
Tampa Rani sadari saat Rani sedang melap wajah pak Kevin. Tangan pak Kevin memegang tepung dan menaruh nya ke wajah Rani.
Setelah menaruh ke wajah Rani pak Kevin langsung kabur dan tertawa terbahak-bahak.
"Mas Kevin!"teriak Rani dan mengejarnya.
Saat mereka sedang berlawanan saling mau menaruh tepung ke wajahnya. Mereka mencium bau gosong dari penggorengan.
Kemudian Rani dan pak Kevin mencari asal bau gosong dan mereka baru ingat bahwa mereka sedang menggoreng ayam.
"AYAM NYA!"teriak Rani dan pak Kevin saling berhadapan.
Lalu mereka melihat wajan nya dan melihat ayam nya sudah gosong.
"Ya ampun ini ulah mas Kevin ini!"ucap Rani.
"Salah kamu lah!"ucap pak Kevin saling menuduh.
"Sudah-sudah, yaudah ini kan masih ada beberapa potong lagi. Ini saja di goreng awas gosong lagi ya mas!"ucap Rani dan pergi mencuci wajah nya.
"Baik lah!"jawab pak Kevin sigap.
Lalu pak Kevin melihat ayam yang sudah gosong dan tertawa kecil.
Setelah itu iya fokus menggoreng ayam nya. Semua sudah siap saji lalu pak Kevin menaruh semua yang ia masak dan menyusun nya di atas meja makan.
"Memasak itu ternyata gak gampang ya!"guman pak Kevin dalam hati dan memandangi masakan nya itu.
"Gimana mas udah masak nya?!"tanya Rani.
"Udah dong ini!"ucap pak Kevin dan menunjuk kan nya ke Rani.
Tidak lama kemudian Angga pun sudah datang dengan seragam nya.
"Wah Angga udah rapi aj ya pagi-pagi!"ucap Rani ke Angga yang baru datang.
"Tante dan pulang, terus gimana keadaan tante?!"ucap Angga dan duduk di samping Rani.
"Sekarang tante udah baikan ko!"ucap Rani dan membuat sarapan ke Angga.
"Hum, ini nasi goreng nya wangi banget pasti enak!"ucap Angga mencium nasinya.
"Itu dedy yang masak loh!"ucap pak Kevin.
"Dedy yang masak?!"tanya Angga kaget seakan tidak percaya.
"Iya dong!"ucap pak Kevin.
"Ngak mungkin dedy yang masak ini, soalnya dedy kan ngak pernah masak. Angga yakin ini masakan tante Rani."ucap Angga dan memulai makan nya.
"Sudah-sudah di makan aja, yang penting udah ada di atas meja makan. Yang berarti itu kan harus di makan."ucap Rani.
__ADS_1
"Hum, iya deh."jawab Angga.
Kemudian pak Kevin mengambil kan sup untuk Rani. Kemudian Rani mulai memakan nya.
"Bagaimana rasanya?!"tanya pak Kevin dengan penasaran.
"Uumm, rasanya ini lumayan lah!"ucap Rani.
"Lumayan gimana?!"tanya pak Kevin.
"Lumayan enak, gak cuman enak tapi enak banget!"ucap Rani memujinya dan mulai menyantap nya.
"Yang benar?!"tanya pak Kevin.
"Iya beneran!"jawab Rani sambil mengangguk anggukan kepala nya.
Kemudian pak Kevin tersenyum dan melihat Rani yang makan lahap.
"Kenapa mas Kevin! ayo makan mas Kevin juga kan mau ke kantor kan?!"ucap Rani.
Setelah itu pak Kevin langsung makan dengan lahap sambil menatap Rani.
Sesudah mereka siap makan Angga dan pak Kevin di antar oleh Rani ke depan rumah.
Lalu Angga pergi bersama dengan pak Anton.
"Angga pergi dulu ya dedy tante!"ucap Angga pamitan dan Salim mereka berdua.
"Iya sayang hati-hati ya!"ucap Rani.
"Iya kamu istirahat aja di rumah ya, kan kamu baru sembuh pasti kamu belum stabil kan!"ucap pak Kevin memegang pundak Rani.
