
"Pak Kevin, ini saya bawakan kopi buat bapak!"ucap Nita mendekati pak Kevin.
"Baik, letakkan saja disana!"ucap Kevin cuek.
"Baik pak! oh iya ini udah waktunya makan siang. Pak Kevin ngak mau makan gitu biar saya temani!"rayu Nita.
Kemudian pak Kevin melihat ke arah Nita.
"Kamu tidak dengar saya bilang apa!"bentak pak Kevin.
"Baik pak saya permisi dulu!"ucap Nita.
Kemudian Nita pun keluar dari ruangan pak Kevin.
"Gila payah juga ya dekatin tu cowok. Sabar Nita ini baru permulaan. Pekerjaan yang pertama sudah lolos tinggal merusak hubungan mereka lagi. Aku akan masuk kehidupan kalian lihat saja dari sini aku akan mendapat kan banyak uang."guman Nita.
"Hei kamu anak baru, ngapain bengong disana aja!"panggil buk Fitri.
"Ih siapa lagi ni!"guman Nita kesal dan mengkerut kan jidat nya.
"Iya buk, saya baru keluar dari ruangan pak Kevin!"ucap Nita menundukkan kepalanya.
"Oh terus kok berdiri disitu! sana lanjutin tu kerjaan masih banyak!"ucap buk Fitri.
"Baik buk!"jawab Nita dan segera pergi.
"Ada apa ya di dalam kok dia kelihatan kesel sih. Atau ada apa-apa lagi di dalam!"ucap buk Fitri dan mendekat kan telinga nya ke pintu.
"Ngak ada apa-apa pun!"ucap buk Fitri menggaruk kepalanya.
"Aduh lelah banget nih!"ucap Heni menghela nafas panjang dan mengusap keringat nya.
"Kalau Rani sekarang pasti enak, dia kan udah jadi pengikut pak Kevin ngak harus capek-capek."ucap Heni.
"Malahan udah jadi pacar nya lagi!"ucap Heni lanjut.
"Apa! pak Kevin sudah punya pacar?!"ucap seseorang dari belakang nya.
"Aduh gawat ni kalau dia tau pak Kevin sama Rani udah pacaran!"guman Heni.
"Ah bukan, maksud aku Rani sudah punya pacar sekarang jadi ngak perlu bingung soal dana gitu maksud aku!"ucap Heni mengalihkan pembicaraan.
"Ah yakin kamu, berarti aku salah dengar gitu?!"ucap orang itu dan duduk di samping Heni.
"Oh iya, kamu ngapain disini?!"tanya orang itu yang bernama Nela.
"Ini nih, habis kerja jadi duduk sebentar."ucap Heni.
"Oh gitu!"jawab Nela.
"Kamu ngapain kesini ngak biasa nya!"lanjut Heni.
"Cuman dengar kamu ngomong gitu aja tadi maknanya aku kesini. kalau benar pak Kevin sudah punya pacar pasti ceweknya cantik banget kan!"ucap Nela kagum dan membayangkan sosok wanita cantik.
"Coba aja aku jadi pacar nya, pasti setiap hari di manja terus sama pak Kevin!"ucap Nela menghayati.
__ADS_1
"Sadar Nela, walaupun pak Kevin punya pacar orang nya bukan kayak kamu bakal ia pilih!"jelas Heni.
"Ih, kamu aku kan cuman ngarep aja siapa tau jadi kenyataan!"ucap Nela menyenggol Heni dan segera pergi.
"Ngarep aja kamu itu, kerja aja baik-baik!"teriak Heni.
"Huh! kami itu kerja baik-baik dan lama kerja disini tapi masih aja belum punya pasangan!"balas Nela.
"Apaan sih kamu! aku udah punya pacar ya!"ucap Heni.
.
"Oh yaa! mana kok kamu ngak pernah kenalin ke aku. Aku pikir kamu mau sendiri seumur hidup!"ucap Nela dengan cepat kembali ke dekat Heni.
"Ii,,,i, iya aku sudah punya!"jawab Heni gugup.
"Kalau gitu, akhir pekan kita double date ya!"pinta Nela.
"Besok?!"tanya Heni.
"Iya!"ucap Nela.
