Kevin dan Angga aja ya saya langsung pulang aja ya!"ucap Rani ijin.
"Kenapa! ada masalah kah?!"tanya pak Kevin dengan heran.
"Ngak ko mas saya cuman tidak ingin pergi saja!"ucap Rani.
"Yah tante! kalau gitu Angga pun ngak jadi pergi!"rengek Angga dan pergi duduk merajuk di sofa.
"Sayang! jangan gitu dong yaudah tante ikut tapi ngak bisa main bareng Angga ya nanti tante lihatin aja ya!"jelas Rani.
"Okeh! Tante gak apa-apa."ucap Angga.
Kemudian mereka pergi bersama ke mobil. Setibanya di sana Rani turun dari mobil dan merasa sedikit pusing.
"Aduh kepalaku kok bisa gini sih, sakit banget lagi!"rintih Rani kesakitan.
"Tante! kenapa?"ucap Angga dan membantu Rani.
"Ngak papa sayang!"ucap Rani dan kembali berjalan normal.
Kemudian mereka berjalan masuk. Setelah itu mereka memesan makanan seperti biasa lalu Angga pergi bermain sendiri.
__ADS_1
"Hati-hati ya Angga jangan lari-lari!"ucap Rani ke Angga yang langsung pergi main.
"Kebiasaan deh Angga kayak gitu!"ucap Rani.
"Udah biarin aja lagian dia sudah besar gak apa-apa itu!"ucap pak Kevin.
"Yaudah kamu mau makan apa?!"tanya pak Kevin.
"Udah tadi ko mas di tulis di itu tadi!"ucap Rani.
"Kamu kenapa kayak nya ngak fokus!"tanya pak Kevin.
"Kamu sakit kah?!"tanya pak Kevin lagi.
"Ngak ko mas!"jawab Rani.
Tidak lama kemudian pesanan mereka datang dan di hidangkan dibatas meja.
Setelah itu Rani memanggil Angga kemudian ngumpul dan makan bareng.
Setelah semua selesai saat mau jalan pulang Rani langsung pingsan dan terjatuh ke lantai dan membuat pak Kevin dan Angga panik.
"Rani!"ucap pak Kevin dan langsung menyusul Rani yang sudah terjatuh.
"Tante Rani!"ucap Angga panik.
Setelah itu pak Kevin langsung menggendong Rani pergi ke mobil dan Angga membawa tas Rani.
Setibanya di rumah sakit pak Kevin langsung memanggil suster dan menaruh Rani di kursi dan di bawa ke ruang gawat.
Kemudian dokter yang memeriksa Rani keluar dari ruangan dan mencari keluarga Rani.
"Gimana dok, keadaan Rani?!"tanya pak Kevin ke dokter nya yang baru keluar.
"Gini pak, sebenarnya dia tidak ada apa-apa hanya saja dia pusing dan butuh istirahat penuh."ucap pak dokter menjelaskan.
"Jadi dia baik-baik saja!"ucap pak Kevin.
"Syukur lah saya kira dia kenapa-kenapa."ucap pak Kevin lega.
Kemudian pak Kevin langsung masuk ke ruangan Rani dan Angga juga menyusulnya.
Kemudian pak Kevin meninggalkan Angga dan Rani di rumah sakit.
"Angga kamu disini temenin Tante Rani ya! Dedy mau cari makanan buat tante!"ucap pak Kevin ke Angga.
"Baik dedy!"jawab Angga.
"Tante Rani kok bisa gini sih, maafin Angga ya kalau ngak gara-gara Angga pasti Tante ngak kayak gini!"ucap Angga sedih dan memegang tangan Rani.
Tidak lama kemudian Rani sadar dan melihat dirinya di dalam ruangan dan melihat Angga tertidur di dekat nya.
__ADS_1
"Aku dimana, kok rasanya pusing banget!"ucap Rani memegang kepala nya dan melihat sekeliling nya.
"Angga! oh dia tertidur."ucap Rani dan tidak menggangu Angga.
Kerena Angga merasa ada pergerakan tangan Rani Angga terbangun dari tidur nya.
"Tante! dah bangun gimana ke adaan nya udah baikan belum tante!"ucap Angga dan langsung berdiri mengambil kan minum buat Rani.
"Tante udah ngak apa-apa kok, oh iya dedy kamu kemana?!"tanya Rani lemas.
"Katanya mau cari makan buat tante, kayak nya bentar lagi juga udah balik!"ucap Angga.
Kemudian Rani kembali memenangkan diri nya dan masih memegang kepala nya.
Tidak lama terdengar pintu terbuka dan tidak lain adalah pak Kevin.
"Kamu udah sadar! gimana perasaan kamu sekarang mendingan?!"tanya pak Kevin.
"Oh mas Kevin, udah baikan ko!"ucap Rani.
Lalu pak Kevin membantu Rani duduk dan menambah bantal Rani buat sandaran nya.
"Sekarang kamu makan ini dulu ya mumpung masih hangat!"ucap pak Kevin dan menyuapi Rani dengan suo hangat.
"Saya sendiri aja mas, kasian mas udah cape kerja juga kan!"ucap Rani.
"Ngak usah biar saya suapi saja!"ucap pak Kevin tidak mau kalah dan Rani harus nurut.
Setelah itu karena pak Kevin maksa akhirnya Rani hanya bisa nurut saja. Lalu pak Kevin memberikan jajan untuk Angga dan ia duduk bermain di dekat tempat duduk sebelah ranjang Rani.
"Makasih ya mas! sudah mau bawa saya kesini dan mau mengurus saya!"ucap Rani.
"Iya gak apa-apa ini demi kebaikan kamu juga!"ucap pak Kevin dan melap sup yang ada di bibir Rani.
Lalu Rani terdiam karena melihat pak Kevin yang begitu tulus mengurus nya.
Kerena Rani menatap ke pak Kevin pak Kevin jadi sedikit salah tingkah dan membuat sup nya hampir tumpah.
"Hati-hati mas Kevin!"ucap Rani sambil tersenyum.
"Iya, iya!"jawab pak Kevin dengan gugup.
Kemudian Rani menghabiskan sup nya dan melanjutkan istirahat nya. Dan pak Kevin hanya melihat Rani dan mengelus kepalanya Rani.
"Kok bisa sampai kayak gini coba, kalau sakit kan bisa ijin ngak harus di paksain sih kerjanya!"guman pak Kevin melihat ke Rani.
Setelah itu pak Kevin duduk di sofa dan menghubungi pak Anton untuk membawa Angga pulang.
"Angga kamu pulang sama pak Anton dulu ya biar dedy sendiri yang jagain Tante Rani!"ucap pak Kevin ke Angga.
"Baik dedy!"jawab Angga.
__ADS_1