
Kemudian Rani pergi ke taman belakang membawa sedikit cemilan.
Lalu Rani duduk di kursi sambil menunggu Angga dia memakan cemilan.
Tidak lama kemudian pak Kevin lewat dari ruangan yang di samping kolam.Yang dimana Rani sedang duduk.
Rani menghempaskan rambutnya keluar dari lehernya, seketika pak Kevin tercengang melihat nya. Pak Kevin tertarik dari pesona Rani yang cantik.
Kemudian Rani mengikat rambut nya dan sedang di perhatikan oleh pak Kevin dari kejauhan.
Aura Rani seketika berubah menjadi sebuah cahaya, yang sangat memikat di lihat oleh pak Kevin.
Di tambah cahaya pagi menyinari tubuh Rani itu semakin membuat aura yang bergairah.
Pak Kevin hanya memperhatikan nya dari kejauhan. Pak Kevin juga sampai menelan air liur nya hanya karena memandang Rani.
Tidak lama kemudian pak Kevin sadar apa yang iya pikir kan.
Pak Kevin menggeleng gelengkan kepalanya dan mencoba tidak melihat kearah Rani.
Kemudian Rani memakan cemilan yang di bawanya. Lalu pak Kevin tidak sengaja melihat nya dan memerhatikan cara makan nya.
Rani mengunyah dengan pelan dan sedikit melamun Tampa menyadari pak Kevin memerhatikan nya.
Lalu pak Kevin datang menyusul nya karena tidak tahan dengan yang iya lihat.
"Mas Kevin."ucap Rani dan membenahi duduk nya yang sedikit kurang lurus.
"Angga dimana?"tanya pak Kevin sedikit menunduk.
"Belum datang mas.
Tidak lama kemudian akhirnya Angga datang dan ikut bergabung.
"Tante, Dedy, dah lama di sini?"tanya Angga.
"Belum dong."jawab Rani.
"Sini dedy ajarin, yang mana aja yang mau Angga kerjakan."tanya pak Kevin sambil membuka buku Angga.
"Oh yang ini."ucap pak Kevin mengangguk anggukkan kepalanya.
Lalu pak kevin mulai mengajari Angga, namun Rani tidak sengaja melihat pak Kevin yang begitu tampan bila kena sinar matahari.
"Wah tampan banget."ucap Rani sambil memperhatikan wajah nya begitu juga melihat bibir nya kumisnya.
"Aduh apa sih, kenapa aku kayak gini."ucap Rani menepuk-nepuk pipinya.
"Tante, tante kenapa."tanya Angga melihat Rani yang bertingkah aneh.
"Iya gak papa, gak papa."ucap Rani mengelak.
"Yaudah Tolong buat kan saya kopi!"ucap pak Kevin.
Kemudian setelah Rani sudah membuatkan kopi lalu iya mengantarkan nya.
__ADS_1
"Tante tadi handphone berdering."ucap Angga. "masa sih sayang?"tanya Rani sambil memeriksa handphone nya.
Setelah di periksa Ternyata telpon dari mantan Rani.
"Ngapain lagi sih anak, bukanya udah aku bilang jangan hubungin aku lagi! cape deh di bilangin ngak ngerti ngerti."ucap Rani dalam hati.
"Ada apa tan? sini ajarin Angga. Angga yang ini kurang mengerti."ucap Angga.
Lalu Rani datang dan duduk di samping Angga.
"Lah Dedy tadi mana sayang bukan nya sama Angga?"tanya Rani.
"Baru pergi Tante, katanya ada meeting jadi buru buru pergi deh."ucap Angga.
"Oh gitu, yaudah lanjut Yo belajarnya nanti keburu panas!"ucap Rani.
Kemudian mereka melanjutkan belajar nya.
Setelah dua jam belajar akhirnya mereka masuk karena hari sudah mulai siang.
Saat mau memasuki rumah Rani tidak sengaja terpeleset di kolam dan terjatuh ke kolam sehingga kaki Rani keseleo.
"Tante!"ucap Angga panik.
Kemudian dia Rani berusaha mau naik dan menahan sakitnya.
"Aduh sakitnya!"merintih Rani kesakitan.
