Bosku Galak

Bosku Galak
Episode 43


__ADS_3

"Itu Rani kan? kenapa dia kayaknya sedang bersedih!"ucap Putra.


Sedangkan Ulan ijin juga pergi ke toilet menyusul Rani.


"Mas saya ke toilet sebentar ya?"ucap Ulan.


"Iya sudah aku tunggu di sini ya sambil menunggu pesanan datang."ucap pak Kevin.


Lalu Ulan langsung pergi ke toilet wanita dan melihat Rani di sana sedang bercermin dan menatap dirinya sendiri.


"Rani? kekasih Kevin, baiknya jangan berharap lebih nya saya akan merebut kembali Kevin ke pelukan ku!"ucap Ulan berbisik ke telinga Rani dari belakang.


Setelah membisikkan itu Rani hanya terdiam dan Ulan keluar dari kamar mandi.


"Apa itu maksud nya!"ucap Rani dan terdiam sejenak.


"Oh jadi dia mau merebut mas Kevin, sangat licik ya. Aku tidak akan biarkan itu terjadi!"tegas Rani kepada dirinya sendiri.


"Aku juga tidak akan menyerah dengan mudah."ucap Rani menyemangati dirinya sendiri.


Lalu Rani keluar dan tidak sengaja bertemu dengan Putra. Ternyata putra sudah menunggunya keluar dari toilet.


"Rani! sedang apa kamu disini?"tanya Putra memegang tangan Rani.


"Putra, oh aku ke sini buat makan lah masa iya mau shopping."ucap Rani bercanda.


"Haha ada-ada saja kamu ya Rani, bagaimana kabar kamu udah lama kita tidak jumpa."tanya Putra.


"Masih seperti biasa! yaudah aku ke sana dulu ya!"ucap Rani sambil menunjuk ke arah orang pak Kevin duduk.


"Iya Rani, aku masakin spesial buat kamu ya?!"ucap Putra.


"Mau masak apa?"tanya Rani balik.


"Makanan kesukaan kamu dong! oh iya yang kamu suka apa?"tanya Putra.


"Yaudah kalau mau masakin, masak itu aja deh eee masak lobster aja!"ucap Rani.


"Oke deh siap tuan putri!"ucap Putra.


"Yasudah sana pake panggil tuan putri segala."ucap Rani.


Lalu Rani kembali duduk bersama orang pak Kevin dan Ulan.


Rani terlihat lebih semangat dari sebelumnya iya sudah dapat mengontrol dirinya.


"Rani kamu kenapa senyum-senyum gitu?!"tanya pak Kevin.


"Gak apa-apa mas ini adalah topeng terindah saya!"ucap Rani membuat pak Kevin heran.

__ADS_1


"Maksudnya?!"tanya pak Kevin.


"Bukan apa-apa mas ya sudah ayo lanjut makan sudah lapar kan?"ucap Rani langsung mengambil makanan yang sudah ada di meja.


Membuat Ulan kesel dengan tingkah Rani dan Rani menatap tajam ke arah Ulan.


"Cih."ucap Ulan sambil membalikkan matanya dari Rani.


Dan Rani hanya tersenyum licik aja melihat Ulan seperti itu.


"Kayaknya rencana aku akan berhasil."guman Rani dalam hati.


Tidak lama kemudian Putra datang dengan makanan yang di masak oleh Putra.


"Ini tuan putri makanan nya sudah tersedia."ucap Putra di depan pak Kevin dan Ulan.


"Wah terima kasih pangeran."ucap Rani dan langsung menaruh makanan nya di depan Rani.


Pak Kevin melihat itu langsung cemburu dan langsung memukul meja membuat mereka yang ada di situ kaget.


Seketika orang Yanga da di restoran itu kaget dengan suara pukulan pak Kevin.


"Maaf ya pak, bapak mengganggu kenyamanan orang yang ada di sini jika mau berisik silahkan pindah dari sini."ucap putra langsung.


"Maaf buat pengunjung sekalian silahkan kembali menikmati makannya."ucap Putra meminta maaf kepada pelanggan.


Kemudian dengan tenang pak Kevin langsung duduk kembali.


