Bosku Galak

Bosku Galak
Episode 27


__ADS_3

"Kenapa kamu kesini?"tanya pak Kevin.


"Kamu gimana sih Kevin, aku jauh jauh datang kesini kamu tanya mau ngapain?"ucap wanita itu sambil duduk di bangku pak Kevin.


"Baiknya kamu pulang sekarang!"ucap pak Kevin tegas.


"Kevin!"ucap wanita itu dengan kesal dan berdiri dari bangku nya.


"Kamu tidak pernah ngertiin perasaan aku ya! dari dulu sampai sekarang."ucap wanita itu.


Wanita ini adalah teman kuliah Kevin yang sejak dulu jatuh cinta akan pak kevin. Wanita itu bernama Rosa dia datang, untuk bermaksud kembali lagi dengan pak Kevin.


Namun pak Kevin tidak pernah suka dengan Rosa. Karena Rosa bukan tipe wanita yang iya suka.


"Aku tidak akan pergi!"ucap Rosa membuang muka.


"Baiklah kalau gitu, biar aku yang pergi!"ucap pak Kevin dan bergegas mengambil handphone.


"Aku ikut."ucap wanita itu.


"Ck."decak pak Kevin.


Sementara itu Rani sedang merintih kesakitan karen iya mau ke kamar mandi.


"Auh, mau jalan aja sakit banget ini gimana ya caranya?"ucap Rani sambil memegang kakinya.


Saat hari menjelang sore pak Kevin akhirnya tiba di rumah.


Namun Rosa itu masih mengikuti nya.


"Ngapain lagi sih tu cewe."ucap pak Kevin melihat Rosa yang memarkirkan mobil di samping mobil pak Kevin.


Kemudian Rani dengan pelan pelan akhirnya bisa jalan sampai ke depan. Rani ingin melihat Angga sedang di kamarnya.


Akan tetapi sebelum ke kamar Angga, Rani melihat pak Kevin di luar sedang berdiri lalu menghampiri nya.


"Pak Kevin tumben ngak langsung masuk kenapa ya?"guman Rani dalam hati dan menghampiri nya.


"Mas Kevin, kenapa di luar aja?"tanya Rani.


Lalu pak Kevin menoleh ke arah Rani di belakangnya.


"Nah kamu kesini sebentar, nanti kalau di depan wanita itu kamu pura pura jadi istri saya ya!"ucap pak Kevin memegang pundak Rani.


"Tapi pak Kevin, mengapa?"jawab Rani.


"Dengerin aja kata saya!"ucap pak Kevin.


Kemudian Rosa turun dari mobil dan langsung pergi ke depan rumah kebetulan Rani dan pak Kevin sudah di sana.


"Kevin! ini-ini siapa?"tanya Rosa menunjuk nunjuk Rani.

__ADS_1


"Ini istri aku."ucap pak Kevin tersenyum memeluk Rani.


"Hah! istri!?"tanya Rosa kaget.


"Selera kamu rendahan banget sih kevin! sejak kapan ck."ucap Rosa membalikkan matanya seakan tak percaya.


"Baiknya sekarang kamu pulang sana, soal selera saya bukan urusan kamu!"ucap pak Kevin.


Kemudian Rosa mendekati Rani yang berdiri di samping pak Kevin.


"Awas kamu ya!"bisik si Rosa kepada Rani lalu kemudian membalikan badannya masuk ke mobil.


Sesampainya masuk mobil Rosa duduk dengan kesel lalu menangis.


"Ah! Kevin sudah menikah kenapa aku ngak tau!?"ucap Rosa kesel dan iya memukul mukul setir kemudian merengek.


"Yaudah kamu masuk sana."ucap pak Kevin kepada Rani.


"Iya mas."jawab Rani lalu jalan.


Karena Rani kakinya sakit pak Kevin baru sadar akan itu.


Pak Kevin memerhatikan Rani yang jalan nya sedikit pincang.


"Berhenti dulu kamu!"ucap pak Kevin.


"Iya mas."jawab pak Kevin membalikkan badannya.


"Kamu kenapa? kok pincang gitu?"tanya pak Kevin.


