
Lalu pak Kevin dan Rani bergandengan tangan pergi arah mobil kemudian pak Kevin membukakan pintu.
"Mas Kevin saya gugup sangat!"ucap Rani setelah di dalam mobil.
"Apa yang buat kamu gugup, Angga saja kita lagi pergi berdua saja!"ucap pak Kevin.
"Iya lah mas!"jawab Rani.
Setibanya di tempat reunian Rani dan pak Kevin langsung segera masuk.
Setelah masuk ke dalam ruangan suara music mulai terdengar terlihat di sana sudah ramai.
"Rani kamu duduk di sini sebentar ya, saya akan mengambil kan minum buat kamu!"ucap pak Kevin menyuruh Rani duduk di meja bar.
"Baik mas!"jawab Rani.
Kemudian Rani di datangi oleh seseorang karena sudah di perhatikan sejak Rani masuk ke bar.
"Hai boleh kenalan?"tanya orang tersebut sambil mengulurkan tangannya.
"Iya maaf, dengan siapa ya?"tanya Rani sambil melihat ke sekeliling mencari pak Kevin.
"Saya boleh duduk sini?"tanya orang itu lagi.
"Silahkan!"jawab Rani.
"Oh iya aku Bara! kamu siapa?"tanya orang itu kembali.
"Saya Rani!"jawab Rani.
Kemudian orang itu memerhatikan Rani dari bawah sampai atas.
"Kamu cantik juga ya!"ucap Bara.
"Maaf tujuan anda kesini buat apa?!"tanya Rani.
Sebelum Bara menjawab pak Kevin langsung tiba.
"Mas Kevin, syukur lah."ucap Rani sambil berbalik ke arah pak Kevin.
"Ini minumnya!"ucap pak Kevin.
Tampa pak Kevin sadari Bara itu belum pergi dari tempat nya. Bara masih ingin mengenal Rani lebih dalam.
"Mas Kevin kayaknya kita harus pindah kesana deh, disini kurang nyaman. Lagian di sana itu bisa dengar music lebih jelas dan kita juga dance di sana!"ucap Rani.
"Ya sudah ayok!"jawab pak Kevin.
Setelah pindah pak Kevin dan teman lama nya bertemu di situ.
"Bro! apa kabar dengan mu?!"ucap kawan nya pak Kevin yang bernama Agus.
"Iya bro, baik lah Alhamdulillah ngomong-ngomong lu jadi juga ya dengan Lusi."ucap pak Kevin.
"Iya dong bro, gua kan orang nya setiap dan dia adalah cinta pertama gue!"ucap Agus.
__ADS_1
"Baik lah bro gue kesana ya!"ucap pak Kevin.
"Sabar dong! lue dah makin sukses aja ya? oh iya ini istri lue?!"tanya Agus melihat Rani yang ada di samping pak Kevin.
"Iya bro calon istri!"jawab pak Kevin.
Lalu Rani bersalaman dengan mereka.
"Calon lue cakep juga ya! pandai juga elu. Terus gimana kabar Ulan?!"bisik Agus ke telinga pak Kevin.
"Ah bisa aja, kalau Ulan mah udah go!"ucap pak Kevin.
"HAHAHA!"Suara pak Kevin dan Agus yang tertawa bareng.
"Ya udah bro gue kesana ya salam buat anak lue!"ucap pak Kevin.
"Oke bro!"jawab Agus.
Kemudian pak Kevin dan Rani kembali duduk dan hatersnya datang menambah kan minum mereka.
"Terima kasih."ucap Rani.
Kemudian Rani dan pak Kevin pergi ke panggung dansa karena music sudah di ganti.
"Rani ayok berdansa!"ajak pak Kevin mengulurkan tangannya.
Kemudian Rani bersedia dan menerima ajakan pak Kevin.
Lalu Rani dan pak Kevin naik ke atas panggung dengan pasangan yang lain nya.
Kemudian music nya dia nyalakan dan di mulai.
Lalu Rani dan pak Kevin mulai berdansa namun mereka hanya ingin berdansa dan tak ingin ikut berlomba.
"Mas Kevin saya boleh bertanya?"ucap Rani sambil menaruh tangannya ke atas pundak pak Kevin.
