Bosku Galak

Bosku Galak
Episode 75


__ADS_3

Setibanya di rumah sakit mereka langsung pergi ke kasir mencari kamar Ulan.


Setelah mendapat informasi mereka langsung pergi ke ruang gawat karena belum di pindahkan.


"Gimana dok, keadaan Ulan?!"tanya pak Kevin kebetulan dokter baru keluar dari dalam ruangan.


"Apa kenal dengan nya?!"tanya pak dokter.


"Iya dok!"jawab pak Kevin.


"Jadi gimana kabarnya dok!"tanya Rani.


"Keadaan nya sudah membaik, tapi untuk beberapa hari ini ia harus di rawat dulu!"ucap pak dokter.


"Oh gitu ya dok, terus kapan Ulan di pindahkan?!"tanya Rani balik.


"Sebentar lagi, tunggu pasien nya sadar!"jawab pak dokter.


"Oh gitu ya dok, apa boleh lihat kedalam?"tanya Rani.


"Silahkan!"jawab pak dokter.


Kemudian suster yang di samping pak dokter mengajak pak Kevin dan Rani masuk ke dalam dan melihat Ulan masih terbaring di ranjang.


"Ulan, kenapa kamu sampai seperti ini?!"tanya Rani dan mendekat ke Ulan.


"Ternyata Rani bisa perhatian gitu ya sama Ulan aku salut sama kamu Rani ngak salah pilih."guman pak Kevin dalam hati dan melihat Rani.


"Ulan, Ulan.. kasian banget ya kamu, kalau udah kayak gini gimana cara kamu mau mendapat kan mas Kevin!"guman Rani dalam hati dan tersenyum aneh di wajah nya.


"Rani, kamu ngak apa-apa?!"tanya pak Kevin.


"Iya mas ngak apa-apa ko, sedih aja melihat Ulan seperti ini!"jelas Rani sambil melihat ke arah pak Kevin.


"Sabar ya, aku tau perasaan kamu kok walau pun kalian hanya teman biasa. Pasti sakit ya kalau melihat dia terbaring seperti ini. Kemudian pak Kevin pun memeluk Rani.


Kemudian mereka keluar dari dalam ruangan dan tidak lama Ulan pun di pindah kan ke ruangan rawat inap.


Rani dan pak Kevin pun ikut ke ruangan lalau duduk dan menunggu Ulan sadar.


"Kevin! Rani! kalian disini?!"tanya Ulan dengan lemas.


"Ulan kamu udah sadar, jangan banyak gerak dulu katanya kamu harus istirahat!"ucap Rani melihat Ulan mau duduk.


"Sini aku bantu!"ucap pak Kevin.


Kemudian Ulan pun duduk dan melihat tangan nya yang terbalut oleh perban.


"Aku ngak sadar sampai bisa kayak gini tiba-tiba udah di rumah sakit aja."jelas Ulan dengan lemas.


"Makasih ya udah mau lihat aku di sini, kalau ngak ada kalian mungkin aku hanya sendiri disini!"ucap Ulan.

__ADS_1


"Makasih juga ya Kevin udah mau lihat aku disini."ucap Ulan lagi.


"Aku kesini karena di ajak Rani, aku tidak tau kalau kamu itu kecelakaan."jelas pak Kevin.


"Udah mas, jangan gitu ke Ulan dia sedang sakit!"jelas Rani.


"Rani kok perhatian gini sih, padahal kan aku udah jahatin dia apa ngak tau ya?!"guman Ulan.


"Ngak, pasti ada sesuatu yang ia rencanain aku ngak boleh langsung percaya gitu aja!"guman Ulan.


Setelah itu Rani mengupas buat yang ada di meja dan memberikan nya ke Ulan.


"Makasih Rani."ucap Ulan.


"Ya udah kami pulang dulu ya soal nya masih ada kerjaan ni!"ucap pak Kevin.


"Kenapa buru-buru amat!"tanya Ulan.


"Mungkin mas Kevin masih banyak kerjaan, jadi kami pulang dulu ya!"ucap Rani.


"Yaudah kami balik dulu ya, lagian Angga di rumah kan."jelas Rani lagi.