Lalu Angga berusaha menolong Rani namun karena Angga masih kecil iya tidak mampu mengangkat nya.
Rani melihat kaki nya sudah bengkak dan sudah membiru.
"Ya ampun kaki aku, gimana ni kalau jalan pasti payah."ucap Rani dan melihat kaki nya.
Kemudian Rani menyuruh Angga buat ambil perban yang ada di peralatan pertolongan pertama.
Tidak lama Angga datang.
"Ini tante perbannya."ucap Angga.
Kemudian Rani mulai membalut kakinya yang sakit.
Setelah selesai Rani mulai mencoba jalan namun iya masih terjatuh.
"Aduh! Suara teriak Rani.
"Tante! sini pegang Angga aja biar ngak jatuh lagi."ucap Angga memegang tangan Rani dan menarik nya ke pundak Angga.
"Makasih sayang."ucap Rani dan mulai berjalan.
Lalu Rani istirahat di kamar nya dan Angga keluar membiarkan Rani istirahat.
"Kasian Tante Rani."ucap Angga.
Kemudian Angga mempunyai iya untuk menghubungi dedy nya.
__ADS_1
"Tapi nanti kalau Angga telpon Dedy pasti kawatir, baiknya aku minta di beliin makanan saja lah."ucap Angga tersenyum.
Setelah menghubungi pak Kevin tidak lama pesanan Angga pun datang dan memberikan nya ke Rani.
"Sayang dari mana makanan ini?"tanya Rani.
"Dedy yang pesenin Angga yang minta."jawab Angga singkat dan melanjutkan makan nya.
"Udah sekarang tante makan aja dulu itu nanti lapar. Sekarang tante kan belum bisa masak kasian kalau di paksain."ucap Angga.
"Makasih ya Angga udah ngertiin Angga."ucap Rani.
Kemudian mereka berdua makan setelah itu Angga kembali ke kamar nya untuk tidur siang.
"Yaudah sekarang Angga balik ke kamar ya istirahat."ucap Rani.
"Baik tante, nanti kalau butuh bantuan Angga panggil aja ya hihi."ucap Angga dengan centilnya.
"Iya sayang."jawab Rani.
Kemudian Angga keluar dan Rani kembali melihat kakinya.
"Aduh kalau keadaan nya begini bagaimana bisa ngurus kerjaan rumah ya."ucap Rani.
Lalu Rani tertidur setelah menahan rasa sakit di kakinya.
Sedangkan pak Kevin di kantor hanya terdiam saat pulang dari meeting nya.
Namun saat itu ada terdengar keributan di luar ruangan.
"kasih saya masuk buruan!"ucap seorang wanita yang termasuk cantik dan elegan.
"Maaf buk, pak Kevin nya belum bisa di ganggu soalnya pak Kevin banyak kerjaan."jawab buk Fitri.
"Heh! pak Kevin itu calon tunangan saya jadi kamu tidak berhak melarang saya masuk!"jawab wanita itu bentak bentak menunjuk buk Fitri.
Kemudian dengan paksa wanita itu mendorong dan masuk ke ruangan pak Kevin.
Kemudian wanita itu masuk dan langsung mendobrak pintu yang tidak terkunci.
Setelah masuk pak Kevin kaget dengan kedatangan wanita itu.
"Maaf pak Kevin, ibu ini sudah saya berhenti kan namun iya memaksa buat masuk."ucap buk Fitri.
"Iya gak apa-apa, kamu kembali saja."ucap pak Kevin.
"Tuh kan huh!"ucap wanita itu kasar.
"Baik pak."ucap buk Fitri dan melihat ke arah wanita itu dengan kesel.
Kemudian wanita itu mendekati pak Kevin dan memeluk nya dari belakang.
"Kevin, kangen banget tau udah berapa lama kita tidak berjumpa."tanya wanita itu dan sangat menikmati badan hangat pak Kevin.
Lalu pak Kevin melepaskan tangan wanita itu dari tubuh nya lalu berdiri menghadap wanita itu.
__ADS_1
"Kevin kamu gimana kangen gak sama aku?"tanya wanita itu.