
"Aku ngak tau harus berbuat apa saat itu, aku hanya bisa duduk di samping eyang aku dan di temani oleh suster yang merawat eyang.
"Hari-hari yang aku lalui itu tidak mudah. Aku selalu menantikan ke hadiran mamah dan papah ku waktu saat itu.
"Aku selalu berdoa dan berdoa namun satu pun doa ku tidak ada yang terjawab. Hingga aku putus asa dan pergi ke sebuah sungai.
"Aku pernah berniat ingin menyusul orang tua ku namun ada seorang anak laki-laki yang memberhentikan dan menarik ku dari pinggir jembatan itu."jelas pak Kevin mengenang masa dulu.
"Mas Kevin sudah!"ucap Rani sedih dan memeluk pak Kevin.
"Sudah cukup, aku ngak mau mas jadi sedih lagi!"jelas Rani.
Namun pak Kevin hanya termenung dan mencoba tidak menjatuh kan air matanya.
"Aku bantu kemasi ya!"ucap Rani dan menyusun baju pak Kevin lalu menyimpan foto itu.
"Tunggu!:ucap pak Kevin dan mengambil foto itu kembali dan memajang nya di atas meja kerja pak Kevin.
"Aku tidak akan pernah melupakan kejadian ini. Aku akan selalu mengenang nya dan eyang aku yang aku cintai!"ucap pak Kevin.
"Lalu sekarang eyang mas Kevin kemana?!"tanya Rani.
"Dia sudah meninggal setelah beberapa lama di rawat di rumah sakit. Sejak kepergian nya aku hanya hidup sendiri dan dan tinggal bersama asisten rumah tangga di rumah ini."ucap pak Kevin.
"Saat aku berumur tujuh belas tahun aku berusaha untuk bangkit dan tidak mengenang masa lalu. Dan mencoba mengembangkan bisnis keluarga yang sudah di wariskan padaku.
"Sejak aku umur tujuh belas cuman ada satu orang yang menemaniku dan kini ia juga sudah pergi.
"Itu adalah kepercayaan papah ku dan orang yang sangat baik bagiku."lanjut pak Kevin.
"Aku sangat merindukan mereka semua tapi aku ngak bisa mengembalikan waktu ke masa itu. Aku pengen melihat mereka lagi akan tetapi kecelakaan itu membuat semuanya hancur."ucap pak Kevin.
"Aku ngak menyangka bahwa mas Kevin itu mempunyai masa kelam!"guman Rani dalam hati sambil meneteskan air matanya.
"Maaf ya mas, aku ngak tau kalau mas Kevin kehilangan orang tua dengan cara seperti itu!"ucap Rani.
Lalu pak Kevin berhenti memandang fotonya dan melihat ke Rani.
"Tapi sekarang aku udah bisa bahagia kok, asal kamu disisi ku!"ucap pak Kevin memeluk Rani.
Rani yang melihat pak Kevin yang begitu putus asa merasa sedih.
"Sabar ya mas!"ucap Rani dan mengelus punggung pak Kevin.
__ADS_1
"Mas kopinya di minum dulu nanti dingin ngak enak loh!"ucap Rani mengalihkan kesedihan pak Kevin.
Namun pak Kevin masih memeluk nya dan tak melepaskan nya.
"Mas Kevin?"ucap Rani.
"Biarkan aku memeluk mu untuk beberapa saat ke depan!!"ucap pak Kevin.
"Ouh, baik lah!"jawab Rani.
Lalu Rani sedikit menetes kan air matanya membayangkan betapa sedih nya pak Kevin di masa lalu.
Tidak lama pak Kevin akhirnya melepaskan pelukan nya dan segera duduk di meja kerjanya.
"Mas Kevin ngak apa-apa kan, aku ambil air hangat ya?!"tanya Rani hendak pergi.
"Ngak usah, ngak apa-apa ko air putih itu aja!"ucap pak Kevin.
"Habis ini kami periksa koper nya ya tolong siapin baju ku!"ucap pak Kevin.
