
"Maaf Rani, itu tadi hanya salah paham!"ucap pak Kevin memohon ke Rani.
"Iya mas aku ngerti ko! yaudah duduk sini mari kita lanjut minum nya."ucap Rani.
Lalu pak Kevin duduk kembali di samping Rani kemudian ada seseorang orang yang menghampiri pak Kevin dan merayu nya.
"Mas ngak mau kita minum berdua?"tanya wanita itu dengan Manja.
"Pergi kamu sekarang."ucap pak Kevin dengan datar.
"Mas!"ucap wanita itu
"Pergi!"ucap pak Kevin sambil menahan amarahnya.
"Ternyata cewe lu! cantik juga ya."ucap salah satu orang yang ada di belakang Rani.
Kemudian pak Kevin dan Rani melihat kebelakang Rani dan ternyata itu ada lah Bara.
"Hei bro!"ucap pak Kevin langsung pergi ke meja Bara.
"Gimana kabar lue?"tanya pak Kevin dan ternyata Bara adalah teman sekelas pak Kevin waktu semasa sekolah.
"Ayok gabung sini!"ucap pak Kevin.
"Hah! itu Berti kawan mas Kevin dong!"guman Rani terhenti dan kaget.
"Matilah aku kalau dia kesini!"guman Rani lagi sambil menunduk kan kepala nya.
"Kenalin bro, ini cewe gue maksud gue calon istri!"ucap pak Kevin.
"Oh jadi ini calon istri lue!"ucap Bara sambil mengulurkan tangannya dan menatap Rani dengan berbeda.
"Iya halo, saya Rani!"jawab Rani dan membalas salaman Bara.
Kemudian Bara menahan tangan Rani dan memandangi nya.
"Bro! udah ya salaman nya jangan terlalu lama!"ucap pak Kevin sambil tersenyum kecil.
"Oh iya saya lupa, calon istri kamu soalnya cantik sekali!"ucap Bara dan melepaskan genggaman nya.
"Maaf mas! saya ketoilet dulu ya!"ucap Rani dan langsung pergi.
Sesampai nya di kamar mandi Rani langsung mencuci tangan nya dan memandang dirinya di cermin.
"Ternyata Bara itu adalah teman mas Kevin!"ucap Rani.
"Lalu gimana kabar loe? udah ada istri belum ini?!"tanya pak Kevin.
__ADS_1
"Udah cerai gue bro! bini gue selingkuh!"jawab Bara sambil meminum bir yang ada di depan nya.
"Oh gitu bro!"ucap pak Kevin menunduk-nundukkan kepalanya.
"Gue lihat di sosial media lue ada seorang anak kecil! itu anak lue. Kalau itu anak lue jadi lue duda dong bro!"ucap Bara.
"Iya bro, itu anak gue!"jawab pak Kevin dan meletakkan gelas yang ada di tangannya.
"Trus istri pertama lue kemana?!"ucap Bara.
"Aduh bro jangan tanya masa lalu sama gue dah, lebih baik kita bicara masa depan dan kehidupan kita sekarang!"ucap pak Kevin.
"Lagian gue juga ngak mau ingat masa lalu!"lanjut pak Kevin menambah bir nya.
"Iya bro sory!"lanjut Bara.
"Santai aja."ucap pak Kevin.
Lalu mereka lanjut cerita dan kehidupan nya sekarang dan tertawa bareng. Sampai beberapa botol bir sudah habis mereka minum dan masih saja tambah.
"Mas Kevin sudah minumnya, jangan di tambah lagi! mas Kevin itu sudah manuk!"ucap Rani yang baru keluar dari kamar mandi.
"Kamu dari mana saja! berapa lama kamu berada di kamar mandi tidak menemani saya disini!"ucap pak Kevin dalam keadaan mabuk.
"Maaf mas Kevin tadi saya ada urusan!"ucap Rani.
Kemudian Rani cerita kejadian yang di alami nya di kamar mandi.
"Tadi mas saat saya mau keluar dari kamar mandi, ada dua orang preman yang menghentikan saya."jelas Rani.
