
Setelah itu Rani datang menghampiri pak Kevin yang masih di ruang meeting.
"Pak Kevin kenapa ngak mengoreksi di ruangan pak Kevin saja."tanya Rani.
"Kenapa, kamu mau berduaan dengan saya!"ucap pak Kevin dan langsung mendekati Rani dan memeluk nya.
"Maaf pak Kevin ini kantor nanti kariawan yang lain melihat."jelas Rani dan mencoba melepaskan tangan pak Kevin yang ada di pinggang nya.
"Nanti reputasi pak Kevin turun karena saya!"ucap Rani.
"Jadi kamu tadi itu ngintip- ngintip buat apa?!"tanya pak Kevin dan kembali memeluknya.
"Maaf pak Kevin tadi itu hanya kebetulan saja, saya, saya ngak sengaja pak Kevin."ucap Rani gugup karena pak Kevin semakin mendekati nya.
Pak Kevin sangat serius melihat Rani Rani begitu panik dan raut wajah Rani yang lucu.
Lalu pak Kevin hanya mencium bibir nya Rani dengan lembut dan melepaskan Rani.
"Ya sudah ayo kita ke ruangan saya!"ucap pak Kevin dan membawa berkas yang di tangan nya.
Lalu pak Kevin keluar ruangan dengan tersenyum sehingga kariawan yang melihat pak Kevin terkejut ketika melihat pak Kevin dengan raut wajah seperti itu.
Setelah itu rani juga keluar dari ruangan meeting sambil membawa tas nya pak Kevin.
"Hei Rani kesini kamu sebentar!"ucap buk Fitri memanggil Rani.
"Iya buk ada?!"tanya Rani menundukkan kepalanya.
"Pak Kevin kenapa kayak nya dia bahagia sekali jarang-jarang pak Kevin saya lihat begitu."ucap buk Fitri.
"Saya pun tidak tau buk, mungkin dia bahagia karena kerja para kariawan nya pada bagus!"ucap Rani.
"Mungkin kah begitu? Berarti kalau kayak gitu pasti karena saya!"ucap buk Fitri dengan percaya diri.
"Iya buk! bisa jadi baik lah selamat ya buk Fitri telah berhasil memenangkan hati pak Kevin!"ucap Rani bersalaman dengan buk Fitri.
"Hah maksud nya?!"tanya buk Fitri.
"Ini salaman selamat buat buk Fitri!"ucap Rani sambil tertawa kecil dan langsung pergi.
"Oh gitu ya makasih ya Rani!"ucap buk Fitri bangga.
"Aduh bahagia nya saya kalau pak Kevin memuji saya!"ucap buk Fitri semangat.
Kemudian karena di depan ruangan pak Kevin heboh Ria datang untuk memeriksa ada apa.
Lalu ia melihat buk Fitri sedang bahagia dan tersenyum girang.
"Hei!"ucap Ria mengagetkan buk Fitri sehingga buk Fitri kaget hampir melempar nya dengan gelas.
__ADS_1
"Hop! berhenti ini aku Ria teman kamu!"ucap ria memberhentikan nya.
"Kamu suka banget deh ngagetin saya!"ucap buk Fitri kesel.
"Iya maaf! ada apa kamu kok kayaknya bahagia bangat pasti ada gebetan baru ya?!"ledek si Ria.
Sebelum buk Fitri menjawab pak Kevin dan Rani lewat di depan mereka.
"Ada apa ini ribut-ribut mengganggu saja ngak tau saya lagi sibuk apa!"ucap pak Kevin menegur mereka.
"Maaf pak Kevin!"ucap buk Fitri dan Ria menundukkan kepala mereka.
Kemudian pak Kevin sesudah menegur mereka lalu pak Kevin dan Rani langsung pergi.
"Nah gara-gara dia saya bahagia bukan gara-gara gebetan yang kamu bilang itu!"ucap buk Fitri sambil melihat mereka pergi.
"Apa gara-gara pak Kevin jangan-jangan kamu jatuh cinta lagi sama dia!"ucap Ria.
"Udah deh jangan ngelantur sana lanjutin kerjaan kamu!"perintah Buk Fitri masih saja memandangi pak Kevin yang pergi.