"Iya mas, mas Kevin istirahat aja ya!"ucap Rani.
Kemudian setelah meminum air putih pak Kevin pergi ke atas kasur dan merebahkan badan nya dan melepaskan sepatu nya.
Waktu Rani mau keluar dari kamar ia melihat pak Kevin yang tengah tidur dan duduk di samping nya.
"Mas Kevin yang sabar ya!"ucap Rani mengelus kening pak Kevin dan mencium nya.Tidak lupa ia juga membenahi selimut nya.
"Selamat malam mas Kevin!"ucap Rani dan mencium kening pak Kevin sekali lagi.
Lalu Rani pun keluar dari kamer dan membawa beberapa baju kotor pak Kevin dalam keranjang.
Rani melihat bahwa kamar Angga masih terbuka dan lampu pun masih menyala.
"Loh bukan nya sekarang waktunya istirahat, kenapa pintunya masih terbuka?!"guman Rani dan pergi memeriksa nya.
"Angga! kok belum tidur sayang udah jam berapa ini!"ucap Rani yang melihat mereka masih bermain.
"Udah malam tidur dulu, mainannya juga jangan lupa di susun ya. Kasian loh si mbok nanti ngerapiin terus."ucap Rani.
"Baik tante, maaf belum tidur jam segini!"ucap Angga.
"Ya udah ngak apa-apa sekarang di rapiin dulu mainan nya ya!"ucap Rani.
__ADS_1
"Baik tante!" jawab Raffa dan Angga.
Kemudian mereka mulai menyusun nya dan langsung mencuci kaki dan tangan nya.
"Nah sekarang waktunya tidur ya!"ucap Rani dan mengambil sebuah buku dongeng.
Kemudian mereka tidur dengan nyenyak setelah Rani membacakan buku dongeng. lalu Rani mematikan lampu dan mencium kening mereka.
Sedangkan Heni di kost nya sedang bingung memilih baju yang akan ia pakai untuk besok.
"Pakai yang mana ya besok, yang agak cocok gitu!"ucap Heni setelah mencoba melihat baju yang ada di dalam lemari.
"Baju sebanyak ini tapi ngak ada yang bagus deh!apa aku besok beli baju ajah ya?!"guman Heni.
"Kayak nya harus deh, kalau baju ini aku pakai pasti Putra malu jalan sama aku!"ucap Heni teguh.
Kemudian Heni pun kembali menyusun baju yang ia turun kan.
Setibanya Rani di kamar nya ia pun masih kepikiran dengan cerita pak Kevin.
"Kasian banget ya mas Kevin, pasti dia sangat merindukan sosok ibu dan ayah. Tapi dengan cepat orang tuanya sudah pergi. Semoga mereka tenang di alam sana."ucap Rani.
"Aku yakin mas Kevin itu orang yang sangat kuat!"Guman Rani.
Lalu Rani pun mengemas barang nya ke dalam koper.
Keesokan harinya Rani bangun dan membantu mbok Marni menyiapkan sarapan.
"Neng, tunggu disana aja biar si mbok yang memasak!"ucap mbok Marni.
"Sudah mbok ngak apa-apa. Hari ini aku mau masak spesial buat pak Kevin!"ucap Rani.
"Bisa aja neng nya romantis gitu."ucap si mbok.
"Iya mbok, demi mas Kevin dong!"ucap Rani tersenyum dan fokus ke masakan nya.
"Hayo ngomongin apa ni pagi-pagi, aku dengan ada yang bilang spesial nih. ngomong aku yah?!"tanya pak Kevin yang baru tiba.
"Mas Kevin udah siap aja pagi-pagi."ucap Rani.
Kemudian pak Kevin mendekati Rani dan hampir mencium nya tampa mengingat bawah si mbok ada di sana.
"Ekhemm! mbok kayak nya harus pergi dulu nih!"ucap si mbok.
__ADS_1
"Hahah mbok mau kemana di sini aja lah!"ucap Rani ketawa kecil.