
Tidak lama kemudian Angga tiba dan langsung berlari melihat dedy nya sudah di rumah.
"Dedy." suara Angga memanggil.
"Iya nak, Anak Dedy dah pulang." ucap pak Kevin mengelus kepala Angga.
"Nah sekarang ganti bajunya, terus kesini kita makan bareng. Mumpung masih anget ini." ucap pak Kevin.
Kemudian Angga langsung bergegas pergi ke kamar nya dan berganti pakaian lalu menyusul Dedy nya makan.
Sementara itu Heni masih saja di hantu i oleh mantan pacar Rani.
"Ini maunya apa sih! ngak henti hentinya telfon gue Mulu!"ucap Heni kesel.
"Apa gue kasih aja ya nomor nya?"ucap Heni.
"Tapi baiknya aku telpon Rani aja dah!"ucap Heni.
Kemudian Heni menghubungi Rani dan memberitahu soal Andre mantan Rani.
"Kring, kring, kring." bunyi suara handphone Rani.
"Halo Hen,,, tumben nelpon siang-siang gini."ucap Rani.
"Ngak Ran, mau tau kabar kamu aja hehe."ucap Heni ngeles.
"Ouh, gue baik-baik aja ko kamu bagaimana aman kerjanya?"tanya Rani.
"Seperti biasa lah Rani, oh iya ni gue mau kasih tau soal si Andre itu. Dia nyariin kamu tu tapi gue Mulu di telpon nya cape gue Ran!"ucap Heni.
"Oh gitu, sini gue yang hubungin kamu kasih ke aku nomor nya nanti kamu ngak bakalan di ganggu deh!"ucap Rani.
"Baik deh Rani, nanti gue kirimin ya."ucap Heni.
"Yaudah Ran, kalau gitu gue lanjut kerja dulu ya udah habis jam makan siang."ucap Heni dan menutup telponnya.
"Oke Hen, makasih."ucap Rani tersenyum.
"Kasian Heni, pasti Andre ganggu dia gara gara aku."ucap Rani menghela nafasnya.
Kemudian Rani pergi melanjutkan kerjanya membereskan dapur dan meja makan.
Setelah makan siang dan perbincangan yang panjang pak Kevin dan Darwin melanjutkan main game favorit mereka hingga hari menjelang sore.
Setelah sore telah tiba akhirnya mereka mengakhiri main game nya Darwin memutuskan untuk pulang.
"Yaudah bro gua balik ya! udah sore ni ada juga kerjaan soalnya, oh iya makasih jamuan makan nya."ucap Darwin sambil melihat jam tangan nya.
__ADS_1
"Iya bro sama-sama, yaudah hati-hati di jalan ya."ucap pak Kevin mengantar kan Darwin ke depan pintu.
Setelah Darwin sudah berangkat ada mobil datang dan sedang parkir di depan gerbang rumah pak Kevin.
Pak Kevin melihat dan sedikit bingung karena sebelumnya tidak ada orang yang datang selain cuman sahabat pak Kevin.
"Itu mobil siapa? ngapain dia parkir di situ!"ucap pak Kevin dan menghampiri nya. Saat berjalan ke arah mobil itu pak kevin terhenti dan melihat mobil itu ternyata mobil yang mengantar kan Rani tadi pagi.
"Lah itu kan mobil yang tadi pagi! ngapain dia kesini."guman pak Kevin memerhatikan mobil itu.
Tidak lama mobil itu langsung pergi dari depan rumah.
Pak Kevin semakin penasaran dengan mobil itu.
"Siapa itu? apa itu pacar Rani!"ucap pak Kevin menatap tajam ke depan.
Lalu pak Kevin masuk ke rumah dan mencari Rani.
"Rani! Rani!"suara panggil pak Kevin."panggil pak Kevin emosi.
"Iya mas ada apa?"ucap Rani langsung berlari mendengar teriakan pak Kevin.
Karena Rani berlari iya tidak sengaja terpeleset dan terjatuh ke arah pak Kevin.
