
"Kalau gitu kapan nak, kamu kenal kan dia sama ibuk dan bapak?!"tanya ibuk Rani.
"Tapi buk, Rani sekarang aku lagi di luar negeri tidak bisa mengenal kan nya langsung ke ibuk sama bapak!"ucap Rani.
"Tapi nak!"ucap ibuk Rani.
"Iya buk, suatu hari nanti aku bakal kenalin ke ibu kok!"lanjut Rani.
"Hum, baiklah nak ibu ngak bisa paksakan harus sekarang sih. Tapi jangan lupa beritahu ibu ya!"ucap ibuk Rani.
"Maaf ya buk, untuk saat ini belum bisa!"ucap Rani sedih.
Lalu ibuk Rani pun mematikan telpon nya dan memberikan handphone nya ke bapak Rani.
"Gimana buk, apa Rani setuju mau menikah?!"tanya bapak Rani.
"Belum pak!"jawab ibuk Rani.
Kemudian Rani berjalan ke arah pak Kevin yang sedang duduk.
"Ada apa, kenapa terlihat sedih gitu?!"tanya pak Kevin.
"Ibu aku sedang sakit mas! ibu sama bapak juga menyuruh ku untuk menikah."keluh Rani.
"Aku bingung, apa aku harus terima perjodohan itu?!"ucap Rani.
Lalu pak Kevin melihat ke Rani dan memegang pundak nya.
"Jadi aku kamu bagaimana kan, apa kamu ngak menganggap ku!"ucap pak Kevin.
"Maaf mas bukan gitu, maksud aku itu apa mungkin mas Kevin mau menikahi aku hanya karna orang tua aku gitu!"jelas Rani.
Kemudian pak Kevin berdiri.
"Tampa orang tua kamu menyuruh aku juga bakal nikahin kamu ko."ucap pak Kevin.
"Namun pernikahan itu bukan gampang harus benar-benar matang dan harus saling mencintai."ucap pak Kevin.
"Jadi gimana?!"ucap pak Kevin.
"Aku mau aja kok mas Kevin."ucap Rani gugup.
"Yaudah nanti kita pulang ayo kita temui orang tua kamu yah!"ucap pak Kevin.
"Tapi mas, apa mas Kevin udah yakin dengan ku. Aku takut mas Kevin tidak akan menyukai orang tua ku keluarga kita ngak cocok mas!"guman Rani sedih dan membalikkan badannya.
"Ada apa Rani?!"tanya pak Kevin.
"Ngak apa-apa kok mas!"jawab Rani.
__ADS_1
"Apa mungkin mas Kevin ingin mau menikahi aku."guman Rani dalam hati dan duduk dekat cermin hotel.
"Sore ini kita masih ada klayen ya, nanti berusaha sebaik mungkin ya. Yang kemarin kamu perfek deh kamu cerdas banget aku suka kerj keras kamu!"ucap pak Kevin.
"Dan ini satu lagi aku mau kamu yang hendel ya. Jika kamu berhasil,,"Ucap pak terputus.
"Aa,,aman kok mas Kevin sini aku ambil ya!"ucap Rani lihat dan mengambil berkas yang ada di tangan pak Kevin.
"Oh oke lah!"jawab pak Kevin.
Kemudian Rani pun mulai menghapal dan mengerjakan berkas itu. Pak Kevin yang melihat nya hanya bisa diam.
"Yaudah sayang kamu pulang duluan ya, aku masih ada urusan disini!"ucap Andre yang menyuruh pacar nya pulang ke kampung.
"Bandar ya sayang, kalau kamu udah siap di kota kamu langsung pulang!"ucap Angel.
"Iya sayang!"ucap Andre mengecup kening Angel.
Lalu Angel pun masuk ke dalam bus dan bus nya pun mulai berjalan pergi.
"Yes, kalau kayak gini aku udah gampang lagi mau deketin Rani ."ucap Andre sambil mengambil handphone nya dari dalam Saku.
"Aku mau nelpon Rani dulu lah siapa tau dia ngak sibuk bisa di ajak jalan deh!"guman Andre dalam hati kesenangan.