"Iya mas makasih!"ucap Rani sambil melihat tangan pak Kevin.
Setelah itu pak Kevin menurunkan tangan nya dan masuk ke dalam mobil.
"Oh iya ini tas nya!"ucap Rani melihat tas nya masih di pegang oleh Rani.
"Mas Kevin! tas nya ketinggalan!"ucap Rani melihat pak Kevin sudah keluar dari pekarangan rumah.
"Aduh, malah tas nya mas Kevin ketinggalan pasti di sini berkas-berkas penting."ucap Rani.
"Apa aku antar aja ya!"ucap Rani dan melihat tas nya.
Setelah berpikir kemudian Rani memutus kan untuk mengantarkan nya. Kemudian Rani masuk ke kamar nya dan bersiap.
Setelah siap Rani langsung pergi dengan angkutan umum.
Saat di perjalanan lampu merah Rani melihat mobil Ulan ada di sebelah bus yang ia naiki.
"Itu kan mobil Ulan! mau kemana itu kok sama ya arah perjalanan nya!"ucap Rani dan memerhatikan nya sampai mobil tidak kelihatan.
__ADS_1
Kemudian Rani Tampa pikir panjang ia juga tidak memperdulikan Ulan.
Setelah itu Rani tiba di perusahaan lalu ia mulai masuk ke ruangan.
Lalu Rani tidak berpikir panjang langsung pergi menuju ke ruangan pak Kevin.
Setelah sampai di depan ruangan pak Kevin Rani di berhenti kan oleh buk Fitri.
"Mau kemana kamu!"tanya buk Fitri.
"Pak Kevin ada tamu tidak bisa di ganggu!"lanjut buk Fitri.
"Maksud nya?!"tanya Rani.
"Tidak mungkin pak Kevin menerima tamu sepagi ini!"ucap Rani lagi.
"Intinya kamu tidak usah masuk!"perintah buk Fitri.
"Saya harus masuk, ada perlu dengan pak Kevin!"ucap Rani dan ia nekat langsung menerobos masuk.
Lalu ia kaget melihat pak Kevin dan Ulan sedang tengah bermesraan.
"Pak Kevin!"ucap Rani kecewa.
"Rani ini bukan seperti yang kamu lihat!"ucap pak Kevin dan mengejar Rani yang langsung pergi.
Kemudian dengan cepat pak Kevin menangkap Rani dan menjelaskan nya.
"Rani tunggu sebentar kamu harus dengar penjelasan aku!"ucap pak Kevin menahan Rani yang sudah terlanjur kecewa.
"Tadi dia yang sudah menggoda saya!"jelas pak Kevin.
"Oh jadi karena dia menggoda mas Kevin lalu mas Kevin menikmatinya gitu!"ucap Rani berteriak.
"Bukan gitu Rani! sekarang kamu tenang dulu ini di kantor tidak bisa saya jelaskan disini."ucap pak Kevin.
Lalu pak Kevin membawa Rani pergi ke kafe yang berada tidak jauh dari lokasi perusahaan.
Lalu pak Kevin menjelaskan nya di sana.
"Rani kamu jangan marah ya, tadi itu aku tidak tau kalau dia datang kesana!"jelas pak Kevin.
Namun Rani hanya dia saja dan tidak mau menatap pak Kevin sama sekali.
"Rani kamu harus percaya dengan perkataan saya!"lanjut pak Kevin.
"Lalu mengapa saya tidak boleh masuk mas! ini pasti mas Kevin yang meminta kan?!"ucap Rani emosi.
"Soal itu saya tidak tau Rani! bisa jadi saja kalau Ulan yang memerintahkan nya."ucap pak Kevin.
"Tidak mungkin mas! sedangkan Ulan itu bukan siapa-siapa di kantor bagaimana bisa dia yang mengatur!"ucap Rani.
__ADS_1
"Percaya sama aku Rani! aku sama dia itu tidak ada hubungan lebih."jelas pak Kevin.
"Lalu itu tadi apa mas!"bentak Rani.