"Kemudian mereka menahan saya dan menggoda saya!"ucap Rani.
Dan pak Kevin mendengar cerita Rani kaget dan ingin balas dendam ke kedua preman itu.
"Tunggu mas! mereka sudah di urus oleh pak satpam!"ucap Rani.
"Lalu kamu ngak apa-apa kan?!"tanya Bara panik.
"Iya saya tidak apa-apa!"jawab Rani singkat.
"Terus bagaimana kamu bisa lolos dari mereka?!"tanya pak Kevin masih keadaan mabuk.
"Maaf mas! saya tadi menghajar mereka karena mereka sudah menghalangi jalan saya!"ucap Rani mengepal tangan nya dan membayangkan kejadian itu.
"Maaf ya Rani! saya tidak melindungi kamu!"ucap pak Kevin.
"Tadi saya menghubungi mas Kevin, tetapi tidak mas angkat!"ucap Rani.
__ADS_1
Kemudian dengan sigap pak Kevin melihat handphone nya dan melihat panggilan Rani yang sudah sepuluh panggilan tak terjawab.
"Maaf Rani tadi saya tidak mendengar nya!"ucap pak Kevin.
"Tidak apa-apa mas! saya masih bisa melindungi diri saya sendiri ko!"ucap Rani.
Kemudia Bara langsung memberikan kartu nama kepada Rani dan menaruh nya di atas meja dekat Rani.
"Ini kartu nama saya jika ada apa-apa kamu bisa langsung hubungi saya."ucap Bara.
"Maaf saya tidak bisa menerima ini, saya juga masih bisa melindungi diri saya!"ucap Rani dan menggeser kan kartu nama itu ke depan Bara.
Kemudian Bara hanya bisa mengambil kartu nya kembali dan bergegas pergi.
"Maaf buk bos! kami tidak berhasil menyakiti wanita itu!"ucap ke dua preman itu yang sudah babak belur.
Kemudian wanita itu menampar ke dua preman itu.
"PLAK!!"suara tamparan tangan wanita itu.
"Itu saja saya suruh kamu tidak berhasil! percuma saya bayar kalian dengan harga mahal!"ucap wanita itu membalikkan badannya dari mereka.
"Dan saya tidak akan menambahkan uang untuk kalian karena kalian gagal!"bentak wanita itu.
"Maaf kan kami buk bos!"ucap kedua preman itu.
"Pergi kalian! jangan sampai saya melihat kalian masih disini sekarang!"ucap wanita itu.
"Sial! cuman itu saja saya suruh tidak berhasil!"ucap wanita itu yang tidak lain adalah Ulan.
Ternyata Ulan melihat Rani pergi ke kamar mandi dari kejauhan dan menelpon ke dua preman itu.
"Mas Kevin! ayo kita pulang!"ucap Rani menyadarkan pak Kevin dan menepuk-nepuk pelan wajah pak Kevin.
Karena pak Kevin sudah mulai kehilangan kesadaran. Kemudian Rani mengangkat pak Kevin dengan kekuatan penuh dan memasukkan pak Kevin ke dalam mobil.
Kemudian Rani keluar dari mobil dan melihat sekeliling. Karena Rani tidak bisa menyetir mobil ia meminta tolong ke seseorang yang ada di sebelah parkiran mobil.
Setelah itu dengan baik hati orang itu sudi untuk mengantarkan mereka.
Setibanya di rumah, Rani memberi sedikit uang ke bapak itu dan bapak itu menolak karena melihat jumlah yang banyak.
"Maaf buk, saya ikhlas menolong."ucap bapak itu.
"Ini cuman sedikit untuk ongkos bapak pulang."ucap Rani dan memasukkan uang nya ke saku bapak itu.
Lalu Rani langsung pergi dan membawa pak Kevin masuk.
__ADS_1
"Ini terlalu banyak!"ucap bapak itu dan langsung meninggalkan rumah itu karena sudah melihat Rani dan pak Kevin masuk rumah dan hari juga sudah makin larut malam.