
Saat memandang pak Kevin yang tertidur.
Handphone Rani tiba-tiba berdering. Rani melihat bahwa yang menelpon nya adalah mantan Rani.
"Lah ini kan si Andre, ngapain lagi sih anak itu."ucap Rani kesel.
"Halo ada apa?"jawab Rani kesel dan berjalan jauh dari pak Kevin.
"Halo Rani ini aku Andre!"Ucap Andre.
"Iya gue tau, kenapa?
"Ini Ran, gue mau minta maaf soal kejadian dulu."ucap Andre memohon.
"Iya gue maafin lo!"ucap Rani cepat.
"Beneran Ran?"ucap Andre girang.
"Kalau gitu kamu mau kan kita balikan?"tanya Andre berharap banget.
"Eh, jangan harap lebih ya. Gue maafin loh bukan berarti kita akan balikan!. Sekarang jangan ganggu kehidupan gue lagi!"jawab Rani tegas dan menutup telponnya. Lalu Rani kembali ke tempat duduk nya.
Tidak lama kemudian handphone Rani berdering lagi. Tampa Rani lihat siapa yang menelpon iya mengangkat telpon nya.
"Halo! ada apa lagi udah gue bilang kan jangan ganggu gue lagi!"ucap Rani emosi.
"Halo Rani? kamu kenapa ini aku putra!"jawab telpon dari seberang.
"Putra, putra, putra mana lagi!"ucap Rani Tampa berfikir panjang.
"Ha, putra?"ucap Rani baru sadar.
"Iya ini gue putra, kamu kenapa kayaknya lagi banyak masalah ya?"tanya Putra.
"Eh maaf, aku ngak tau maaf ya!"ucap Rani.
"Iya gak papa ko santai aja."ucap Putra.
"Oh iya ngapain kamu nelpon aku malam malam gini?"tanya Rani penasaran.
"Hehe cuman kangen aja sama kamu!"jawab Putra.
"Oh begitu, sudah ya aku masih banyak kerjaan."ucap Rani.
"Baiklah kalau gitu, semangat ya."ucap putra dan mematikan telpon nya.
"Ngomong ngomong kerjaan apa udah malam gini?"ucap putra heran.
"Setelah menerima telepon dari orang itu rasanya mau emosi saja dah."ucap Rani mengeluh dan kembali ke tempat duduk nya.
Lalu Rani kembali memandangi pak Kevin yang sedang tidur terlelap. Lalu Rani pun ikut tertidur di dekat pak Kevin.
__ADS_1
Sekitar jam dua malam pak Kevin akhirnya sadar dan melihat ada selimut di punggung nya, yang di pasangkan oleh Rani sebelum iya ketiduran.
Lalu pak Kevin melepas selimut nya dan memberikan ke Rani. Kemudian Rani di gendong oleh pak Kevin masuk ke kamarnya.
Setelah sampai di kamar Rani. Pak Kevin langsung meletakkan nya di kasur.
Lalu pak Kevin duduk di samping Rani dan memandang ke arah nya.
Setelah memandang beberapa menit iya pun tersenyum dan menyelimuti Rani.
Lalu pak Kevin kembali ke kamar nya.
Setelah malam berlalu pagi pun tiba.
Saat Rani sudah terbangun iya sadar, bahwa iya telah tidur di kasur.
"Loh kok aku disini, seingat ku bukan nya di taman belakang ya?"ucap Rani sambil membayangkan kejadian malam tadi.
Setelah berpikir panjang iya baru mendapatkan jawabnya setelah melihat pak Kevin yang datang ke arah meja makan.
"Jangan jangan!"ucap Rani dengan ekspresi panik di wajah nya dan berlari ke arah dapur.
Namun pas saat jalan mendekati pak Kevin Rani tiba-tiba berhenti dan kembali ke kamar nya.
"Aduh bagaimana ni, mungkin saja semalam mas Kevin yang gendong aku ke kamar! aduh bodoh nya aku kenapa ngak sadar sih aku!"ucap Rani panik.
