Bosku Galak

Bosku Galak
Episode 73


__ADS_3

"Sudah-sudah ngak usah lagi saya pakai baju yang lain aja!"ucap pak Kevin dengan nada tinggi dan langsung pergi kembali ke kamar nya.


"Aduh gimana ini, mas Kevin mudah banget sih berubah mud nya!"guman Rani dalam hati dengan cemas.


Setelah bersiap Rani dan pak Kevin begitu juga dengan Angga sudah berada di dalam mobil. Dan terlebih dahulu mengantar Angga.


"Oh iya mas Kevin, hari ini jadi cari si mbok nya?!"tanya Rani.


"Iya!"jawab pak Kevin singkat.


"Ouh gitu mas!"ucap Rani pelan dan menghadap ke depan.


"Takut juga ni kalau mas Kevin gini trus."guman Rani dalam hati dan melihat ke arah pak Kevin kembali.


Setelah itu mereka tiba di tujuan dan langsung pergi mencari ibu-ibu itu. Pak Kevin dan Rani bertanya ke orang sekitar dan mencari ke beberapa tempat.


Setelah beberapa lama kemudian Rani meminta pak Kevin untuk beristirahat dan minum sebentar.


"Dimana ya ibu itu, udah di cari kemana-mana tapi ngak nemu juga nih!"keluh Rani.


"Apa mungkin dia pindah?!"saut pak Kevin.


"Ngak mungkin dong mas, sedangkan kita aja baru ketemu beberapa Minggu yang lalu!"ucap Rani.


Kemudian mereka melanjutkan pencarian nya setelah beristirahat sejenak. Kemudian Rani bertanya kepada bapak-bapak pekerja sol sepatu.


"Permisi pak, maaf mengganggu boleh numpang tanya?!"ucap Rani.


"Iya mbak ada apa?"jawab bapak itu.


Setelah itu Rani menjelas kan ciri-ciri dari ibu itu.


"Oh itu, kemarin saya lihat dia pergi ke arah tempat pengungsian para anak jalanan."jelas bapak itu.


"Oh gitu pak, apa bapak tau dimana lokasi nya?!"tanya Rani.


"Setau saya sih tidak jauh dari jalan sini!"ucap bapak itu menunjukkan jalan persimpangan di sebelah kanan nya.


"Oh gitu ya pak, terima kasih ya!"ucap Rani.


Setelah itu Rani langsung pergi menyusul pak Kevin yang masih asik bertanya ke orang lain.


"Mas Kevin, aku dapat info nya ni!"teriak Rani.


Kemudian pak Kevin melihat ke arah Rani dan langsung menyusul nya juga.


"Gimana-gimana udah ketemu?!"tanya pak Kevin.


"Belum sih mas, tapi katanya dia ada di tempat pengungsian."jelas Rani.


"Yaudah ayok kita langsung kesana aja!"ucap pak Kevin.

__ADS_1


Kemudian Rani mengangguk kan kepalanya dan langsung pergi ke mobil dan pergi menuju tempat pengungsian sesuai informasi yang di beri oleh bapak itu.


Setibanya di sana Rani dan pak Kevin turun dan melihat sekitar yang begitu kumuh.


"Apa mungkin dia disini?!"ucap pak Kevin.


"Mungkin saja, yaudah ayok masuk mas!"pinta Rani dan langsung berjalan masuk.


"Tunggu!"ucap pak Kevin yang melihat Rani pergi.


Kemudian mereka pun masuk dan mencari ibu itu. Dan tidak lama mereka pun menemukan ibu itu sedang tertidur di antara beberapa orang.


"Mas Kevin, mas Kevin, kemari lah!"ucap Rani memanggil pak Kevin.


"Iya ada apa?"ucap pak Kevin setelah di dekat Rani.


"Lihat, seperti nya yang kita cari itu mas!"ucap Rani sambil menunjuk wanita itu.


"Yaudah ayok kita ke sana!"ucap pak Kevin.


Lalu mereka pun berjalan ke dekat wanita itu.


"Buk, buk!"ucap Rani memegang pundak ibu itu.


Kemudian ibu itu pun bangun dan duduk.


