
Kemudian pak Kevin duduk di kursi nya kembali. Setelah itu ia melanjutkan pekerjaan nya dan sampai sudah menunjukkan pukul empat sore.
Kemudian Rani bangun dari tidurnya sambil merenggangkan otot-otot tubuh nya.
Lalu Rani melihat dia sudah pindah lokasi dan di selimuti oleh jas pak Kevin.
Lalu ia melihat jam dinding yang ada di atas nya.
"Maaf pak Kevin saya ketiduran!"ucap Rani.
"Kamu sudah bangun, enak tidurnya?"ucap pak Kevin dan tertawa kecil.
"Iya pak maaf!"ucap Rani.
"Sudah tidak apa-apa, semua sudah siap ko ini tinggal pulang. Kamu tinggal beresin ini semua lalu kita bisa kembali."ucap pak Kevin.
"Baik pak! saya laksanakan!"ucap Rani.
"Sudah-sudah tidak usah begitu!"ucap pak Kevin sambil mengusap kepala Rani.
Setelah itu Rani langsung merapikan meja kerja pak Kevin.
"Pak sudah siap!"ucap Rani.
Lalu pak Kevin memereng kan kepalnya menandakan 'ayolah' begitu.
Setibanya di rumah Rani langsung mencari Angga.
"Angga! kita pergi jalan yu! dedy ngajak kita ni."suara panggil Rani.
"Pelan-pelan saja manggil nya! seperti anak kecil saja kamu."ucap pak Kevin ke Rani.
"Siap bos!"ucap Rani.
"Angga, Angga, ayo siap-siap kita pergi keluar!"ucap Rani dengan berbisik dan membuat pak Kevin heran.
Lalu Rani berjalan ke arah kamar Angga sambil memanggil dengan berbisik.
Namun pak Kevin hanya terpelongo melihat nya.
Kemudian pak Kevin masuk kamarnya dan bersiap juga.
"Angga!"ucap Rani.
"Iya tante? kenapa?"tanya Angga.
"Sekarang kamu bersiap kita mau pergi ke taman yang baru di buka itu, soalnya disana itu banyak permainan nya!"ucap Rani.
"Beneran tante! horee!!!"ucap Angga bahagia.
"Kalau gitu sekarang Angga bersiap ya tante tunggu di depan sama dedy ya."ucap Rani dan keluar kamar Angga.
Setelah semua siap lalu mereka berjalan ke taman itu. Setelah dua puluh lima menit akhir nya mereka tiba di taman itu.
Lalu Rani mengajak Angga bermain tembakan.
Kemudian Angga dan Rani berlari kesana. Pak Kevin hanya memerhatikan mereka.
"Yaudah Angga main sebentar di sini ya."ucap Rani.
__ADS_1
"Oke tante!"jawab Angga dan melanjutkan mainnya.
"Mas Kevin ngak ikut main?!"tanya Rani.
"Ngak usah kalian aja!"jawab pak Kevin.
Kemudian Rani memalingkan pandangan nya dan melihat wahana berhadiah.
"Wah itu indah banget boneka nya, mas Kevin ayok kita kesana!"ucap Rani menarik tangan pak Kevin karena tidak jauh dari tempat Angga bermain.
"Yaudah ayo!"jawab pak Kevin.
"Bang ini berapa!"tanya Rani ke Abang yang jaga.
"Iya mbak tiga gelang sepuluh ribu."ucap abng itu.
"Saya beli dua puluh ya!"ucap Rani.
Setelah itu Rani melempar gelang nya ke sangkutan yang sudah di sediakan.
"Aduh udah empat kali lempar tidak berhasil juga!"keluar Rani.
"Sini saya yang lempar!"ucap pak Kevin dan mengambil gelangnya dari Rani.
Lalu setelah di lemparkan oleh pak Kevin tidak terduga dengan gampang nya masuk.
"Wah! berhasil mas Kevin!"ucap Rani bahagia.
Lalu pak Kevin melempar sisa gelang nya dan mendapatkan dua hadiah.
"Yee! dapat lagi, mas aku pilih hadiah itu ya dan yang satunya mobilan itu ya buat Angga!"ucap Angga.
