Bosku Galak

Bosku Galak
Episode 79


__ADS_3

Setibanya di rumah Rani dan pak Kevin langsung turun dan masuk ke rumah.


"Mas, makasih ya udah nemenin aku untuk bantu Heni. Dan itu kawan-kawan mas Kevin ya!"ucap Rani sedikit gugup.


"Buat kesayangan aku mana bisa nolak!"ucap pak Kevin dan membenarkan rambut Rani kebelakang telinga nya dan membelai wajah Rani.


Lalu Rani pun tersenyum dan mencium pak Kevin di bagian pipi nya. Kemudian Rani langsung berlari ke kamar nya.


Pak Kevin memegang pipi nya dan melihat Rani yang pergi. Setelah itu pak Kevin pun masuk ke kamar nya.


"Wah disini rame bangat ya. Oh itu istri si Rian."ucap Heni yang melihat ke arah pelaminan yang sedang bersalaman dengan para tamu.


Kemudian Heni pergi duduk di bagian paling depan dan para pria yang menemaninya.


Dan tidak lama Rian pun melihat kedatangan Heni yang sedang makan dan sedang minum dengan Davit.


"Heni?!Guman Rian Lalu ia datang ke arah mereka.


"Sebentar ya, aku ke sana dulu."ucap Rian


ke istri nya.


"Kamu datang juga ya. aku kira kamu tidak akan datang kesini."ucap Rian sedikit meremehkan Heni.


"Hah tentunya dong, ngak mungkin gue takut datang kan?!"ucap Heni sedikit membuang muka dari Rian.


Lalu Rian memegang pipi Heni dan menghadap kan wajah nya Heni ke arah nya.


"Yakin kamu bisa move on dari aku."ucap Rian.


"Hah, kamu kira kamu siapa!"ucap Heni menatap ke arah Rian.


"Lepaskan tangan mu dari wajah ku!"ucap Ulan sambil menepis tangan Rian dari wajah nya.


Kemudian Rian memutar matanya dan menatap ke arah atas.


"Sudah lah kamu pasti ngak bisa muve on dari aku kan?"tanya Rian menggenggam lengan Heni.


"Sakit Rian, lepaskan!"ucap Heni.


Davit mendengar Heni ke sakitan. dengan sigap Davit langsung ambil tindakan dan menarik Heni dari si Rian.


"Jangan coba-coba ganggu pacar saya!"ucap Davit sambil menunjuk wajah Rian.


"Kami datang ke sini karena undangan mu! Kalau bukan karena itu kami tidak akan rela memijakkan kaki disini!"ucap Davit dengan datar.


Lalu Davit dan kedua saudara angkat nya itu mengikuti dari belaka mereka dan pindah ke tempat lain.

__ADS_1


"Awas lue ganggu adik gue!"ucap pria yang berperan sebagai kakak. Kemudian Rian pun berdecak kesel dan mengayunkan tangan nya memukul angin.


"Heni!"ucap Rian dan mendekati Heni yang sudah berhenti.


"Jadi ini pacar kamu."ucap Rian sambil melihat penampilan Davit dari bawah sampai atas.


"Lumayan juga dari mana kamu dapat model seperti ini. Kamu menyewa orang ya!"ucap Rian sambil mengelus dagu nya.


"Kamu!"ucap Heni hendak mau menampar Rian.


"Berhenti, jangan kotori tangan lembut mu ini karena pria. seperti ini!"ucap Davit memegang tangan Heni dan menurunkan nya.


"Kamu jangan ikut campur ini urusan aku dengan Heni."ucap Rian.


"Aku ikut campur! karena dia adalah pacar ku harus nya kamu yang ngak usah ikut campur."ucap Davit.


Rian terdiam sejenak dan melihat ke pergian Heni yang langsung keluar dari acara.


"Sial!!"Gerutu Rian menendang kan kaki nya ke dinding.


"Sayang ada apa?!"ucap istri Rian penasaran.


"Ngak ada apa-apa!"jawab Rian datar dan langsung pergi duduk kembali. Istri Rian hanya melihat nya dengan pasrah dan menyusul nya duduk.


