Bosku Galak

Bosku Galak
Episode 86


__ADS_3

"Hah itu kan Putra ngapain dia kesini!"ucap pak Kevin dan sedikit lebih tersembunyi.


Lalu Putra turun dari mobil dan langsung menghampiri Rani.


"Heni di sini juga!"ucap Putra.


"Iya Putra, soal nya aku mau minta tolong sama kamu."ucap Heni.


"Oh iya sekarang kan dah ada Putra ni aku balik duluan ya, takut di cariin sama pak Kevin!"ucap Rani.


"Cepat banget Rani tunggu sebentar lah!"ucap Putra menahan tangan Rani.


"Iya Rani tunggu sebentar aja!"ucap Heni.


Pak Kevin yang melihat nya dari jauh sangat geram dan mengepal tangan nya. dan ia pun terus mengamati nya.


"Baik lah!"ucap Rani dan kembali duduk.


Jadi gimana Putra kamu bisa bantuin aku ngak?!"tanya Heni.


Lalu Putra melihat ke arah Rani dan baru melihat ke Heni yang penuh harapan.


"Baik deh, cuman sehari besok kan?!"tanya Putra meyakinkan Heni.


"Iya cuman sehari aja ko, kamu ngak apa-apa kan?!tanya Heni memegang tangan Putra.


"Iya aman aja deh!"ucap Putra.


Lalu Putra melihat tangan nya di pegang oleh Heni. Kemudian Putra melihat ke arah Rani dan menarik tangan nya.


"Oh maaf ya!"ucap Heni.


"Yaudah ya gais, gue pulang dulu ya!"ucap Rani.


Dan tidak lama pak Kevin menelpon nya.


"Tuh kan bener lihat pak Kevin ni udah mencari aku!"ucap Rani menunjuk handphone nya.


Kemudian Rani langsung pergi dari lokasi nya dan berdiri di depan restoran.


"Halo mas Kevin?!"ucap Rani.


"Kamu dimana?!"tanya pak Kevin dan bersembunyi di balik dinding.


"Aku mau jalan pulang!"jawab Rani menahan panas nya terik matahari.


"Aku jemput tunggu disana!"ucap pak Kevin.


"Tapi mas!"ucap Rani yang telpon nya langsung di matikan.


"Mas Kevin kan aku bisa pulang sendiri! yaudah deh aku tunggu disini aja."guman pak Kevin yang duduk di tangga restoran.


Dan tidak lama pak Kevin pun membawa mobil nya ke depan restoran dan membuka jendela kaca mobil.

__ADS_1


"Naik!"ucap pak Kevin.


Lalu Rani menyusul naik dan duduk di bangku depan.


"Panas juga mas di luar!"ucap Rani.


"Kamu habis pergi dengan siapa?!"tanya pak Kevin.


"Aku pergi dengan Heni mas."jawab Rani.


"Yakin kamu pergi dengan Heni aja? terus itu yang baru keluar siapa?!"tanya pak Kevin melihat Putra yang baru keluar.


"Itu mas tadi ada Heni disana kok!"jawab Rani menunjuk restoran.


"Mana Heni nya!"ucap pak Kevin datar.


"Terus yang pegang tangan kamu itu siapa tadi?!"ucap pak Kevin menatap tajam ke Rani.


"Apa kamu mau di hukum!"ucap pak Kevin.


"Tapi mas, itu tidak sengaja!"jawab Rani.


Lalu pak Kevin dengan gercep Langsung mencium Rani Tampa henti membuat Rani kaget sembari tangan pak Kevin yang menjelajahi tubuhnya.


"Mas Kevin!! bentak Rani mendorong nya.


"Ada apa ini kenapa pak Kevin melakukan ini!"ucap Rani.


"Tapi mas itu kan!"ucap Rani mematikan kedua jarinya.


Rani berusaha membujuk pak Kevin hingga tidak marah lagi dengan nya.


Setibanya di kantor pak Kevin langsung pergi ke ruangan nya dan susul oleh Rani.


"Rani! tunggu dulu!"panggil buk Fitri.


"Ada apa buk?!"tanya Rani.


