Bosku Galak

Bosku Galak
Episode 31


__ADS_3

Keesokan harinya Andre tiba di kota dan langsung menghubungi Rani.


"Rani angkat dong!"ucap Andre karena telpon nya tak kunjung di angkat oleh Rani.


Sedangkan Rani masih tertidur dan tidak menyadari handphone nya berbunyi.


"Baiknya aku telpon Heni saja lah."ucap Andre.


"Halo Hen, Rani ada sama kamu kok dia ngak bisa di hubungi ya?"tanya Andre.


"Andre bukannya kamu sudah di bilang jangan Hubungi Rani kan!"ucap Heni.


"Gue udah telpon Rani ko, cuman pagi ini ngk bisa."lanjut Andre.


"Kasih alamat Rani ya."ucap Andre.


Tidak lama setelah menutup telponnya Andre langsung menghubungi Rani.


"Akhirnya di angkat juga."ucap Andre penuh harapan.


"Rani gue udah di kota ni kita ketemu di restoran ya nanti gue kirim alamatnya oke!"ucap Andre.


"Apa! aduh kamu ngapain sih yaudah nanti gue ke sana."ucap Rani kaget.


"Ya ampun bikin repot aja dah."ucap Rani lalu iya bergegas mandi dan menyiapkan sarapan pagi.


Satu jam berlalu lalu Rani pergi ke alamat yang di kirim oleh Andre.


Namun sebelum Rani pergi keluar pak Kevin menghentikan nya.


"Rani! kamu kemana pagi-pagi gini gak biasanya selain mau kerja rapi gitu!?"ucap pak Kevin sambil mengancing lengan bajunya.


"Maaf pak Kevin, saya ijin sebentar mau keluar nanti kalau sudah siap saya langsung ke kantor."Jawab Rani.


"Oh."ucap pak Kevin singkat.


Kemudian Rani langsung pergi, setibanya tiba di restoran Rani mencari cari Andre.


"Dor!


Suara Andre dari belakang Rani mengejutkan nya.


"Ih kamu kebiasaan ngagetin aku deh!"ucap Rani kesel dan langsung duduk di kursi.


"Iya sorry."ucap Andre.


"Oh iya sekarang apa mau kamu kenapa kamu mau datang kesini. Udah cukup ya semua kelakuan kamu selama ini."ucap Rani.


"Rani aku mau kita balikan lagi, aku sama dia sudah ngak ada hubungan."ucap Andre memegang tangan Rani.


"Aku maafin kamu, bukan berarti aku mau balikan sama kamu."ucap Rani melepaskan tangan Andre.


"Rani aku mohon kembali sama aku ya?!"ucap Angga memohon.


"Udah jam berapa ya, aku harus pergi kerja takut telat."ucap Rani.


"Rani aku mohon jangan gini."ucap Andre.


"Udah aku mau pulang dulu!"ucap Rani bergegas pergi.


"Rani, Rani! plis."ucap Andre menggenggam tangan Rani.

__ADS_1


"Lepasin Andre!" ucap Rani berbisik geram dan melihat sekitar.


Kemudian Andre melepaskan tangan nya dan Rani pergi lalu Andre putus asa dan kembali duduk. Andre merasa menyesal telah mengkhianati cinta Rani padanya.


Lalu Rani bergegas menuju kantor nya.


Setibanya di kantor Rani langsung Menganti pakaian nya dan lanjut mengerjakan pekerjaan nya.


"Rani!"panggil Heni dari kejauhan.


Kemudian Rani melihat ke belakang dan berhenti kembali menyapa Heni.


"Hei Heni, kamu belum kerja?"tanya Rani.


"Ini kau kerja sih, oh iya ini gue mau ngomong si Andre mantan kamu itu kesini katanya kamu ngak bisa di hubungi."ucap Heni.


"Oh itu!"ucap Rani datar.


"Udah ketemu?"tanya Heni.


"Udah sih."jawab Rani lesu.


"Terus gimana? kenapa kamu ngak semangat gitu sih!"tanya Heni penasaran.


"Atau jangan-jangan dia ganggu kamu lagi!"ucap Heni seakan mau menghajar Andre.