"Kami besok kesini lagi ko!"lanjut Rani.


Kemudian Rani dan pak Kevin pun pergi dari rumah sakit dan mampir di sebuah taman yang penuh dengan orang bersantai.


"Putra kamu di sini juga! sama siapa kesini?!"tanya Rani yang melihat Putra sedang berjalan di depan nya.


"Ah aku mah baik aja, kamu gimana?!"ucap Rani sangat akrab dengan Putra.


"Bisa aja kamu Rani, kamu sama siapa ini. Oh iya sama bos kamu ya maaf ya kurang mengenali terkadang lupa."ucap Putra konyol.


"Yaudah bareng aja yuk!"pinta Putra.


"Oh boleh tu jadi rame kan, iya kan mas Kevin!"ucap Rani.


Namun pak Kevin hanya diam saja dengan cemberut melihat ke akraban mereka. Dan tidak lama Heni pun datang.


"Rani, kamu disini dari kapan!"ucap Heni.


"Kamu disini juga datang sama Putra ya!"ucap Rani.


"Ngak sengaja ketemu ni ko."saut Putra.


"Iya, ngak sengaja ko jadi jalan bareng kesini!"ucap Heni.


"Pak Kevin, maaf ngak sadar pak Kevin disana!"ucap Heni.


"Iya gak apa-apa!"jawab pak Kevin singkat.


"Yaudah yok, bareng gini kan jadi rame lebih seru lagi!"ucap Rani mengajak mereka.

__ADS_1


"Iya bener nih!"jawab Heni.


Kemudian mereka pun berjalan bersama. Heni dan Rani berjalan di depan dan tertawa bareng. Mereka sangat menikmati jalan sore yang sudah lama tidak terjadi.


"Senang bangat ya kalau melihat Rani seperti itu!"ucap Putra kepada pak Kevin.


"Apa maksud kamu?!"tanya pak Kevin.


"Oh iya kita belum kenalan ya bro! kenalin gue Putra lue siapa?!"ucap Putra sambil mengulurkan tangan nya.


"Kevin!"jawab pak Kevin singkat dan tak membalas jabatan tangan Putra.


"Oh Kevin!"ucap Putra dan melihat tangan nya di abaikan dan kembali menyakui tangan nya.


"Bro kapan lue ketemu Rani?!"tanya Putra.


"Sudah lama!"jawab pak Kevin singkat.


"Oh gitu!"ucap Putra dan kembali melihat Rani dan Heni.


"Heni lihat deh pak Kevin sama Putra akur ya!"ucap Rani melihat ke arah pak Kevin dan Putra.


"Kamu yakin mereka akur itu!"ucap Heni.


"Yakin aja sih, lihat lah mereka ngobrol bareng kan!"ucap Rani meyakinkan Heni.


"Mungkin saja sih, tapi aku kurang yakin dengan pak Kevin!"ucap Heni.


"Kok gitu?!"tanya Rani.


"Aku tadi lihat pak Kevin itu seperti nya cemburu melihat kamu dan Putra pelukan!"jelas Heni.


"Alah ngak mungkin! oh iya bisa jadi tapi aku tadi ngak kepikiran ke sana. Aduh gawat pasti nanti mas Kevin marah deh Ama aku!"ucap Rani panik.


"Sudah biar lah soal itu nanti bisa di atur nikmati aja dulu!"ucap Heni.


"Tapi kamu ngak tau Hen, marah nya pak Kevin itu seperti apa!"guman Rani.


"Udah yok sini! ngak usah di pikirkan aku jamin pak Kevin ngak bakal marah!"ucap Heni.


"Semoga aja ya!"ucap Rani penuh harapan.


Pak Kevin hanya melihat Rani dan tak sengaja melihat Putra yang senyum-senyum sendiri.


"Hei lue, lihat apaan?!"tanya pak Kevin.


"Gue cuman lihat Rani, kalau dia tertawa seperti itu dia sangat cantik!"ucap Putra.


"Oh jadi dari tadi dia hanya lihat Rani!"guman pak Kevin kesal.


Jangan lupa support nya ya gais

__ADS_1


__ADS_2