"Ada apa dengan pak Kevin kenapa dia kelihatan sangat marah sehingga ia membanting pintu!"tanya buk Fitri.


"Kurang tau buk, saya masuk dulu ya!"ucap Rani langsung pergi.


"Hei! Rani."ucap buk Fitri.


"Ada apa ya kayak nya pak Kevin benar-benar marah! ngak pernah-pernah marah sampai kayak gitu!"ucap buk Fitri penasaran.


Lalu rani tiba di dalam ruangan dan melihat pak Kevin sedang duduk di kursi nya dengan kesal.


"Mas Kevin, lain kali aku tidak akan seperti itu lagi!!"bujuk Rani memeluk pak Kevin dari belakang.


Saat Rani tidak memperhatikan nya pak Kevin tersenyum dengan tingkah Rani.


"Mas Kevin mau kan maafin aku, Ake rela deh di hukum apapun biar mas Kevin ngak marah lagi!"bujuk Rani.

__ADS_1


"Baik lah,,, tapi dengan syarat!"ucap pak Kevin menarik Rani ke pelukan nya.


"Mas Kevin! suka banget deh ngagetin kayak gini!"ucap Rani kesal.


"Maaf-maaf! jadi gimana mau di maafin ngak ni!"ucap pak Kevin.


"Iya mas Kevin!"jawab Rani.


"Syarat nya cuman kamu harus ikut saya meeting ke luar negeri!"ucap pak Kevin.


"Oh itu, okeh apa pun akan aku lakuin!"ucap Rani dengan gigih den melempar kan senyum termanis nya.


"Jadi aku di maafin dong mas?!"tanya Rani riang dan langsung segera bangun dari pangkuan pak Kevin.


"Iya!!"jawab pak Kevin singkat.


"Aaaaaaa yang benar mas Kevin tapi kok jawab nya gitu!"rengek Rani cemberut.


"Jadi harus gimana sayang!"ucap pak Kevin.


"Yang romantis gitu mas Kevin!"ucap Rani.


Lalu pak Kevin dengan tersenyum langsung kembali mendekati Rani dan langsung menggendong nya.


"Mas Kevin ini ada apa lagi!"tanya Rani.


"Iya aku maafin kamu, nanti kalau mau pergi lagi aku harus ikut ya. Kemana aja kamu aku harus ada!"jelas pak Kevin.


"Humm,, makasih mas udah mau maafin aku, tapi mas turunkan aku dari sini!"ucap Rani.


Setelah beberapa jam berlalu mereka pun pulang dan sudah berada di rumah.


Lalu pak Kevin mengemasi barang nya dan tak sengaja melihat foto keluarga yang terjatuh dari antara lipatan baju nya.


Kemudian pak Kevin mengambil nya dan melihat nya.


"Papah mamah!"guman pak Kevin sambil mengelus foto itu.


Tidak lama Rani masuk ke kamar pak Kevin.


"Mas Kevin ini aku bawakan kopi!"ucap Rani.


Lalu Rani meletakkan kopinya di atas meja dan menyusul pak Kevin yang duduk di lantai.


"Ini siapa mas?!"tanya Rani melihat foto yang ada di tangan pak Kevin lalu ia mengambil nya.


"Itu papah dan mamah ku dan ini aku masih kecil. Orang tua aku pergi waktu aku masih kecil, dulu itu aku di tinggal sama eyang mamah papah ku ad urusan mendadak ke luar negeri jadi mereka pergi dengan penerbangan tercepat."ucap pak Kevin sedikit sedih.


"Lalu mereka ijin ke eyang lalu mereka pergi dengan koper mereka menyuruh ku untuk tinggal saja karena mereka ada tugas mendadak hingga kejadian itu terjadi.


"Dan ngak sampai disitu, eyang yang melihat berita di tv tentang kecelakaan pesawat yang di tumpangi oleh keluarga ku. Dia syok sampai ia pingsan dan di bawa ke rumah sakit.


"Eyang koma selama berbulan-bulan. Namun jenazah papah ku tidak di temukan juga."ucap pak Kevin.

__ADS_1


__ADS_2