"Iya silahkan, emang kamu mau bertanya apa?!"jawab pak Kevin.
"Mas Kevin kok bisa sih suka sama aku?"tanya Rani.
"Hum kalau soal itu jangan di tanya sama saya! soalnya cinta itu datang dengan sendirinya!"jawab Pak Kevin.
Kemudian Rani menatap pak Kevin sambil tersenyum.
"Mas! aku pengen banget kita begini sampai tua!"ucap Rani.
"Jadi kita menua bersama?"tanya pak Kevin.
"Iya mas! ngak pengen ya?!"ucap Rani cemberut.
Kemudian pak Kevin mencium Rani dan Rani terdiam sekejap dan pupil matanya terlihat membesar.
Setelah itu pak Kevin melepaskan ciuman nya.
"Apa kamu kurang yakin pada saya?!"tanya pak Kevin.
__ADS_1
Lalu Rani terdiam dan mereka melanjutkan dansanya.
"Bagaimana kamu sudah yakin dengan ku?"tanya pak Kevin.
"Iya mas aku yakin dengan mas Kevin!"jawab Rani dan mencium nya balik.
Tampa mereka sadari dansa nya sudah berakhir dan para pasangan lainnya sudah turun panggung.
Lalu suara tepuk tangan terdengar dan membuat mereka sadar kembali. Dan ternyata Ulan baru datang dan sudah menyaksikan acara mereka. Ulan terlihat sangat emosi melihat ke Mesran mereka.
"Terima kasih semua!"ucap Rani dan Pak Kevin bersamaan kemudian mereka langsung turun panggung.
"MARI KITA LIHAT HASIL DARI NILAI PASANGAN YANG COCOK! DAN INI LAH HASIL DARI NILAI PARA JURI KITA!"ucap pembawa acara.
"DAN PEMENANG KETIGA ADALAH..! PASANGAN NOMOR TIGA!"ucap pembawa acara. Kemudian suara tepuk tangan menyelimuti ruangan.
Kemudian pasangan nomor tiga naik ke atas panggung.
"DAN PEMENANG YANG KE DUA ADALAH PASANGAN NOMOR SEMBILAN!"ucap pembawa acara.
Lalu pasangan itu naik ke atas panggung.
"DAN PEMENANG PERTAMA ADALAH.....!"lanjut pembawa acara.
"ADALAH... PASANGAN NOMOR... TUJUH!"ucap pembawa acara menunjukkan nomor pasangan pak Kevin dan rani.
"Kita kok bisa menang mas Kevin?!"tanya Rani ke pak Kevin.
"Sudah saya pun tidak tau!"jawab pak Kevin.
"MARI KITA PERSILAHKAN PASANGAN NOMOR TUJUH NAIK! PASANGAN NOMOR TUJUH?!"suara panggil orang pak Kevin dan Rani.
Setelah itu mereka naik ke panggung dan di hadiahi tiket liburan ke luar negeri.
Saat mereka sudah menerima hadiah masing-masing mereka kembali turun panggung.
Sedangkan Ulan yang berbeda di sana ngak panas dan gerah karena mereka berdua dan memakan makanan yang ada di samping nya. Sampai iya tidak sada sudah memakan banyak dan meminum bir.
Setelah turun dari panggung Ulan langsung menyusul mereka berdua.
"Kevin! kamu sudah berkhianat!"ucap Ulan dengan lantang.
Kemudian Rani terdiam mendengar ucapan Ulan.
"Maksudnya apa ini mas Kevin!
"Rani kamu jangan salah paham dulu, dia itu cuman ngada-ngada!"ucap pak Kevin.
"Apa kamu bilang ngada-ngada Kevin! kamu keterlaluan!"ucap Ulan menuangkan bir yang di pegang nya ke arah pak Kevin.
Kemudian pak Kevin langsung menarik Ulan keluar ruangan dan memperingati Ulan.
"Kamu jangan bikin saya malu ya! soal saya pasangan dengan siapa itu bukan urusan kamu. Dan kamu sudah bikin saya malu!"ucap pak Kevin langsung meninggalkan Ulan sendiri.
"Ihss!"ucap Ulan kesel dan mengepal tangan nya.
__ADS_1