"Ayo kita ke rumah sakit aja, nanti ada apa-apa lagi."ucap pak Kevin langsung mengajaknya ke dalam mobil.


"Tapi pak kevin!"ucap Rani.


"Sudah jangan bantah lagi, sekarang kamu harus berobat."ucap pak Kevin.


"Baik mas kalau gitu."lalu Rani nurut.


"Saya kayak gini, nanti yang jagain Angga tidak ada yang jagain jadi jangan berpikir saya suka sama kamu."ucap pak Kevin.


Namun Rani heran akan perkataan pak Kevin.


"Maksudnya mas?"tanya Rani heran dan bingung.


"Sudah sudah ayo masuk mobil."ucap pak Kevin.


"Bagaimana dengan Angga mas dia di kamar ngak mungkin dia sendiri di rumah."ucap Rani.


"Nanti saya suruh pak Anton saja."jawab pak Kevin.


"Baik lah kalau gitu mas."ucap Rani.

__ADS_1


Kemudian mereka berangkat setelah masuk mobil.


Saat perjalanan ke rumah sakit mereka berbincang sedikit menghilangkan kesunyian.


"Maaf pak Kevin, mbak tadi itu siapa kenapa dia melihat saya seperti ngak suka gitu ya mas?"tanya Rani penasaran.


"Oh itu, buka siapa siapa cuman kawan lama. Dia itu bukan wanita yang saya suka tapi dia mengejar saya terus."jawab pak Kevin.


"Oh jadi gitu pak Kevin, saya mengira itu adalah pacar mas Kevin."jawab Rani dengan tersenyum kecil.


Tak sengaja pak Kevin melihat senyuman Rani yang manis, pak Kevin tidak bisa memalingkan pandangannya dari arah Rani.


"Pak Kevin kenapa melihat saya kayak gitu?"ucap Rani melambaikan tangan nya ke arah muka pak Kevin.


"Karena senyummu itu membuat saya melayang hingga tidak bisa memalingkan mata saya dari kamu."ucap pak Kevin mendekati Rani.


Tidak sengaja mereka hampir menyerempet motor yang sedang berjalan dari arah depan.


"Tinnnnnnn!"bunyi klakson motor di depan namun dengan sigap pak Kevin menghindari motor itu.


"Mas Kevin hati hati itu ada motor!"Ucap Rani dengan syok.


Sesudah kejadian itu mereka sedikit lega dan berhenti di tengah jalan.


"Mas kevin!"ucap Rani masih panik.


"Sudah aman sekarang, kamu tenang dong."ucap pak Kevin melihat Rani masih panik.


Namun Rani masih menutup matanya seakan sangat takut akan terjadi apa-apa. Tiba-tiba pak Kevin memeluk Rani seakan melindungi nya.


"Maaf ya, udah buat kamu kayak gini."ucap pak Kevin memeluk dan mengelus kepala Rani.


"Iya mas, maaf saya udah gak apa-apa ko sekarang."ucap Rani melepaskan tangan pak Kevin.


"Oh iya, maaf saya tidak sengaja."ucap pak Kevin kembali ke tempat duduknya.


Kemudian mereka melanjutkan perjalan mereka ke rumah sakit.


Setibanya di rumah sakit pak Kevin langsung menggendong Rani turun dari mobil.


Kemudian mereka masuk rumah sakit, dan langsung menaruh Rani di atas kursi roda.


Lalu dokter segera memeriksa Rani. Setelah Rani di obati dokter memberi beberapa obat untuk menahan sakit dan obat infeksi.


Sesudah pulang dari rumah sakit kemudian mereka mampir di taman favorit pak Kevin.


"Mas Kevin, kita kemana ini?"tanya Rani.


"Kita ke tempat favorit saya, kalau saya mau menenangkan diri pasti saya kesini."ucap pak Kevin.


"Oh gitu."ucap Rani sambil memperhatikan sekeliling.

__ADS_1


Lalu setibanya di parkiran mereka turun kemudian Rani di pegangin oleh pak Kevin.


Kemudian mereka berjalan ke arah bangku taman di dekat kolam ikan hias yang luas.


__ADS_2