
Ada apa bro!"tanya Putra melihat pak Kevin mengepal tangan nya.
"Ada apa?! ngak apa-apa juga. Sudah lue ngak pergi kemana gitu?!"tanya pak Kevin.
"Ngak bro, lue mau pergi yaudah pergi aja dulu gue mau disini aja melihat pemandangan yang indah ini!"ucap Putra memandang ke arah Rani dan Heni berada.
Pak Kevin pun mulai kesal dan mulai gelisah dan ngak merasa nyaman.
"Hen makan es krim di sana yuk kayak nya enak tau lagian dah lama ni ngak nikmatin es krim."ucap Rani mengajak Heni.
"Ayok!"jawab Heni dan pergi ke jualan es krim dan duduk di situ.
"Heni, gue kesana dulu ya!"ucap Rani ijin ke Heni.
"Oke!"jawab Heni.
Lalu Rani berjalan ke arah pak Kevin dan Putra berada.
"Mas Kevin, Putra yok kesana makan es krim pasti mau kan?!"tanya Rani ke mereka.
"Mau dong! ayo kesana!"ucap Putra yang langsung merangkul Rani dan jalan.
"Hei, kamu Putra main rangkul aja itu mas Kevin gimana."ucap Rani.
"Udah biarin aja dia kan bisa jalan sendiri!"ucap Putra.
"Dasar sialan tu orang! main rangkul aja awas kue ya lihat aja entar!"guman pak Kevin kesal dan menatap tajam ke arah Putra.
Kemudian pak Kevin dan yang lain nya menikmati es krim yang sudah di beli. Namun pak Kevin hanya menatap tajam ke arah Putra karena tidak hentinya Putra melihat ke arah Rani terus.
"Mas Kevin, kenapa bengong aja!"tanya Rani.
"Ngak ko, es krim nya enak!"jawab pak Kevin.
"Oh gitu!"jawab Rani dan kembali menikmati es krim nya.
Saat Rani memakan es krim ngak sengaja es krim nya mengenai wajah Rani.
"Yah,,kan,,!"ucap Rani.
"Kamu Ran, pelan-pelan kali makan nya jadi celepotan gitu kan!"ucap Heni.
Dengan sigap Putra dan pak Kevin mengambil tisu bersamaan. Dan langsung melap es krim yang ada di wajah Rani.
Rani terdiam saat keduanya bersamaan hanya untuk membersihkan wajah Rani yang kena es krim.
"Mas Kevin, Putra aku bisa sendiri kok!"ucap Rani dengan gugup.
"Aku ajah!"ucap pak Kevin dan Putra bersamaan.
__ADS_1
Lalu mereka berdua saling tatap dan pak Kevin menatap tajam ke Putra dengan ke adaan tanga mereka masih berada di wajah Rani.
"Sudah aku bisa sendiri!"ucap Rani dan langsung menurunkan tangan mereka berdua.
"Putra, kamu masih suka ya sama Rani, lihat aku di sini aku itu udah suka sama kamu lihat aku dong jangan Rani mulu!"guman Heni dalam hati.
"Tapi kan sebelum nya, aku kan yang mau mereka harus dekat tapi kenapa aku yang jadi suka dan cemburu gini sih!"lanjut Heni melihat Putra yang masih saja melihat Rani.
"Apaan sih ni anak, suka ganggu banget dah apa dia ngak tau apa kalau aku ini pacar nya Rani!"guman pak Kevin membuang muka.
Lalu Rani hanya terdiam melihat mereka berdua.
"Ada apa ini kok jadi canggung gini sih, bukan nya tadi baik-baik aja ya!"guman Rani sambil memakan es krim nya.
"Wah lihat itu ada biang lala, gimana kalau kita kesana gais!"ucap Rani memecahkan suasana canggung.
Kemudian dengan serentak mereka melihat ke arah yang bersamaan dan Rani menarik Heni pergi ke situ.