Namun sudah beberapa kali ia memanggil tidak ada jawaban dari Rani.
"Aduh Rani kemana dia kok ngak ada jawaban ya. Apa dia sibuk tapi ini kan udah waktunya pulang kerja."ucap Andre.
Lalu ia pergi ke tempat Heni dan melihat Heni baru tiba juga di kost nya.
"Heni! Heni tunggu. Kamu tau Rani kemana?!"tanya Andre.
"Aku ngak tau, aku juga ngak ketemu sama dia udah beberapa hari ini!"ucap Heni jutek.
"Kamu yakin Heni."ucap Andre menahan tangan Heni.
"Iya!"jawab Heni.
Lalu Heni masuk dan meninggal Andre sendirian di luar.
"Rani kemana lagi ni!"ucap Andre ia pun pergi.
Keesokan harinya pak Kevin dan Rani sudah bersiap pergi ke rapat di sebuah kafe.
Rani sedikit gugup karena masih kepikiran orang tuanya.
"Rani, gimana kamu udah siap kan soal nya ini klayen penting yang harus kita menangkan. Orang nya juga sedikit galak jadi kita harus pandai mengambil hati nya."ucap pak Kevin.
"Iya mas, ini sudah berusaha kok!"ucap Rani.
__ADS_1
"Baik lah!"ucap pak Kevin.
Kemudian Rani sebelum turun dari mobil ia menarik nafas nya dalam-dalam dan menghembuskan nya ia melakukan beberapa kali sampai ia tenang.
Lalu pak Kevin memegang tangan nya dan melemparkan senyum nya ke Rani.
"Aku yakin kamu pasti bisa ko!"ucap pak Kevin.
"Karena kalau kamu berhasil uang itu bisa kamu pakai untuk berobat orang tua kamu."ucap pak Kevin.
Lalu Rani yang mendengar itu semakin bersemangat untuk memenangkan nya.
"Sungguh mas Kevin?!"ucap Rani dengan mata yang berbinar melihat ke pak Kevin.
"Iya makanya kamu harus berhasil!"ucap pak Kevin.
"Dan satu lagi besok juga kita akan segera pulang jadi kamu bisa melihat orang tua kamu yang sakit."ucap pak Kevin.
Lalu Rani menggenggam tangan nya dan membuat tekat yang kuat.
"Aku harus bisa!"guman Rani menatap tajam ke depan.
"Ayo mas Kevin, kita pasti bisa!"ucap Rani.
Kemudian mereka pun masuk dan bertemu dengan bapak pemilik perusahaan ternama. Ia terlihat kekar dan sedikit pemarah.
"Mas Kevin itu orang nya?!"bisik Rani.
"Iya!"jawab pak Kevin langsung masuk.
"Halo pak! gimana sudah lama menunggu?!"tanya pak Kevin berjabatan tangan.
"Ngak! yaudah silahkan duduk."ucap klayen nya itu.
Kemudian mereka pun duduk dan membahas soal bisnis yang akan di diskusikan.
Lalu Rani menjawab beberapa pertanyaan bos itu dengan teliti dan jelas. Dan bos yang mendengar usulan dari Rani merasa senang.
"Saya suka dengan masukan sekretaris anda, maaf siapa nama sekretaris itu?!"tanya bos itu.
"Rani pak, saya sebagai sekertaris harus nya berusaha lebih baik dan maka dari itu saya bisa sampai di sini!"jelas Rani.
"Baik lah, kerja sama kita ini kita akhiri dengan minum bir ya!"ucap bos itu.
"Maaf pak bagaimana dengan tanda tangan kerja sama kita?!"tanya Rani.
"Oh itu, baik lah kerja sama kita sekarang sudah berjalan ya!"ucap bos itu dan menandatangani kontrak itu.
"Terima kasih pak!"ucap Rani dan tersenyum dan mengajukan jempol nya ke arah pak Kevin.
__ADS_1
"Baik lah kita party minum-minum malam ini!"teriak bos itu dan beberapa bawahan nya.
Lalu mereka menikmati malam itu.