Kemudian mereka kembali ke tempat Angga bermain.
Lalu Rani menunjuk wahana lainnya yaitu carousel.
"Mas Kevin, ayo kita kesana ajak Angga!"ucap Rani.
Kemudian pak Kevin diam aja dan Rani langsung memanggil Angga.
Setelah Angga datang Rani langsung membawa Angga kesana mau ngak mau pak Kevin pun ikut juga.
Kemudian mereka bertiga naik itu dan tertawa bareng, berfoto, dan paling menikmati nya adalah Rani dan Angga.
Pak Kevin seperti niat dan tidak tapi karena melihat Angga dan Rani bahagia akhirnya pak Kevin luluh ikut menikmati nya juga.
Setelah itu mereka turun dan masih saja tertawa bebas.
"Gimana Angga suka ngak naik itu?!"tanya Rani ke Angga sambil memakan Manisan yang baru saja mereka beli.
"Seru banget tante, lain kali kita kesini lagi ya dedy!"ucap Angga.
"Iya sayang!"ucap pak Kevin.
Setelah itu mereka pergi duduk di dekat wahana lain nya sambil menikmati es krim dan memandangi keramaian.
"Uuummm, enak banget!"ucap Angga.
Setibanya di rumah mereka pulang dan bersih-bersih badannya.
__ADS_1
Kemudian Rani keluar kamar setelah siap mandi handuk masih di kepala nya.
"Duduk di sini dulu lah, cape juga main tadi."ucap Rani.
Lalu Rani duduk di kursi dapur dan meminum kopi hangat.
Lalu Rani melihat boneka yang di bawanya dari taman tadi yang berada di dekat meja dapur.
"Oh iya itu, hampir lupa mau masukin kamar kan."ucap Rani dan mengambilnya.
Setelah itu Rani membuka plastik nya yang membungkus boneka itu. Lalu dengan gemes Rani memeluk nya erat.
"Rani! kamu di sini!"ucap pak Kevin dan duduk di samping Rani.
"Iya mas!"jawab Rani melepaskan boneka nya dari pelukannya.
Lalu mereka berbincang sedikit kemudian Rani membuat kan kopi pak Kevin.
Kemudian handphone Rani tidak lain itu adalah nomor pak Kevin. Tak sengaja pak Kevin melihat nya. Lalu Rani mematikan telpon nya.
"Kenapa tidak di angkat itu telpon nya?!"tanya pak Kevin.
"Maaf mas itu ngak penting!"jawab Rani Singkat.
Setelah itu ruangan di penuhi dengan ketegangan.
"Mas Kevin, boleh nanya?!"ucap Rani.
"Silahkan!"jawab pak Kevin.
"Ini mas! kemarin pagi itu mas kayaknya lagi emosi sekali saya boleh tau itu karena apa?"ucap Rani gugup.
"Oh itu, bukan masalah besar sih cuman tidak bisa di cerita kan saja!"ucap pak Kevin.
"Maaf mas kalau gitu saya tidak akan bertanya-tanya lagi!"ucap Rani.
"Kenapa kamu pengen tau sekali kah?"ucap pak Kevin.
"Tidak ko mas!"ucap Rani.
"Kalau mau di jelasin juga ngak apa-apa asal kan mau dengarin."ucap pak Kevin.
"Ini soal Ulan!"ucap pak Kevin.
"Oh soal itu ngak usah di jelasin mas saya udah tau!"ucap Rani memundurkan dirinya.
"Kamu udah tau?!"tanya pak Kevin.
"Iya mas saya paham ko kalau mas Kevin itu ajak Ulan balikan kan?!"ucap Rani ketus.
"Hei ini tidak ada hubungan nya ke sana."ucap pak Kevin.
"Jadi soal apa mas! jadi penasaran ini loh!"ucap Rani penasaran.
"Soal preman yang waktu itu menyerang kamu itu adalah suruhan Ulan!"ucap pak Kevin.
"Apa mas! jadi itu ulah Ulan!"ucap Rani kaget sambil berdiri.
"Iya Rani maaf baru aku kasih tau sekarang!"ucap pak Kevin.
__ADS_1