
"Rani! tolong percaya aku, ini semua jebakan nya Ulan."ucap pak Kevin.
"Udah mas Kevin, tadi itu sudah membuktikan bahwa mas Kevin masih sayang sama Ulan kan?!"ucap Rani datar.
"Buktinya saja mas Kevin mau meladeni dia kan!"ucap Rani dan langsung bergegas berdiri dari tempat duduk nya.
"Rani, Rani untuk kali ini tolong percaya sama aku!"ucap pak Kevin menahan tangan Rani.
Lalu Rani terdiam dan kembali duduk di kursi nya.
"Baik mas! saya percaya. Maaf juga saya terlalu emosi seharusnya aku tadi juga gak harus marah sama mas! kan aku juga aturan nya harus dengar penjelasan nya mas Kevin!"ucap Rani.
"Aku harap mas Kevin juga bisa mengerti perasaan ku!"lanjut Rani.
"Maaf kan saya ya Rani!"bujuk pak Kevin.
Sementara itu Ulan masih duduk manis di ruangan pak Kevin.
"Kamu tidak akan bisa lepas dari genggaman ku Kevin!"guman Ulan dalam hati.
"Lihat saja nanti siapa yang menang Rani!"ucap Ulan sambil tersenyum licik.
"Hei Fitri, kenapa itu kok ada ribut-ribut tadi!"tanya Ria kepada Buk Fitri yang baru keluar dari ruangan pak Kevin.
"Kurang tau sih, tapi kayak nya itu si mantan OB cemburu sama itu mbak Ulan!"ucap buk Fitri.
"Oh ya! kok bisa ya? jangan-jangan Rani suka dengan pak Kevin!"ucap Ria kaget.
"Berani juga dia ya! tapi kenapa juga pak Kevin ngejar dia?!"ucap buk Fitri penasaran.
"Apa mereka punya hubungan lebih dari sebatas kariawan sama bos ya?!"guman buk Fitri.
"Hei Fitri kamu kok diam sih? gimana kejadian tadi!"ucap Ria.
"Aku pun tak tau! sudah lah kita lanjut kerja saja!"ucap buk Fitri dan kembali ke tempat duduk nya.
"Ah kamu, baik lah!"jawab Ria dan kembali ke posisi nya.
Lalu setelah Rani dan pak Kevin baikan. Pak Kevin memutuskan untuk mengantarkan Rani pulang dan istirahat.
Selama dalam perjalanan pulang mereka hanya di selimuti oleh ketegangan yang tak berujung.
Setibanya di rumah pak Kevin turun dan membukakan pintu buat Rani.
"Makasih mas Kevin!"ucap Rani dan langsung pergi meninggalkan pak Kevin.
Pak Kevin hanya terdiam melihatnya dan bingung harus berbuat apa.
"Maaf kan saya Rani, saya tadi itu memang tidak menyangka akan terjadi seperti ini."guman pak Kevin.
Lalu pak Kevin kembali ke kantor nya dan melihat Ulan masih disana.
"Hai Kevin, lama juga ya baru pulang."ucap Ulan duduk di atas meja pak Kevin.
__ADS_1
"Aku mohon sekarang kamu pulang Ulan!"ucap pak Kevin menyuruh Ulan pergi.
"Kevin! jangan buru-buru dong kamu kan baru sampai!"ucap Ulan sambil merayu pak Kevin.
Lalu Ulan meraba dada pak Kevin dan memeluknya dari belakang.
"Ulan! sekarang kamu pergi dari sini. Apa perlu saya panggilkan satpam ke sini!"bentak pak Kevin.
"Ngak perlu! saya bisa pergi sendiri. Tapi ingat Kevin saya tidak akan menyerah dengan segampang itu untuk mendapatkan kamu kembali."ucap Ulan dan pergi keluar dari ruangan pak Kevin.
Kemudian pak Kevin duduk kembali ke tempat duduk nya dan memukul meja dengan kesal.
"Ck!!"ucap pak Kevin.
Kemudian Rani pergi masuk ke kamar nya dan duduk di atas kasur nya dan membayangkan kejadian pak Kevin tadi itu.
"Kenapa bisa kayak gitu ya! apa Ulan sengaja melakukan ini semua. Mas Kevin juga tidak mungkin melakukan itu kan!"ucap Rani.
