
Kemudian Rani datang duduk ke samping pak Kevin.
"Mas Kevin lancar?"tanya Rani langsung setiba di samping pak Kevin.
"Iya dong!"jawab pak Kevin.
"Maaf pak Kevin saya permisi balik duluan ke kantor ya."ucap buk Fitri masih di sana.
"Baik lah!"ucap pak Kevin.
"Pak Kevin cuek banget sih, tapi sepertinya OB itu dan pak Kevin dekat banget sih!"guman buk Fitri sambil melihat Rani yang berbicara akrab dengan pak Kevin.
"Oh iya mas Kevin, semalam saya dari kamar Angga, katanya akhir-akhir ini dia kesepian katanya."ucap Rani.
"Karena dia udah jarang lihat kita bermain bersama dia dan menjemput nya pulang sekolah."ucap Rani.
"Yaudah nanti malam kita keluar ya, bersama dengan Angga soalnya ada taman baru yang sudah di adakan banyak permainan."ucap pak Kevin.
"Yang benar mas Kevin?! yes pasti asik kan mas!"ucap Rani kegirangan.
"Kok jadi kamu yang bahagia!"tanya pak Kevin dengan nada datar.
"Oh iya maaf mas, terbawa suasana."jelas Rani dan duduk rapi di tempatnya.
Kemudian mereka bergegas pergi ke kantor.
"Wah itu Rani kan! kenapa sekarang dia penampilannya berbeda?!"ucap para kariawan wanita.
Tak sengaja terdengar oleh Heni kemudian ia juga ikut melihat apa yang terjadi.
"Hei ada apa? kenapa berbicara soal Rani!"ucap Heni.
"Itu lihat Rani bisa datang dengan pak Kevin!"ucap OB wanita itu.
"Oh itu, tapi kenapa dia ke kantor pakaian nya rapi banget lagi!"guman Heni.
"Hei! lihat dia membukakan pintu untuk pak Kevin! jangan-jangan Rani sekarang sudah ganti pekerjaan sejak kejadian kemarin!"teriak salah satu kariawan wanita itu.
Lalu mereka yang berbondong melihat kembali begitu juga dengan Heni.
"Berarti sekarang Rani tidak lagi jadi OB! secepat itu ya dia naik pangkat!"ucap sebagian kariawan.
"Saya jadi iri!"ucap para kariawan wanita lain nya.
"Sudah-sudah bubar jangan bikin ribut disini!"ucap kariawan laki-laki lainnya yang baru datang.
"Sudah bubar masih banyak ini kerjaan!"lanjut nya lagi.
Setelah itu semua yang sedang ngumpul akhirnya bubar. Namun Heni masih tinggal di situ sedang memikirkan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Berarti sekarang Rani sudah tidak lagi jadi OB, melainkan jadi sekretaris pak Kevin? tidak-tidak bukan sekretaris!"ucap Heni kebingungan.
"Enak juga ya jadi Rani! tapi bagus deh apa pun yang terjadi kalau Rani nyaman aku bahagia dia begitu!"ucap Heni tersenyum dan kembali melanjutkan kerjanya.
"Oh iya sayang, tolong bikin kan saya kopi ya!"ucap pak Kevin.
"Gimana mas Kevin, jangan panggil saya disini dengan sebutan seperti itu di kantor pak nanti kedengaran sama kariawan yang lain!"bisik Rani.
"Oh iya, maaf!"ucap pak Kevin.
"Kita harus profesional dong mas!"ucap Rani berbisik.
"Siap pak! sekarang saya akan bikin kan kopi!"lanjut Rani sambil memberikan hormat dan keluar ruangan gerak jalan.
Pak Kevin heran dangan tingkah Rani namun dia hanya tersenyum.
Setelah di luar Rani berhenti gerak jalan dan kembali normal.
"Aduh, aku harus ke dapur kantor ni untuk buat kopi."ucap Rani.
Kemudian Rani kembali melanjutkan jalanya dan melewati meja buk Fitri.
"Hei kamu!"panggil buk Fitri.
"Saya?."ucap Rani.sambil melihat samping kiri dan kanan nya.
