
"Pak Rudi untuk beberapa hari ini saya nitip rumah pada bapak ya."ucap pak Kevin kepada pak Rudi.
"Baik pak kevin!"jawab pak Rudi.
Kemudian mereka keluar dari pekarangan rumah.
Lalu mobil melaju di jalan kota dan melewati jalan lurus yang panjang.
Begitu juga melewati pohon yang banyak di pinggiran jalan.
Setelah perjalanan panjang akhirnya mereka tiba di vila yang sudah di booking oleh pak Kevin.
"Yee,, akhirnya sampai."ucap Angga turun dari mobil.
Lalu pak Kevin dan Rani menurunkan barang dan masuk ke dalam vila yang mewah.
Kemudian Angga langsung berkeliling di sekitar vila dan menikmati angin yang sejuk.
"Dedy! dedy! di belakang itu ada kolam renang ayo kita kesana!"ucap Angga melihat kolam renang di depan nya.
"Iya sayang sebentar ya, dedy berkemas dulu habis ini kita kesana."ucap pak Kevin yang masih sibuk dengan barang barang di tangan nya.
Kemudian Angga langsung ngambek.
"Hum dedy!"ucap Angga langsung buang muka.
"Yaudah sana pergi sama tante Rani ya, nanti Dedy nyusul."ucap pak Kevin bujuk Angga.
"Beneran dedy?!"tanya Angga bahagia.
"Iya sayang."jawab pak Kevin.
Dan tidak lama lama, Angga langsung pergi mencari Rani dan mengajak nya ke kolam renang.
"Tante, ayo kita berenang di kolam renang di belakang."ucap Angga.
"Di mana sayang? tapi Tante masih ada kerjaan."ucap Rani.
"Tadi Angga udah bilang ke Dedy, jadi yang ngerjain ini Dedy aja."ucap Angga ngak sabar mau berenang.
"Iya udah ayo sayang."jawab Rani karena tangan nya sudah di tarik Angga yang sudah tidak sabar.
Kemudian mereka berada di dekat kolam renang.
"Wah, pemandangan dari sini indah banget ya tante!"ucap Angga yang menghirup nafas panjang.
Kemudian Rani hanya tersenyum melihat Angga.
"Oh iya tante, Angga kan mau berenang trus yang nemenin Angga di dalam kolam siapa dong?"tanya Angga.
"Ini kan dah mau malam, masa Angga mau berenang lebih baik besok pagi aja!"ucap Rani memegang pundak Angga.
__ADS_1
"Dan lebih baik kita memandang aja dulu, soalnya nanti kalau Angga berenang jam segini entar masuk angin. Lagian juga Angga ngak bawa baju renang kan?!"ucap Rani.
"Hem, iya juga sih tante."ucap Angga.
"Yaudah duduk di kursi yu."ucap Rani.
Lalu kemudian mereka duduk di kursi di dekat kolam itu.
"Indah banget, nyaman banget berada di sini."guman Rani dalam hati sambil menikmati angin malam yang Masih segar jauh dari polusi dan lampu yang menyelimuti kota.
Setelah pak Kevin siap dengan pekerjaan nya lalu ia datang ke kolam berenang menyusul Angga dan Rani.
Pak Kevin membawakan beberapa makanan dan minuman dingin.
"Hei, enak banget ya berdua aja disini."ucap pak Kevin mengagetkan mereka.
"Dedy! wah.. kebetulan banget dedy."ucap Angga melihat cemilan yang di bawa pak Kevin.
Kemudian sampai malam mereka berbincang di luar hingga jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam kemudian mereka masuk.
"Angga tidur sama Dedy ya!?"ucap Angga.
"Kenapa sayang? biasanya Angga tidur sendiri kok akhir-akhir ini Angga mau tidur sama dedy?"tanya Rani.
"Hem gak apa-apa sih tante."ucap Angga.
"Yaudah gak usah sedih, kalau Angga mau tidur sama Dedy juga gak apa-apa."ucap pak Kevin.
Kemudian pak Kevin dan Angga masuk duluan. sedangkan Rani kembali duduk di kursi posisi awalnya.