Lalu pak Kevin berbalik dan melihat Rani sudah mau terjatuh di belakang nya. Dengan refleks pak Kevin menangkap Rani dan terjatuh ke pelukannya.
"Mas Kevin, kenapa setiap di dekat mu detak jantung saya lebih cepat dari pada biasanya."guman Rani dalam hati dan memandangi pak Kevin.
"Ada apa ini, kenapa saya menolongnya! apa yang terjadi setang jantung ini lebih cepat dari biasanya.''ucap pak Kevin dalam hati.
Kemudian tidak lama Angga kebetulan lewat dan melihat sesuatu yang romantis dan memandangi mereka tersenyum.
"Dedy, tante!"ucap Angga tersenyum menutup mulutnya.
Lalu mereka berdua melihat ke arah Angga dan tiba tiba pak Kevin melepaskan tangannya dari Rani.
"Auh, sakitnya!"keluh Rani kesakitan.
"Dedy, kenapa di lepasin kan tantenya jadi jatuh."ucap Angga dan menolong Rani membantu nya berdiri.
"Ngak papa Angga, tadi itu salah tante ngak jalan pelan-pelan."ucap Rani."Tapi kan Tante tadi kan udah.."ucap Angga.
"Sut,, udah gak papa Tante kan udah ngak sakit lagi."ucap Rani menahan bibir Angga pakai jarinya.
"Iya deh tante, maaf!"ucap Angga.
"Gak papa sayang, yaudah sekarang Angga kembali ke kamar ya nanti tante susul."ucap Rani.
__ADS_1
"Baik tante."ucap Angga lalu kembali ke kamarnya.
"Oh iya mas, maaf ya soal tadi saya tidak sengaja."ucap Rani.
Namun pak Kevin hanya diam dan langsung pergi.
"Mas,,"ucap Rani mengulurkan tangan nya kepada pak Kevin yang sudah pergi.
"Apa pak Kevin marah lagi ya sama saya?"ucap Rani h
panik dan menggigit kuku jarinya.
Sementara itu di tengah jalan yang sepi putra masih parkir disana dan menggeser geser layar handphone nya dan terlihat kontak Rani di layar handphone nya.
"Saya penasaran sama wanita ini, lalu siapa laki-laki itu mengapa iya tinggal bersama dengan Rani."guman putra dalam hati dan berpikir keras.
Tidak lama kemudian putra pergi dari tempat itu.
Kemudian Rani pergi ke kamar Angga dan menemaninya tidur karena hari juga sudah mulai malam. Saat di kasur mereka berbincang bincang ria.
"Tante, tante sayang ngak sama Angga?"tanya Angga.
"Sayang dong, kenapa Angga bertanya kayak gitu. Emang Angga lihat tante ngak sayang sama Angga?"jawab Rani dan balik bertanya.
"Sayang sih!"ucap Angga.
"Terus kenapa Angga bertanya kayak gitu."ucap Rani.
Namun Angga hanya terdiam.
"Hayo kenapa?"tanya Rani sambil menggelitik Angga.
"Ah Tante jangan dong geli!"ucap Angga tertawa dan menahan tangan Rani.
Hingga sampai larut malam akhirnya nya Angga pun tertidur.
Rani memandangi Angga yang tertidur lelap dan menyelimuti nya lalu Rani mematikan lampu kamarnya dan bergegas keluar.
Saat Rani keluar dari kamar Angga iya berjalan dari dekat arah kolam renang. Rani melihat bahwa pak Kevin sedang duduk melamun di kursi luar itu.
Lalu Rani menghampiri nya dan membawakan secangkir kopi.
"Mas Kevin ini kopi anget cocok buat suasana begini. Ngapain di luar sendirian?"ucap Rani dan ikut duduk di sampingnya.
"Makasih."ucap pak Kevin dan kembali memandangi bintang bintang di langit.
Lalu mereka berdua duduk menikmati malam yang penuh bintang di langit di temani dengan cemilan yang enak.
__ADS_1
"Malam ini sangat indah ya, ternyata kalau memandangi bintang di langit itu rasanya adem banget."ucap Rani dan melihat ke arah pak Kevin yang tertidur.