
"Maaf ya Heni nunggu lama soalnya macet banget jalan nya."ucap Rani.
"Iya Rani ngak apa-apa kok."ucap Heni.
"Ada apa ni tumben banget ngajak di sini?!"tanya Heni.
Kemudian Rani menjelaskan ke jadian nya pas siang tadi dan hubungan nya sama pak Kevin.
"Apa! Kamu sudah jalin hubungan dengan pak Kevin ?!"tanya Heni kaget dan tak percaya.
"Kalau Rani dekat dengan pak Kevin gagal dong usaha aku untuk mendekatkan Putra dan Rani."guman Heni dalam hati.
"Heni! kok kamu jadi diam sih?"tanya Rani.
"Hehe ngak papa Rani, trus gimana sekarang kamu dengan pak Kevin?"tanya Heni.
"Masih kayak biasa kok!"ucap Rani.
Kemudian setelah pembicaraan panjang kemudian Putra tiba.
"Lah kok Putra ada di sini?"tanya Rani melihat Putra ada di pintu masuk kafe.
"Tadi sih, aku menelepon dia minta datang kesini!"ucap Rani menggaruk kepalanya.
"Hei, ada Rani juga di sini! gimana lancar pulangnya tadi?"tanya Putra.
"Iya, lancar ko!"ucap Putra.
Sedangkan pak Kevin masih saja di balkon dan menggeser geser layar handphone nya.
"Kok lama sekali anak itu pulang."ucap pak Kevin mengarah kan ke Rani.
Lalu pak Kevin ingin menelpon Rani.
"Apa aku hubungi saja dia!"ucap pak Kevin.
"Aduh, lebih baik ke kamar Angga saja lah dari pada memikirkan dia yang belum nampak wujudnya."guman pak Kevin dalam hati.
"Udah ya gais, gue pulang duluan ya pasti pak Kevin udah menunggu di rumah soalnya Angga belum tidur pastinya."ucap Rani dan bergegas berdiri dari tempat duduk nya.
"Buru-buru banget Rani santai aja dulu di sini!"ucap Putra.
"Maaf Putra, aku harus pulang sekarang!"ucap Rani.
"Ya sudah hati-hati di jalan ya!"ucap Heni.
"Oh iya mau aku antarin?!"ucap Putra.
"Nah betul tu, Ama gue juga ya di antarin!"ucap Heni mengangkat-angkat alis nya.
__ADS_1
"Ya sudah mari kita pulang bareng."ucap Putra.
Kemudian mereka bertiga mulai berjalan, karena kos Heni lebih dulu terlihat lalu Heni pun turun dari mobil.
"Makasih ya Put, lain kali antar lagi ya!"ucap Heni bercanda.
"Ya sudah kamu pulang dulu ya Heni!"ucap Rani.
"Okeh!"jawab Heni.
"Semoga aja mereka makin dekat!"guman Heni dalam hati sambil melihat mereka menjauh dan kemudian ia masuk.
"Oh iya Rani, kamu ada hubungan apa dengan wanita yang di restoran itu? kelihatan nya dia tidak suka dengan kamu dia juga terlihat licik!"ucap Putra.
"Yang tadi siang? itu mah mantan pacar bos saya! kami tadi hanya tidak sengaja ketemu jadi makan bareng deh."ucap Rani.
"Oh seperti itu!"jawab Putra.
Dan tidak lama mereka tiba di rumah pak Kevin.
"Hati-hati ya Putra."ucap Rani dan melambaikan tangan nya ke Putra.
Dan tidak di sangka pak Kevin dengar suara klakson mobil Putra dan melihat nya keluar. Dan itu membuat emosi pak Kevin melonjak dan mencoba menenangkan dirinya.
Lalu pak Kevin tarik nafas dan langsung turun ke lantai satu dan langsung membukakan pintu buat Rani.
"Eh mas Kevin, belum tidur."tanya Rani.
"Maaf mas itu tadi cuman nganterin aku pulang lagian juga tadi bersama Heni!"jelas Rani.
"Aku bertanya siapa yang antar?!"ucap pak Kevin.