"Dasar gue ih, kenapa sih kenapa!"ucap Rani mondar mandir.
"Aku harus gimana dong, malu ni mau jumpa pak Kevin."ucap Rani.
"Nah itu pak Kevin sudah pergi "ucap Rani dan bergegas berjalan ke arah dapur dan memerhatikan pak Kevin pergi.
Lalu Rani duduk di kursi meja makan dan bersandar dengan tangannya.
"Aduh dasar gue, jadi kalau ketemu mas Kevin gimana, malu dong gue ih."ucap Rani.
Tidak lama kemudian Angga datang dari kamar nya.
"Angga kok belum siap siap sayang?"tanya Rani.
"Kan hari ini tanggal merah tante! masa Tante ngak tau sih?"jawab Angga.
"Oh ya?"ucap Rani heran dan melihat handphone nya.
"Iya Tante beneran, semalam Bu guru bilang gitu."ucap Angga.
"Oh gitu, yaudah tunggu sebentar ya Tante bikinin sarapan."ucap Rani.
"Okeh tante."jawab Angga singkat.
Setelah selesai membuat sarapan Angga kemudian Rani lanjut membuat sarapan buat pak Kevin.
__ADS_1
Kemudian Rani kembali duduk dan melihat Angga yang sedang makan.
"Tante ngak makan?"tanya Angga.
"Udah dong, tante sudah makan roti tadi jadi Angga aja lagi yang belum."ucap Rani.
"Okeh deh tante."ucap Angga sambil mengambil air putih dan meminumnya.
"Oh iya, Angga mau ngak kalau Tante ajarin belajar."ucap Rani.
"Mau dong tante!"jawab Angga bersemangat.
"Yaudah nanti habis sarapan langsung mandi ya, nanti tante tunggu di halaman belakang okeh!"ucap Rani dan mengajukan jempol nya.
"Okeh tante!"jawab Angga dan melanjutkan sarapan nya.
Kemudian pak Kevin datang ke meja makan setelah siap mandi. Rani melihat pak Kevin dengan sedikit malu dan memalingkan wajahnya.
"Aduh apa ni, pagi anak Dedy udah semangat aja kayak nya ini?"tanya pak Kevin dan ikut bergabung duduk di meja makan.
"Ini Dedy, Tante Rani mau ajarin Angga belajar gitu."jawab Angga.
"Oh jadi itu, Dedy boleh ikut ngak?"tanya pak Kevin. "Boleh dong dedy."jawab Angga.
Tidak lama pak kevin melihat ke arah Rani yang sedang terdiam saja.
"Hei kamu kenapa kamu diam saja."ucap pak Kevin."Iya mas, gak apa-apa."jawab Rani melambaikan tangan nya.
"Mana sarapan saya?"tanya pak Kevin.
"Oh iya ini mas, maaf saya lupa menaruh di meja mas Kevin.
Lalu Rani memindahkan sarapan pak Kevin kedepannya. Kemudian pak Kevin pun mulai menyantap sarapan yang di sajikan Rani.
"Yaudah Tante, Dedy Angga mandi dulu ya."ucap Angga dan bergegas turun dari kursi.
"Iya sayang."ucap pak Kevin.
"Iya sayang."jawab Rani bersamaan dengan pak Kevin.
Lalu Rani memandang ke pak Kevin yang sedang sarapan Tampa iya sadari pak Kevin juga sudah melihat nya.
"Hei, kamu ngapain melihat saya seperti itu?tanya pak Kevin sambil menepuk meja makan.
"Iya mas!?"jawab Rani kaget dan sadar dari lamunannya.
"Tolong ambilkan saya minum."Ucap pak Kevin sambil mengunyah makanan nya di mulut sehingga makanan Yang di mulutnya terjatuh.
"Mas Kevin itu."ucap Rani sedikit heran dan terkejut dengan yang di lihat nya.
"Buru ambilkan saya minum!"bentak pak Kevin Karena udah mulai keselek.
__ADS_1
"Baik mas!"jawab Rani dan segera mengambilkan minum.
Lalu memberikan nya kepada pak Kevin.