Kemudian ia menghubungi keluarga nya di kampung.
"Tut, Tut, Tut.
Suara handphone Rani yang tidak di angkat oleh ibunya.
"Tumben ibu ngak angkat ya?"tanya Rani heran.
Lalu Rani tidak putus asa ia mencobanya kembali. Hingga setelah kesekian kalinya baru di angkat oleh ibu nya Rani.
"Halo ibu, kemana tadi kok Rani telpon baru di angkat sekarang?"tanya Rani panik.
"Apa ibu sakit ya?!"tanya Rani kembali.
"Halo nak, ibu ngak apa-apa kok, tadi itu ibu lagi mandi jadi tidak ibu dengar."jawab ibu Rani.
"Oh gitu Bu, Alhamdulillah lah kalau begitu Bu, tadi Rani kawatir bangat takut kenapa kenapa."ucap Rani menghela nafas panjang.
"Iya nak gak apa-apa, lalu bagaimana mana kabar kamu disana nak?"tanya ibu Rani.
"Alhamdulillah baik buk! Rani di sini betah buk. Di tempat Rani sekarang suka banget bos nya baik."ucap Rani bahagia.
"Oh gitu nak, syukur lah ibu cuman bisa mendoakan kamu nak!"ucap ibu Rani.
__ADS_1
"Oh iya buk, ayah kemana?"tanya Rani.
"ayah kamu sudah tidur nak."ucap ibu itu sambil berjalan ke arah kursi goyang nya.
"Oh gitu buk, salam sama ayah ya ibu juga sehat sehat di sana."ucap Rani.
"Iya nak."jawab sang ibu.
Kemudian telpon pun berakhir.
"Syukur lah mereka baik baik aja, sekarang bisa tenang sedikit."ucap Rani.
Kemudian Rani termenung dan pak Kevin datang mengagetkan nya.
"Door!
Suara pak Kevin muncul dari belakang Rani.
"Aa!
Suara kaget Rani yang membuat handphone miliknya jatuh ke lantai dan terjatuh ke dalam air.
"Handphone ku!"ucap Rani menangis sedih.
"Aduh maaf Rani, Besok saya ganti ya!"ucap pak Kevin yang langsung mengambil handphone nya kedalam air dan mengembalikan nya ke Rani.
"Gak apa-apa mas Kevin nanti kalau handphone nya sudah kering pasti nyala ko itu."ucap Rani sambil mengelap lap handphone dan Sambil mencoba menyalakannya.
Namun pak Kevin hanya diam dan terdiam kaku Rani melihat pak Kevin yang basah kuyup dan segera mengambilkan handuk.
"Aduh mas Kevin jadi basah, tunggu sebentar ya saya akan ambilkan handuk."ucap Rani dan berlari kedalam dan membawa kan handuk pak Kevin.
"Ini mas handuknya pakai dulu habis itu kita masuk ganti baju."ucap Rani Sambil memasangkan nya.
Lalu pak Kevin berhenti kedinginan dan mereka berdua masuk vila.
"Di sini juga cuaca nya agak dingin ya, kayaknya lebih baik masuk kamar aja dah."ucap Rani. setelah mengantar kan pak Kevin ke kamar nya.
Sebelum Rani masuk kamar iya tidak lupa membuat kan kopi untuk pak Kevin. Setelah kopinya jadi Rani mengetuk pintu kamar pak Kevin.
"Tok tok tok. suara pintu di ketok Rani.
"Mas Kevin! ini saya bikinkan kopi hitam apa saya sudah bisa masuk?!"tanya Rani.
"Masuk!"jawab pak Kevin singkat.
Kemudian Rani masuk dan meletakkan kopinya di atas meja.
"Di minum ya mas biar hangat."ucap Rani yang melihat pak Kevin hanya memandangi pemandangan dari jendela kaca.
"ya! kamu boleh keluar."ucap Pak Kevin hanya melirik Rani sebentar.
"Baik mas Kevin."lanjut Rani dan kembali keluar.
__ADS_1