
"Oh kalau gitu, apa mas Kevin mau aku dulu yang mencium mas untuk sekali ini?!"tanya Rani dengan gugup.
Kemudian pak Kevin terdiam sejenak lalu pak Kevin sedikit memberi kelonggaran ke pada Rani.
Lalu Rani menaikkan tangan nya ke pundak pak Kevin lalu mendekat ke bibir pak Kevin. Dengan perlahan lalu mereka berciuman.
Lalu tidak sengaja bola mengenai salah satu jendela yang ada di dekat kolam.
"Mas itu bunyi apa!"ucap Rani.
Lalu Rani menyusul asal suara itu berasal dan di ikuti oleh pak Kevin.
"Ada apa anak-anak?!"tanya Rani panik.
"Ngak apa-apa kok tan!"ucap Angga.
"Kalian ngak terluka kan?!"ucap Rani lagi sambil memeriksa sekujur tubuh Angga dan Raffa.
"Ngak kok tante!"ucap Raffa.
"Syukur lah!"ucap Rani.
"Ada apa ini, kenapa tadi ada bunyi lemparan?!"tanya mbok Marni yang baru datang dan terlihat sangat panik.
"Ngak ada apa-apa ko mbok!"ucap Rani tersenyum.
"Sungguh?!"tanya si mbok.
"Iya mbok, ngak ada apa-apa kok!"jelas Rani mendekati mbok Marni.
"Syukur lah neng! mbok kira ada yang terjatuh." jelas si mbok mengelus dada.
"Yaudah saya balik ke kebalakang ya mau menyimpan makanan."ucap si mbok.
Kemudian si mbok pun pergi dan meninggal kan mereka berempat di taman.
"Yaudah yok kita main rame-rame!"pinta Rani melihat ke pak Kevin.
"Baik lah!"jawab pak Kevin.
Kemudian mereka menikmati sore yang indah di taman sambil bermain bersama Angga dan Raffa.
Keesokan harinya pak Kevin sedang berada di kantor. Dan melihat ada sedikit masalah di dokumen.
"Sekretaris Fitri bisa masuk sebentar!"ucap pak Kevin dari telpon kantor.
"Baik pak!"jawab buk Fitri.
Lalu buk Fitri masuk kedalam ruangan pak Kevin.
"Silahkan masuk!"jawab pak Kevin mendengar ketukan pintu.
"Iya pak ada yang bisa saya bantu?!"tanya buk Fitri.
"Ini tolong kamu urus ya, ini kok seperti ini.
Ini sangat fatal!"bentak pak Kevin sedikit menghempaskan keretas nya.
__ADS_1
"Maaf pak, kami tidak memerhatikan nya!"jawab buk Fitri menunduk setelah melihat dokumen nya.
"Saya akan segera memperbaiki nya dan mengantarkan nya langsung ke bapak!"ucap buk Fitri.
"Sekarang!"bentak pak Kevin.
"Baik pak!"ucap buk Fitri dan segera keluar dari ruangan pak Kevin.
Tidak lama Rani masuk ke ruangan pak Kevin.
"Mas Kevin, ada apa kok marah seperti itu?!"tanya Rani.
"Aku dengar tadi dari luar!"ucap Rani yang melihat pak Kevin tengah suntuk di mejanya.
"Apa, aku marah? tidak ada kok. Mungkin kamu salah dengar sayang!"ucap pak Kevin dan menatap Rani.
"Yaudah, lihat aku bawakan apa buat mas!"ucap Rani sambil menunjukkan talam yang berisi makan siang dan secangkir kopi kesukaan pak Kevin.
"Aduh sayang kuh, pengertian banget ya. Tau aja kalau lagi pengen makan!"ucap pak Kevin.
Lalu Rani meletakkan nya di atas meja pak Kevin kemudian pak Kevin pun duduk di kursi nya.
"Di suapin yah!"ucap pak Kevin sedikit manja dan menunjuk-nunjuk mulut nya.
"Aku mau di suapin sama pacar aku yang cantik ini!"ucap pak Kevin menarik Rani ke pangkuan nya.
"Mas Kevin!"teriak Rani karena kaget.
"Iya kan!"ucap pak Kevin.