"Hen ngak ko, aku lagi kepikiran sesuatu ko Andre gak apa-apa dia udah aku suruh pulang."ucap Rani.


"Nah jangan lesu gitu dong, semangat!"ucap Heni.


Lalu mereka melanjutkan pekerjaannya. Kemudian jam istirahat telah tiba Rani bergegas mengganti bajunya dan segera keluar dari kantor.


Kemudian Rani bertemu dengan pak Kevin yang hendak keluar :juga.⁰


"Oh pak Kevin, ini mau jemput Angga sudah janji mau jemput dia ":hari ini."ucap Rani.


"Bareng saya aja, saya juga mau jemput Angga."ucap pak Kevin melewati Rani.


"Ayo masuk!"ucap pak Kevin.


"Baik pak!"jawab Rani lalu bergegas masuk.


Lalu mereka berdua pergi menuju ke sekolah Angga.


"Oh iya mas Kevin, bukan nya pak Kevin sibuk ya!?"ucap Rani.


"Lagi santai aja, dari pada duduk di kantor aja lebih baik jemput Angga aja."ucap pak Kevin.


"Iya juga sih mas."ucap Rani.


Setibanya di sekolah Rani langsung turun begitu juga dengan pak Kevin.


Namun Angga belum keluar kelas.


"Yaudah kita tunggu di sini aja dulu."ucap pak Kevin.


"Iya mas, oh iya mas mau minum ngak biar saya beli."ucap Rani.


"iya apa aja."ucap pak Kevin singkat.


Kemudian Rani pergi dan pak Kevin duduk di kursi dekat gerbang sekolah.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Angga keluar dari kelas nya.


"Dedy! sama siapa ke sini Tante Rani mana?"tanya Angga dengan raut kecewa.


"Tante nya lagi pergi beli minum soalnya."ucap pak Kevin.


"Yang benar dedy?"tanya Angga kembali ceria.


"Iya sayang." jawab pak kevin.


Kemudian Rani datang membawa minuman dan es krim buat Angga.


"Tante! kirain Angga tadi Tante ngak datang jemput.


"Pasti datang dong ngak mungkin Tante ingkari kan."ucap Rani.


"Ini es krim nya makan dulu nanti cair sayang."ucap Rani.


"Makasih tante."jawab Angga.


Lalu mereka bertiga masuk ke dalam mobil lalu bergegas pulang.


Kemudian mereka mampir di sebuah taman untuk membawa Angga bermain.


"Wah ini kan tempat kesukaan Angga."ucap Angga.


"Iya dong, Angga main dulu biar nanti sampai rumah mandi terus Dedy ajak shoping.


"Yang bener dedy Angga mau beli mainan ya!"ucap Angga.


"Iya sayang."ucap pak Kevin.


Setelah mobil terparkir mereka turun lalu membeli tiket masuk.


Sementara Angga bermain Rani dan pak Kevin pergi ke tempat minum kopi di dekat taman.


"Rani kita ke sana saja selagi Angga main."ucap pak Kevin.


"Iya mas."jawab Rani dan berjalan mengikuti pak Kevin dari belakang.


Lale mereka sampai dan memesan kopi yang sama dan duduk di kursi depan warung itu.


Namun Rani dan pak Kevin hanya di selimuti keheningan Tampa ada pembicaraan antara mereka.


Mereka berdua hanya memperhatikan Angga yang sedang bermain dan menikmati kopi yang hangat.


Tidak lama kemudian pak Kevin sedikit berbincang.


"Rani! lelaki yang tadi datang ke kantor itu siapa?"tanya pak Kevin.


"Maksud nya mas kevin!"ucap Rani sedikit heran.


"Tadi orang itu bertanya sama saya kalau dia mencari nama Rani."jelas pak Kevin.


"Hah, mampus gue pasti Andre itu."guman Rani dalam hati.


"Hei Rani! ngapain diam aja."ucap pak Kevin.


"Maaf mas Kevin mungkin orang lain yang di carinya bisa jadi Rani yang lain mas."elak Rani.


"Bukankah cuman kamu yang namanya Rani di kantor?"ucap pak Kevin.

__ADS_1


"Bisa jadi mas."jawab Rani dan mengalihkan pandangannya menutup matanya.


__ADS_2