
Lalu Rani menyiapkan makanan yang akan di sajikan untuk tamu pak Kevin. Setelah beberapa jam Rani akhirnya menyelesaikan pekerjaan nya dan menata di atas meja dengan rapi.
"Ah sudah jam berapa yah?"ucap Rani dan melihat jam nya yang sudah menunjukkan jam satu siang.
"Sudah jam segini, baiknya suruh pak Anton saja lah dulu buat jemput Angga hari ini."ucap Rani dan segera menghubungi pak Anton.
Sementara itu sehabis pak Kevin menyelesaikan pekerjaan nya di kantor. Buk Fitri datang menghampiri nya membawakan beberapa berkas yang harus di tanda tangani oleh pak Kevin.
"Permisi pak, maaf mengganggu saya membawa beberapa berkas penting buat di tanda tangani sama bapak."ucap buk Fitri yang di mana buk Fitri melihat pak Kevin sudah bergegas pergi.
Kemudian pak Kevin melihat jam tangan nya.
"Sudah jam segini."ucap pak Kevin berfikir dan masih di tempat iya berdiri.
"Ya sudah bawa kemari."ucap pak Kevin dan kembali ke kursinya."Baik pak, ini ada beberapa hal yang harus bapak baca soal persetujuan nya pak."ucap buk Fitri menjelaskan.
"Baik lah, kamu bisa keluar."ucap pak Kevin dan mulai membuka berkas berkas nya.
Sebelum pak Kevin menyampaikan pekerjaan nya iya tidak lupa untuk memberi kabar ke teman nya itu. Dan tidak lama handphone nya berdering.
"Nah ini dia ni kebetulan."ucap pak Kevin menunjuk handphone dan mengangkat nya.
"Halo bro, lue datang ke rumah duluan saja ya. Masih ada sedikit kerjaan ini."ucap pak Kevin dan memainkan pena yang ada di tangan nya.
"Oh gitu bro, yaudah gua duluan ya bro. Gua tunggu di rumah low!"ucap Darwin di dalam mobil dan bergegas pergi.
"Ternyata bos besar lagi sibuk ya."ucap Darwin dan mematikan handphone nya.
Kemudian Darwin bergegas pergi sedangkan pak Kevin masih menyelesaikan pekerjaan nya.
Sedangkan di tempat lain putra itu sedang menunggu telfon dari Rani.
"Aduh kok belum di hubungi ya? apa dia tidak ingat!"ucap putra dan memutar mutar handphone nya.
"Haaaaatchihhhh"
Suara bersin Rani yang tiba-tiba dan tidak sengaja keluar iler nya.
"Ih kok bersin sih, mana jorok gini lagi."ucap Rani dan segera mencuci tangan nya.
Dan saat mencuci tangan nya tidak sengaja kartu nama dari sakunya keluar dan jatuh ke lantai. Kemudian Rani pergi dan tidak sengaja melihat kartu nama itu.
"Lah ini kan kartu nama si cowok tadi, kok disini sih."ucap Rani dan mengambil kartu itu.
"Ini ada nomor nya." guman Rani dalam hati dan mengingat perkataan si putra itu.
__ADS_1
"Hubungi gak ya? hubungi aja lah sapa tau lain kali bisa minta bantu! hihi."ucap Rani sedikit menunjukkan muka liciknya.
Lalu Rani hanya chat putra dan memberi tahu namanya saja.
"Nah ini ni notifikasi nya."ucap putra sedikit kegirangan.
Tidak lama kemudian terdengar bunyi pintu yang di ketuk.
"tok, tok, tok
Tidak lama Rani datang dan membukakan pintu itu.
"Iya sebentar."ucap Rani berjalan ke pintu.
"Teman pak kevin"tanya Rani. "Iya."jawab Darwin.
"Iya langsung aja masuk, duduk disana saya akan buat kan minum dulu selagi nunggu pak Kevin pulang."ucap Rani.
Kemudian Darwin berjalan ke arah sofa yang ada di ruang tamu. Lalu Rani pergi membuatkan kopi nya.