"Iya apa mas?!"ucap Rani hendak mau bangkit dari pangkuan pak Kevin.
"Okeh baik lah, tapi lepasin tangan nya dulu ya kalau kayak gini bagaimana cara nyuapin nya!"ucap Rani menatap pak Kevin.
"Baik lah!"ucap pak Kevin dan membatu Rani berdiri.
"Ets,, sebelum berdiri sini cium dulu!"ucap pak Kevin dan langsung mencium nya.
Setelah itu Rani baru berdiri.
"Mas Kevin aku kan ngak ngelakuin kesalahan!"ucap Rani.
"Sudah suapin gih!"ucap pak Kevin.
Tidak lama kemudian buk Fitri masuk keruangan sna membawa berkas itu.
"Ini pak, semua sudah detail saya periksa!"jelas buk Fitri.
"Silahkan keluar!"ucap pak Kevin.
"Baik pak!"jawab buk Fitri.
Setelah buk Fitri keluar pak Kevin mendekati nya kembali.
"Mas Kevin, kayak nya ada kerjaan baru kan. Gimana kalau itu di kerjakan dulu!"ucap Rani.
"Lalu bagaimana dengan makan nya, belum makan sudah harus kerja kah?!"ucap pak Kevin.
__ADS_1
"Saya sudah lapar, harus kah aku menahan rasa lapar!"ucap pak Kevin.
"Hum, baik lah!"jawab Rani.
Sesudah makan mereka langsung pergi ke ruang meeting yang berada di kantor rekan nya.
Setelah tiba disana Rani duduk di sebelah pak Kevin dan buk Fitri di dekat Rani.
"Mas Kevin apa aku ngak nunggu di luar aja?!"bisik Rani.
"Sudah kamu di sini aja menemani aku!"jawab pak Kevin.
Meeting pun di mulai setelah semua kalyen nya berkumpul.
Lalu ada satu orang yang sedang memerhatikan Rani dari ke jauhan dan curi-curi pandang ke arah Rani.
Namun karena Rani mengingat janji nya ke pak Kevin ia pun mengabaikan senyuman dari laki-laki itu.
Kemudian pak Kevin memerhatikan pria itu dan melihat ke Rani.
Lalu pak Kevin berbisik ke Rani.
"Rani, kamu lihat sini aja ngak usah lihat kesana kemari."ucap pak Kevin.
"Ada apa mas?!"tanya Rani.
"Lihat saj kesini, dari tadi ada pria aneh yang lihatin kamu terus!"ucap pak Kevin.
Kemudian Rani hanya tersenyum dan sedikit menggelengkan kepalanya.
Lalu meeting pun sudah berakhir. Kemudian mereka pun keluar dari ruang meeting.
"Oh iya mas, mau aku ambil kan kopi ngak?!"tanya Rani.
"Boleh, aku tunggu disana ya!"ucap pak Kevin dan menunjuk sebuah kursi di ruangan tamu.
Kemudian Rani pergi ke dapur dan tidak sengaj di lihat oleh pria tadi lalu ia pun mengikuti nya.
Setelah membuat kopi Rani pun hendak keluar dari ruangan dan di berhenti kan oleh pria itu.
Saat Rani berjalan pria itu menghentikan nya.
"Tunggu!"ucap pria itu.
Namun Rani tidak menghiraukan nya lalu ia kembali berjalan dari arah yang berbeda. Tapi tetap saja di berhenti kan oleh pria itu.
"Apa aku membuat kesalahan tidak termaafkan sehingga engkau menghindari ku?!"tanya pria itu.
Lalu Rani berhenti dan melihat pria itu dan terdiam.
"Oh, maaf jika menggangu aku boleh tanya ngak!"ucap pria itu.
"Silahkan!"jawab Rani datar.
"Bos kamu dimana?!"tanya pria itu.
"Oh mau diskusi lagi ya?!"tanya Rani.
__ADS_1
"Bukan, maksud saya kalau kamu ngak sibuk lagi apa kamu mau keluar makan dengan ku?!"tanya pria itu.
"Maaf saya harus pergi dulu ya. Dan saya minta maaf, saya juga masih banyak kerjaan!"jelas Rani.