"Rani.. terus gimana orang pak Kevin dan Putra?!"tanya Heni.
"Biar aja lah, nanti juga nyusul."ucap Rani.
"Baik lah!"jawab Heni yang melihat ke belakang.
"Sudah ayo lah biar aja mereka merenung dulu biar mereka baikan. Seperti nya ada salah paham di antara mereka!"ucap Rani.
"Semoga aja mereka baikan dan kembali seperti sebelum nya. Aku tau pasti mas Kevin marah kan sama Putra gara-gara itu tadi."guman Rani.
"Andai aja dia tau kalau Rani itu pacar saya pasti dia ngak berani mengganggu. Apa aku kasih tau aja ya tapi kalau aku kasih tau aku ngelanggar janji dong."guman pak Kevin.
"Kalau hubungan ini ngak boleh ada orang yang tau."ucap pak Kevin.
"Hei lue! suka sama Rani ya?!"tanya pak Kevin ke Putra.
"Apa urusan nya sama lue bro! itu kan hak gue."jawab Putra.
"Asal lue tau Rani itu.."ucap pak Kevin terputus.
"Kenapa dengan Rani!"ucap Putra.
"Rani itu calon istri gue!"ucap pak Kevin mengaskan.
"Apa! calon, sejak kapan lue bisa dapat kan hati Rani jangan mimpi deh!"ucap Putra.
"Rani itu hanya milik ku saja!"ucap Putra dengan pedenya.
"Kita lihat aja nanti!"ucap pak Kevin.
Dan dari situ Putra dan pak Kevin jadi saingan walaupun Rani sudah punya hubungan dengan pak Kevin. Namun pak Kevin belum merasa puas jika dia punya saingan.
__ADS_1
"Okeh kita lihat siapa yang di pilih Rani!"jawab Putra.
Setelah itu mereka pergi melihat Rani dan Heni yang masih naik di wahana.
"Lihat deh Rani kayak nya mereka udah kayak tadi deh, lihat mereka datang kesini!"ucap Heni.
"Syukur lah mereka udah baikan!"ucap Rani dengan senang.
Kemudian mereka turun dari wahana. Dan menyusul pak Kevin dan Putra.
"Nih minum nya!"ucap pak Kevin dan Putra bersamaan.
"Hah!"ucap Rani heran.
"Aduh ada apa ini!"ucap Rani.
"Ayok minum dulu haus kan tadi habis makan es krim nya!"ucap Putra.
"Rani minum ini aja lebih seger."ucap pak Kevin memberikan sebotol air yang berasa.
"Rani mereka kenapa begitu?!"tanya Heni berbisik.
"Aku pun ngak tau!"ucap Rani yang melihat mereka saling menatap.
"Yaudah sini dua-duanya aku mau!"ucap Rani.
Membuat keduanya kaget, kemudian Rani memberikan nya ke Heni.
"Heni, ini ni buat kamu supaya segar trus yang ini bisa kamu bawa pulang deh lumayan stok!"ucap Rani.
"Tapi Rani!"ucap Heni.
"Udah gak apa-apa aku bisa beli kok!"ucap Rani dan pergi meninggalkan mereka.
"Ya ampun mereka ada apa sih kok jadi gitu banget lebih parah!"ucap Rani.
"Gimana dong cara atasi ini!"ucap Rani.
"Pak Kevin ini ada apa!"tanya Heni.
"Jangan ikut campur!"bentak keduanya.
"Ups, baik lah!"ucap Heni dan pergi menyusul Rani.
"Seperti nya kalau kayak gini terus ini ngak bakal selesai deh!"ucap pak Kevin.
"Ngak pokoknya aku harus bisa dapatin Rani!"ucap Putra gigih.
"Hei itu tidak akan mungkin dia akan menikah dengan ku!"ucap pak Kevin.
__ADS_1
"Tidak mungkin!"ucap Putra kuat.
"Lihat aja nanti!"ucap pak Kevin meyakinkan Putra.