"Maaf mas itu tadi Putra!"jawab Rani.
"Kali ini saya akan memaafkan kamu, lain kali jangan mau di antar sama dia!"ucap pak Kevin tegas.
"Iya mas!"jawab Rani.
"Tapi mas Kevin kan juga ketemu sama Ulan masa saya tidak boleh ketemu dengan teman saya!"ucap Rani lagi.
"Sudah! sekarang siapkan saya air hangat buat mandi!"ucap pak Kevin.
"Baik mas!"ucap Rani dan langsung masuk kamar pak Kevin.
"Ngeri ya, kalau sudah emosi!"ucap Rani dan memainkan kran air nya dan duduk di pinggir bathtub.
Setelah sudah penuh Rani langsung keluar dari kamar mandi. Saat di pintu kamar pak Kevin dan Rani bertabrakan dengan nya.
"Auh! mas Kevin kok gak lihat-lihat sih!"ucap Rani sambil memegang kepala nya yang kena ke dada pak Kevin.
__ADS_1
Lalu pak Kevin mengelus dan meniup kepala Rani yang sedikit kesakitan.
"Maaf ya sayang!"ucap pak Kevin lembut.
"Aa, mas Kevin kok bisa sih seromantis ini? tadi kelihatan nya sangat emosi."guman Rani dalam hati dan memandang ke pak Kevin yang sedang meniup kepala nya.
"Iya mas! sudah cukup sudah ngak sakit lagi ko!"ucap Rani.
Kemudian Rani keluar kamar pak Kevin dan langsung berlari ke kamar nya.
Kemudian Rani berbaring di kasur dan membayangkan pak Kevin yang sangat romantis. Lalu Rani tersenyum sendiri dan berguling guling di kasur.
"Oh iya, Angga sudah tidur belum ya dari tadi aku belum melihat nya."ucap Rani.
Kemudian Rani pergi ke kamar Angga dan sudah melihat Angga tertidur.
"Oh Angga sudah tidur rupanya."ucap Rani dan duduk di samping Angga dan mencium keningnya.
Setelah melihat Angga Rani kembali ke kamar nya dan memutuskan untuk mandi dahulu.
Sesudah Rani mandi lalu Rani duduk bercermin dan memandang dirinya sendiri.
"Aku tidak terlalu cantik ya tapi kenapa mas Kevin bisa suka sama aku."ucap Rani sambil melihat mukanya di cermin.
"Apa jangan-jangan ada maksud dan tujuan yang lain?! ngak-ngak aku tidak boleh overtingking."ucap Rani.
Kemudian Rani kembali rebahan setelah siap memasang baju tidur nya. Dan tidak sengaja Rani melihat gaun nya itu yang tergantung di di lemari.
Lalu Rani kembali berdiri dan mengsmbil gaun itu. Kemudian Rani mencocokkan nya ke badannya dan kembali bercermin.
Lalu Rani memutar-mutarkan badan nya dan sambil tersenyum membayangkan dirinya seperti putri yang cantik.
"Wah gaun ini pasti cantik banget kalau aku gunakan!"ucap Rani.
Kemudian Rani membayangkan dirinya di lamar oleh pak Kevin dan di ajak nikah.
"Pasti sangat menyenangkan bila nikah dengan mas Kevin!"ucap Rani.
"Gak terbayang deh sebahagia apa nantinya."ucap Rani.
Dan di sisi lain Heni sedang memikirkan Rani.
"Kok bisa ya pak Kevin jatuh cinta ke Rani ya, tapi Rani cantik sih dari pada gue!"ucap Heni.
"Tapi syukur sih kalau Rani betah dengan pak Kevin. Tapi kalau sempat pak Kevin menyakiti Rani, aku yang maju duluan!"ucap Heni mengepal tangan nya.
"Tapi jangan sampai lah!"lanjut Heni.
"Aku gimana ya, melihat Rani bahagia itu udah senang aja rasanya."ucap Heni.
__ADS_1
"Yaudah lah lagian Rani bahagia ko dengan pak Kevin!"ucap Heni lagi dan kembali melanjutkan tidurnya.