Kemudian dengan heran Ria menggaruk kepalanya dan pergi meninggalkan buk Fitri yang aneh.
"Dasar aneh!"ucap Ria dan langsung pergi.
Setibanya di mobil Rani dan pak Kevin langsung duduk santai belum berjalan.
"Kamu aneh banget pertanyaan nya emang saya bahagia salah kah?!"ucap pak Kevin.
"Tidak sih mas maaf deh!"ucap Rani.
Lalu pak Kevin tersenyum dan langsung menjalankan mobilnya untuk pulang ke rumah.
Setibanya di rumah pak Kevin dan Rani melihat Angga sedang bermain bola di halaman rumah bersama dengan pak Anton.
"Dedy, tante akhirnya pulang!"ucap Angga kegirangan.
"Yaudah den, kami pergi dulu ya!"ucap pak Anton ke Angga.
"Iya pak maksih udah nemenin Angga main!"ucap Angga.
Kemudian Rani turun dan mengambil hadiah untuk anggota begitu juga dengan pak Anton dan pak satpam. Pak Kevin membelikan mereka hadiah satu-satu.
"Terima kasih pak Kevin!"ucap pak Anton dan Rudi.
"Sama-sama!"jawab pak Kevin.
"Dedy terima kasih kadonya!"ucap Angga memeluk pak Kevin.
"Iya sayang, yaudah masuk yo sebentar lagi magrib!"ucap pak Kevin.
__ADS_1
Setelah itu mereka duduk di ruang tamu sambil menonton TV. Sedangkan Rani langsung memasak untuk makan malam.
Setelah beberapa saat kemudian Rani akhirnya menyelesaikan masakan nya dan memanggil pak Kevin dan Angga ke meja makan.
"Semua nya sini makan sudah masak ni!"panggil Rani.
Kemudian pak Kevin sang Angga pergi mencuci tangan nya dan duduk di meja makan.
"Wah udah lama ni ngak makan masakan tante Rani kayaknya enak banget!"ucap Angga.
"Udah makan dulu nanti aja menilainya."ucap Rani sambil tersenyum mengambilkan mereka nasi.
"Oh iya tante tadi di sekolah mengadakan acara lomba menggambar."ucap Angga.
"Lalu nak?!"tanya Rani.
"Angga ikut gabung dong, terus Angga dapat juara dua tante. Senang banget loh hadiah nya itu berupa buku gitu Ama pensil."ucap Angga sambil makan ayam goreng.
"Oh ya! berarti anak dedy padai menggambar dong!"ucap pak Kevin.
"Iya dong!"jawab Angga.
"Tapi Angga harus belajar lebih giat lagi ya tapi itu udah mantap banget!"ucap Rani menyemangati Angga.
"Pasti tante!"ucap Angga.
Kemudian mereka melanjutkan makan nya. Sesudah makan mereka langsung masuk kamar masing-masing.
Angga di kamarnya sedang bermain sedangkan Rani pergi mandi kalau pak Kevin masih santai dengan rebahan nya.
Lalu pak Kevin mengambil handphone nya dan melihat foto-foto Rani yang ada di akun sosial nya.
Sedangkan Rani baru keluar dari kamar mandi langsung melihat handphone nya yang berdering.
Rani melihat itu adalah telpon dari Andre.
"Astaga, bisa-bisanya aku lupa sama pertemuan ini kalau kayak gini bisa jadi dia datang. Nanti dia ke sini makin kacau lah!"ucap Rani panik kemudian ia mengangkat telpon nya.
"Iya halo! Andre ada apa?!"tanya Rani seakan tidak terjadi apa-apa.
"Halo Rani, kamu ngak jadi datang sesuai perjanjian kita tadi kah?!"tanya Andre.
"Gimana Andre, suara kamu jauh banget aku ngak dengar! aduh gimana ini kamu bilang apa?!"ucap Rani dan langsung mematikan telpon nya.
"Jaringan bagus ko kenapa dia kayak gitu?"tanya Andre.
"Apa dia ngak mau bertemu sama aku, lagian kan dia sudah janji!"ucap Andre menghempaskan tangan nya.
"Aduh slamat semoga Andre ngak curiga kalau aku ngak mau ketemu sama dia!"ucap Rani.
__ADS_1