"Iya kamu! siapa lagi coba!"ucap buk Fitri.
"Kamu mau kemana?!"tanya buk Fitri.
"Saya mau membuat kan kopi pak Kevin buk!"ucap Rani.
"Oh gitu! bikin kan saya juga ya!"ucap buk Fitri.
"Baik buk! yaudah saya pergi ya buk!"ucap Rani dan langsung pergi.
Setelah itu Rani langsung pergi ke dapur nya dan membuat kan kopi untuk pak Kevin dan buk Fitri.
Dan tidak sengaja melihat Heni yang sedang makan di sana.
"Hei Heni tumben kamu makan siang di sini?"tanya Rani.
"Kamu Rani, ngapain kesini?!"tanya Heni balik.
"Aku ke sini mau bikin kopi untuk pak Kevin, kamu tumben makan disini nggak biasa nya!"ucap Rani.
"Iya ni sekarang aku sudah bawa bekal sendiri! soalnya makan di kantin bosen lagian pengiritan juga tau lah kan aku ngekos gaji juga secukupnya."ucap Heni.
"Lain kali aku bantu ya kalau dah gajian aku traktir lagi!"ucap Rani menyemangati Heni.
__ADS_1
"Oh iya Rani, sekarang kamu kok ikut pak Kevin?"tanya Heni.
"Iya Heni, sekarang aku kerja sebagai asisten pak Kevin."ucap Rani.
Kemudian Heni mengangguk-angguk kepalanya sambil melanjutkan makan nya.
"Ya udah bentar ya aku harus bikin kopi pak Kevin dulu!"ucap Rani.
"Iya kamu bikin dulu lah nanti bisa kena marah besar entar!"ucap Heni.
Kemudian Rani membuat kan kopi dan langsung pergi meninggalkan Heni.
Setibanya di dekat ruangan Rani terlebih dahulu memberikan kopi buk Fitri lalu masuk keruangan pak Kevin.
"Ini mas kopinya!"ucap Rani yang melihat pak Kevin masih melihat berkas-berkas kerjanya.
"Letakkan saja di situ saya masih ada kerjaan ini."ucap pak Kevin.
Lalu dengan mengerti Rani langsung nurut dan Tidak mengganggu pak Kevin.
"Seperti nya saya duduk disini aja biar tidak menggangu pak Kevin!"ucap Rani sambil melihat sofa di depan nya.
Kerena bosan Rani membaca majalah di depan nya. Selama membacanya Rani sedikit mengantuk dan melihat pak Kevin masih sibuk dengan kerjanya.
"Apa aku tidur aja ya sebentar? pak Kevin dia masih sibuk seperti nya!"guman Rani dalam hati.
Kemudian Rani pun duduk dan menutup wajah nya pakai majalah.
Namun saat tidur Rani tidak menyadari bahwa dirinya itu mengigau.
"Uuuh seeeeruuuu ituuu aaumm!"ucap Rani dalam ngigaunya.
Lalu pak Kevin mencari asal suara itu dan melihat ke arah Rani dan mengabaikan nya.
"Saannaaa kamuuu pergi!"teriak Rani hingga membuat pak Kevin kaget.
"Ada apa dengan anak itu!"ucap pak Kevin dan mendatangi nya.
Setelah di datangi oleh pak Kevin dan membuka majalah nya dan ternyata ia melihat Rani sedang tertidur.
Dan pak Kevin melihat nya dan tersenyum setelah itu iya memindahkan Rani ke sofa yang panjang dan menyelimuti nya pakai jas nya.
Lalu pak Kevin melanjutkan pekerjaannya. Sebelum melanjutkan pekerjaannya ada orang yang mengetuk pintu dan Rani sedikit bergerak.
Kemudian pak Kevin langsung segera membuka ia takut Rani akan terganggu oleh suara yang ribut.
"Iya ada apa!"ucap pak Kevin.
"Ini pak ada berkas yang perlu pak Kevin harus periksa!"ucap kariawan itu.
__ADS_1
"Baik berikan pada saya!"jawab pak Kevin dan langsung mengambil kertas map itu.