"Apa masalahnya pak, sedangkan Rani saja tidak keberatan dengan itu."ucap Putra membantah pak Kevin.


"Hei jika mau cari masalah dengan saya jangan di sini mari kita selesaikan di luar."ucap pak Kevin.


"Ayok kit,,"ucap Putra terpatah dan Rani langsung memberhentikan mereka berdua.


"Sudah-sudah apa kalian tidak malu berantem hanya masalah kecil."ucap Rani.


"Masalah kecil? kamu bilang masalah kecil?!"ucap pak Kevin.


"Bukan kah itu masalah kecil ingat kita sudah dewasa coba dong berbicara dewasa!"ucap Rani menghentikan perdebatan.


Lalu kedua nya sedikit tenang lalu Putra kembali ke ruangan nya.


"Maaf ya Putra atas kelakuan mas Kevin."ucap Rani.


"Iya gak apa-apa ko!"ucap Putra dan langsung kembali dan menatap tajam ke pak Kevin.


Lalu Rani tersenyum licik ke Ulan Rani membuktikan bahwa pak Kevin itu cinta dan sayang kepada nya.


"Yaudah mas, saya minta maaf mari makan lagi ya!"ucap Rani membujuk pak Kevin.

__ADS_1


Lalu pak Kevin sedikit tenang karena sudah di di bujuk oleh Rani.


"Tapi kamu tidak boleh memakan itu!"ucap pak Kevin dengan tegas menunjukkan makanan yang di bawa oleh Putra.


"Tapi mas!"ucap Rani.


"Kalau gak saya akan membuat ulah disini."ancam pak Kevin tampa ia sadari dirinya sangat cemburu kepada Putra.


"Kevin sudah dong, lagian gak apa-apa dong dia mau dekat dengan siapa!"ucap Ulan mengalihkan pembicaraan Rani dan pak Kevin.


"Ini ngak ada urusannya dengan kamu jadi ngak usah ikut campur!"ucap pak Kevin.


"Iya maaf ngak lagi deh."ucap Ulan dan kembali makan.


"Hahaha kena kan makanya jangan berani bermain api!"guman Rani dalam hati dan tersenyum licik melihat ke Ulan.


Kemudian Rani memakan masakan Putra yang spesial di buat untuk Rani.


Rani melihat bahwa makanan nya ada bentuk love nya.


"Wah ini kesukaan aku banget ada ginian nya!"ucap Rani seperti anak kecil yang bahagia.


Dan pak Kevin hanya bisa menahan amarahnya yang ingin meledak. Dan seketika pak Kevin kehilangan selera makan.


"Mbak, bill nya tolong."ucap pak Kevin memanggil pelayan.


"Mas Kevin kenapa gitu ini makanan nya belum habis sayang kalau di buang."ucap Rani.


"Saya kehilangan selera makan, dan tidak nafsu lagi!"ucap pak Kevin dengan juteknya.


Lalu mbak pelayanan itu datang dan langsung memberi nya bill.


"Yang ini tidak usah di hitung ya mbak soalnya saya sudah bayar."ucap Rani menunjuk makannya.


"Baik mbak!"ucap pelayanan itu dan langsung pergi.


Lalu Rani melanjutkan makan nya dan pak Kevin melihat Rani sangat menikmati makannya.


"Mas Kevin dan Ulan belum mau pulang?"tanya Rani dan makanan masih ada di mulutnya.


Pak Kevin hanya memandangi Rani yang terlihat konyol.


"Mas Kevin? ngak jadi pergi?"tanya Rani.


"Saya akan menunggu kamu sampai selesai makan."ucap pak Kevin dengan datar.


"Baik lah mas!"ucap Rani dan melanjutkan makanya menggunakan tangan Tampa memakai sendok.


Ulan yang melihat pak Kevin yang selalu melihat ke arah Rani sedikit cemburu dan mencoba mendekati pak Kevin kembali.

__ADS_1


"Kevin aku ingin banget pergi ke taman tempat kita dulu! bagaimana kalau kita kesana."tanya Ulan.


Namun pak Kevin tidak mendengarkan nya dan masih saja melihat ke rani yang asik makan.


__ADS_2