"Maaf ya Davit, jadi kamu di rendahin sama dia!"ucap Heni meminta Maaf.


Lalu Heni melihat tangan Davit yang ada di pundak nya merasa gugup dan melihat Davit yang menatap nya.


"Ehm.. Makasih Davit!"ucap Heni menundukkan kepalanya.


"Aduh, aku ngak harus baper kayak gini dong. Jadi salah tingkah gini kan."guman Heni sambi tersenyum dan curi pandang ke Davit.


"Aa, ayok kita pulang sekarang udah ngak ada kegiatan disini lagi kan!"ucap Heni memecahkan keheningan.


"Oh iya, yaudah ayo. Lagian aku juga masih ada kegiatan lagi ni."ucap Davit melihat jam tangan nya.


Kemudian dengan ke dua pria itu pergi duluan dan berpisah di sana.


"Makasih ya kak, makasih ya dek!"ucap Heni sambil tersenyum.


Kemudian ke dua pria itu membalikkan badan nya dan melihat Heni yang memanggil mereka.


"Sama-sama."jawab mereka bersamaan dan baru pergi.


"Okeh, sekarang giliran nona yang saya akan antar."ucap Davit sambil jongkok dan mengulurkan tangan nya.


"A...aku?!"ucap Heni menunjuk dirinya.

__ADS_1


"Iya dong siapa lagi!"ucap Davit. Lalu Heni melihat kira dan kanan dan melihat tangan Davit yang Terulur ke arahnya.


"Oh iya."ucap Heni dan memegang tangan Davit.


"Sekarang kita udah bisa jalan kan."ucap Davit setelah berdiri.


Kemudian Heni menganggukkan kepalanya dan tersenyum lalu mereka pun masuk ke mobil. Davit membuka kan pintunya untuk Heni.


Dari kejauhan Rian melihat nya dan sedikit merasa kesel dan di campur cemburu.


Setibanya di rumah Heni Davit kembali membukakan pintu buat Heni. lalu Heni pun turun dari mobil.


"Makasih ya Davit, semoga lain kali kita bisa ketemu lagi."ucap Heni setelah tiba di depan gerbang.


Namun Davit hanya membalas dengan senyuman di wajah nya.


"Aku pamit dulu ya."ucap Davit yang ijin pergi.


"Hati-hati di jalan, sampai ketemu lagi ya!"ucap Heni.


"Baik lah!"jawab Davit dan menutup jendela kacanya. Kemudian Heni baru masuk ke dalam kost.


"Hah,, lelah banget ya. Datang ke sana bikin kesel aja belum sempat makan tadi."ucap Heni sambil membayangkan makanan yang banyak.Kemudian Rani menghubungi nya.


"Rani?"ucap Heni dan mengangkat telponnya.


"Halo Rani."ucap Heni.


"Gimana lancar disana?!"tanya Rani.


"Kata Davit 'sedikit melelahkan' apa kamu disana kena masalah?!"tanya Rani kembali.


"Aman ko, kamu tenang aja. Davit bisa di andalkan kerjanya sangat bagus."ucap Heni sambil tersenyum dan bersemangat.


"Bahagia kayak nya ni. Kamu senang ya ketemu sama Rian yang udah buang kamu itu!"ucap Rani.


Dengan cepat ekspresi Heni yang bersemangat langsung berubah dengan sekejap mata menjadi datar dan yang bersemangat.


"Ih kamu Rani, bukan dong intinya aku senang deh hari ini. Bukan karena si Rian sialan itu."jelas Heni.


"Jadi karena apa?. Oh aku tau jangan-jangan kamu sedang jatuh cinta ya!"ucap Rani sedikit ragu.


"Akh,, kamu bisa aja ngomong nya. Bukan itu juga Rani."ucap Heni.


"Udah kamu ngak bisa boong sama aku dah jujur aja!"ucap Rani sambil gombal.


"Bukan, udah deh jangan kepo!"ucap Heni sambil menutup telponnya.

__ADS_1


"Lah, seperti nya bener banget ni perasaan ku."ucap Rani geleng-geleng.


__ADS_2