"Gawat! siapa mau jadi pacar gue kalau secepat ini!"ucap Heni panik.
"Gimana? kamu setuju ngak!"ucap Nela.
"Okeh, gue setuju!"jawab Heni.
"Okeh, gue tunggu ya. Sesuaian aja tempat nya."ucap Nela dan segera pergi.
"Aduh gimana dong!"ucap Heni.
Setelah berfikir panjang Heni pun mendapat ide untuk menghubungi Rani.
"Ayo,, angkat dong Rani gue butuh bantuan kamu ni!"guman Heni.
"Iya halo Hen?!"jawab Rani.
"Rani, makan siang kita ketemu di resto biasa ya!"ucap Heni!"
"Baik deh!"ucap Rani mematikan telpon nya.
"Tumben banget Heni."ucap Rani mengangkat bahunya.
Lalu ia pergi keruangan pak Kevin terlebih dahulu.
"Mas Kevin, aku ijin sebentar ya. Mau keluar dengan Heni!"ucap Rani.
"Mau keluar dengan Heni?!"tanya pak Kevin melihat Rani.
"Iya mas! cuman jam istirahat aja ko. nanti langsung balik kesini."ucap Rani.
"Boleh ya mas!"bujuk Rani sambil memijat badan pak Kevin.
"Baik lah, lebih dari situ aku akan menyusul mu kesana!"jelas pak Kevin.
__ADS_1
"Yang benar mas?!"tanya Rani.
Belum sempat di jawab oleh pak Kevin Rani dengan penuh semangat langsung mencium pak Kevin di bagian pipi nya.
Setelah mendapat ijin dari pak Kevin Rani langsung bergegas ambil tas nya dan pergi.
"Hati-hati!"teriak pak Kevin.
"Anak itu, tidak bisa pelan. Tapi Rani kok bersemangat banget ya pergi atau dia pergi dengan seorang cowok ya!"fikir pak Kevin.
"Tidak mungkin dia kan pergi dengan Heni."ucap pak Kevin.
"Biasanya kan kalau ada Heni pasti ada Putra! Gawat ini kalau ada Putra disana!"ucap pak Kevin dan langsung mengambil kunci untuk mengikuti Rani dari belakang.
setelah tiba di restoran Rani melihat Heni yang sudah duduk menunggunya di sana.
Lalu Rani langsung menghampiri nya di meja nomor dua belas.
"Heni, dah lama di sini belum?!"tanya Rani dan langsung duduk.
"Ada apa Heni? biasanya kalau kamu udah ngajak ketemuan kayak gini pasti ada yang penting!"jelas Rani.
"Iya ni Rani!"jawab Heni.
Tidak lama pak Kevin pun tiba di tempat Rani dan melihat Heni dan Rani sedang mengobrol.
"Dia benar cuman berdua aja!"guman pak Kevin mengangguk kan kepalanya sambil mengintip dari balik dinding.
"Oh masalah itu, gimana ya!"ucap Rani setelah mendengar curhat Heni.
"Aku bingung kamu juga bingung."ucap Heni.
"Oh iya, Putra kan ada bisa jadi pacar boongan dulu!"usul Rani.
"Iya juga ya, tapi Rani apa dia mau?!"tanya Heni.
"Coba aja dulu hubungi dia, siapa tau dia mau!"ucap Heni.
Kemudian Heni coba menghubungi Putra.
"Ngak dia angkat Rani, coba kamu dulu deh yang nelpon!"ucap Heni.
"Yaudah tunggu!"ucap Rani.
Lalu pak Kevin kembali memfokuskan melihat Rani.
"Halo Putra, aku bisa minta tolong ngak!"ucap Rani.
"Apa itu Rani, kalau aku bisa bantu boleh aja!"jawab Putra.
"Kamu sibuk ngak? kalau ngak sibuk ketemuan dulu yuk!"ucap Rani.
"Yaudah aku ke sana ya kebetulan juga ini lagi senggang kok!"ucap Putra kebetulan di dalam mobil.
Lalau putra pun langsung menuju ke arah Rani berada. Tidak lama Putra pun tiba di lokasi dan memarkir mobil nya.
__ADS_1