Kemudian tidak lama handphone Rani berdering lalu Rani mengangkat nya.
"Iya halo Putra!"ucap Rani menjawab telpon dari Putra.
"Sibuk ngak Rani?!"tanya Putra.
"Ngak sih!"ucap Rani.
"Keluar yo sebentar!"ucap Putra.
"Iya deh Rani kalau kamu ngak sibuk hubungi aku aja ya!"ucap Putra.
Kemudian Rani mematikan telpon nya dan kembali istirahat.
Setelah itu pak Kevin pergi keluar menuju apartemen nya Darwin.
Saat di mobil pak Kevin memberi kabar ke Darwin.
"Bro! gue ke tempat lue!"isi pesan pak Kevin yang di kirim ke Darwin.
Tidak lama Darwin langsung menelpon pak Kevin.
"Halo bro! kita ketemuan di tempat biasa ya!"ucap Darwin.
"Oh gitu bro! okelah bro aku langsung ke sana aja ya!"ucap pak Kevin.
Kemudian pak Kevin memutar mobilnya dan menuju bar langganan mereka.
Setibanya disana pak Kevin langsung masuk ke room yang sudah ada Darwin.
"Hei bro!"ucap pak Kevin baru tiba.
"Woi! lama juga ya tiba disini?!tanya Darwin ke pak Kevin.
"Iya ni bro! gimana dah lama nunggu sini?!"ucap pak Kevin.
__ADS_1
"Yaudah gas lah bro! sini kita minum-minum!"ucap Darwin.
Kemudian pak Kevin duduk dan mereka mulai menikmati bir nya dan music terdengar kuat.
Setelah beberapa jam kemudian pak Kevin pulang dengan keadaan mabuk dan setibanya di rumah dia memanggil-manggil Rani.
"Rani! Rani! buka pintunya!"ucap pak Kevin keadaan mabuk dan mengetuk-ngetuk pintu.
"Iya mas! tunggu sebentar."jawab Rani dari dalam.
"Mas Kevin! kenapa kayak gini!"ucap Rani saat membuka pintu dan melihat pak Kevin terjatuh.
Lalu Rani mencoba menarik pak Kevin masuk kamar nya dengan sekuat tenaga.
"Aduh mas Kevin berat bangat kalau kayak gini!"keluh Rani.
Kemudian Rani memulai mencoba lagi sampai tiba di kamar nya.
"Akhirnya sampai juga di kamar!"ucap Rani letih dan mereka berdua jatuh bersamaan ke atas kasur.
"Rani, jangan pergi Rani!"ucap pak Kevin mengigau.
"Mas Kevin!"ucap Rani dan membenarkan tidur pak Kevin.
"Iya mas Kevin! aku ngak bakalan pergi kok!"ucap Rani.
Kemudian Rani mengelus elus kepala pak Kevin dan memandangi nya.
"Maaf ya mas tadi aku marah sama mas Kevin!"guman Rani dalam hati.
Kemudian Rani berdiri dan mengambil handphone pak Kevin yang berdering dan melihat telpon dari Ulan.
"Apa ini, kok Ulan menelpon mas Kevin ya!"ucap Rani dan melihat ke pak Kevin lalu mengangkat telpon nya Ulan.
"Halo Kevin, gimana keadaan kamu aku rindu banget ini!"ucap Ulan.
Karena Rani mendengar suara Ulan lalu ia langsung mematikan telpon nya.
Lalu Rani menggenggam telpon nya pak Kevin dan memutar mutar handphone nya.
Kemudian Rani duduk di sebelah pak Kevin. Dan memandangi pak Kevin lagi.
"Mas Kevin."guman Rani.
"Rani, Rani!"ucap pak Kevin.
"Kasian mas Kevin tidur nya ngak nyenyak!"ucap Rani.
"Baik nya aku ambil air hangat dulu lah buat mas Kevin."ucap Rani.
Lalu Rani pergi ke dapur dan mengambil kan air hangat. Setelah itu ia membawa kan nya ke pak Kevin.
"Mas mari minum air hangat dulu sebentar."ucap Rani sambil mengangkat kepala pak Kevin.
__ADS_1