"Iya ada apa ya mencari saya, sudah saya bilang saya mau istirahat!"ucap ibu itu membelakangi mereka.


"Maaf buk mengganggu!"ucap Rani sedikit canggung.


"Kalian!"ucap ibu itu kaget.


"Iya buk, ini kami!"jawab Rani.


"Aduh maaf nak, disini tempat nya kumuh tidak cocok dengan kalian! kenapa datang kesini tiba-tiba?!"tanya ibu itu dan langsung berdiri dan di bantu oleh Rani.


"Gini buk, kami datang kesini mau minta ibu kerja di rumah sebagai pengasuh."ucap pak Kevin.


"Iya buk, semoga ibu mau ya!"lanjut Rani.


"Iya saya mau!"jawab ibu itu bersemangat dan langsung menyutujui nya.


"Tapi nak, saya punya cucu apa mungkin dia bisa ikut dengan saya?!"tanya ibu itu.


"Gimana mas?"tanya Rani.


"Bagus aja sih jadi Angga ada teman bermain!"ucap pak Kevin.


"Bener juga ya mas! baik lah, kalau soal cucu ibu ikut saja lagian kan nanti kalau di tinggal dia sama siapa disini!"ucap Rani.


"Makasih ya nak!"jawab ibu itu dengan semangat yang penuh.

__ADS_1


"Oh iya, dimana cucu ibu?!"tanya Rani.


Dia sedang membeli makan bentar lagi juga balik!"ucap ibu itu.


Tidak lama anak itu pun datang dengan membawa sebungkus nasi dan baju yang begitu kotor.


"Nah itu dia, ini cucu saya satu-satunya yang selalu menemani saya susah dan


senang."jelas ibu itu.


Kemudian anak itu pun datang ke dekat mereka dan menyapa Rani dan pak Kevin.


"Halo tante, om, aku Raffa."ucap anak itu mengenalkan dirinya.


"Iya Raffa, ini tante Rani, ini om Kevin!"ucap Rani.


"Yaudah ayo kita keluar dari tempat ini!"ucap pak Kevin.


"Oh iya maaf-maaf."ucap ibu itu.


"Ya sudah silakan ibu siap-siap dulu mungkin ada barang yang perlu di bawa!"ucap Rani.


Kemudian mereka mulai berkemas dan pergi keluar dari tempat itu. Lalu Rani dan pak Kevin terlebih dahulu keluar dari dalam dan menunggu di luar.


"Rani! apa kamu yakin dengan mereka untuk merawat Angga?!"tanya pak Kevin ragu-ragu.


"Mas Kevin, percaya aja ke mereka aku yakin ko ibu itu orang baik!"jelas Rani.


Kemudian pak Kevin pun akhirnya percaya sepenuhnya karena mendengar ucapan Rani. Tidak lama ibu itu dan Raffa pun keluar dari pengungsian itu.


"Udah siap buk, Raffa?!"tanya Rani.


"Sudah."jawab mereka.


Kemudian mereka pun masuk mobil dan langsung pergi menuju toko baju anak-anak.


Setibanya disana mereka langsung turun dari mobil.


"Kita ke sini dulu ya, beli baju untuk Raffa kasian baju nya udah sobek!"ucap pak Kevin.


"Tapi Om, Raffa masih punya baju lain ko!"saut Raffa menunjukkan ke arah nenek nya yang membawa beberapa baju nya.


"Ngak apa-apa sekarang baju itu ngak bisa di pakai lagi, disini Angga bebas pilih baju mana aja!"ucap pak Kevin mendekati Raffa.


"Om yakin, jadi Raffa bisa pilih baju?!"tanya Raffa.


"Iya kamu boleh pilih apa aja!"jawab pak Kevin.


"Makasih om!"ucap Raffa dan langsung memeluk pak Kevin.


"Iya sayang!"ucap pak Kevin dan langsung membawa Raffa masuk ke dalam.

__ADS_1


"Nah sekarang Raffa masuk ke kamar mandi cuci muka tangan nya dan baru ganti sama baju ini!"ucap Rani dan memberi satu pasang baju baru kepada nya.


"Baik tante!"jawab Raffa.


__ADS_2