"Kalau aku telfon dia di angkat ngak ya?"ucap putra dalam hati."Trus kalau ngak angkat bagaimana ya!" ucap putra lagi dalam hati.
Putra itu adalah pengusaha restoran. Putra mempunyai usaha di sekitar sini, putra juga membuka cabang di luar negeri.
Di luar negeri iya membuka dua restoran dan sudah cukup terkenal.
Setelah Rani memberikan kopi ke Darwin iya langsung bergegas ke dapur. Namun Darwin memanggilnya dan berbincang sedikit.
"Hei, Rani kan!?"panggil Darwin.
"Iya, ada apa pak?"tanya Rani.
"Ini saya mau bertanya sebentar."ucap Darwin. melihat Rani.
"Bentar pak, ada yang nelpon."ucap Rani sambil melihat handphone yang berdering.
"Oh yaudah."jawab Darwin.
Kemudian Rani pergi ke belakang dan mengangkat telpon nya.
"Haloo."jawab Rani.
"Halo, Rani kan? tanya Putra.
"Iya ada apa nelpon saya siang gini, saya masih ada urusan ya yaudah terima kasih!"ucap Rani dan langsung mematikan telpon nya.
__ADS_1
"Wah galak juga ni cewe!"ucap Putra terkesan dan menggeleng gelengkan kepala nya.
"Tapi cewe ni beda dengan yang pernah aku temui."ucap putra.
"Ih apaan tu si putra telfon gue."ucap nya kesel.
"Tapi kan dia ngak ada ngomong apa apa kok malah emosi gue aduh."ucap Rani dan menepuk kepalanya sendiri.
"Baiknya aku kesana lah, tadi kan kawan nya mas Kevin sendiri."ucap Rani dan bergegas pergi.
Saat Rani ke ruang tamu terdengar suara mobil pak Kevin.
"Nah itu kan suara mobil Mas Kevin."ucap Rani sambil mendekati pintu dan membukanya.
"Kan bener."ucap Rani tersenyum menyapa pak Kevin.
"Rani bawakan tas saya di dalam."ucap pak Kevin nada datar.
"Oh iya, Darwin sudah datang belum?"tanya pak Kevin.
"Iya mas pak Darwin sudah menunggu di dalam."ucap Rani.
Kemudian mereka masuk ke rumah.
"Bro,, udah lama nunggu ya. Soalnya masih ada kerjaan tadi di kantor jadi harus di selesaikan."ucap pak Kevin sambil TOS tangan.
"Iya bro, baru ko belum lama ni kopi nya aja masih hangat.
Ngomong ngomong bro kopi bikinan pembantu lue enak suka gua yang kayak gini."bisik Darwin ke telinga pak Kevin.
"Haha, bisa aja lue bro yaudah minum dulu nanti dingin."ucap pak Kevin sedikit cemburu.
"Iya bro aman, nah lihat tu dia juga cantik."ucap Darwin melihat Rani yang sedang berjalan ke arah mereka.
"Ada ada lue bro, cewe kayak dia lue bilang cantik! udah deh bro cewe di luar sana banyak lebih cantik dari dia."ucap pak Kevin meyakinkan Darwin.
"Aduh Darwin apa dah muji muji dia kayak gitu nanti dia dengar entar kegirangan dia tu."ucap pak Kevin dalam hati dan sedikit panas dalam hati.
"Mas Kevin, makanan nya sudah saya siapkan di atas meja tadi kalau mau makan silahkan kesana saja langsung."ucap Rani.
"Baik, Angga kemana?"tanya pak Kevin.
"Maaf mas, belum sampai kira kira sebentar lagi mas."ucap Rani.
Lalu mereka berdua pergi menuju meja makan.
__ADS_1
"Pasti masakan nya juga enak kan bro?"tanya Darwin lagi.
"Coba dulu dimakan kalau di lihat saja kita ngak tau!"ucap pak Kevin."Baik lah baik ini gua mau makan bro!"ucap Darwin.