Bosku Galak

Bosku Galak
Episode 41


__ADS_3

"Apa maksud mas Kevin itu!"guman Rani ketus.


Tidak lama kemudian mereka tiba di rumah dan langsung bergegas masuk kamar masing-masing.


Tapi Rani menyelinap ke kamar Angga ini bertanya banyak soal wanita itu.


"Angga!"panggil Rani setelah masuk di kamar Angga.


"Iya tante?!"jawab Angga sambil bermain di lantai.


"Tante mau nanya nih, boleh kan soal nya sangat penting bagi Tante sih!"ucap Rani.


"Boleh aja tante, emang soal apa?"tanya Angga kembali dan melihat ke Rani yang begitu serius.


"Ini, itu yang nyariin dedy siapa?"tanya Rani sedikit berbisik.


"Gimana ya tente, Angga juga kurang kenal sih tapi tadi itu kayaknya udah kenal dekat gitu."jelas Angga.


"Oh yah? terus terus ciri-ciri orang nya bagaimana?"tanya Rani kembali dengan penasaran.


"Orang nya sih cantik, putih, tinggi, modis, juga gitu tante!"ucap Angga.


"Oh gitu."ucap Rani sambil mengangguk anggukan kepala nya.


"Emang kenapa tante?!"tanya Angga.


"Ngak papa kok sayang, tadi itu kirain Tante kawan nya tante Rani gitu."ucap Rani.


"Yaudah sekarang tante kembali dulu ya, Angga jangan lupa belajar!"lanjut Rani.


"Siap tante, habis ini Angga belajar ko!"jelas Angga.


"Yaudah Tante keluar ya."ucap Rani sambil mengelus elus kepala Angga.


Kemudian Rani keluar dari kamar dan melihat pak Kevin yang berjalan ke arah kamar Rani.


"Itu kan mas Kevin ngapain dia kesana?"tanya Rani.


Lalu Rani mengikuti nya dari belakang, sampai tiba di depan pintu kamar Rani.


"Lah ke kamar aku?"ucap Rani.


Kemudian pak Kevin hendak mengetuk pintu kamar dengan cepat Rani langsung memanggil pak Kevin.


"Mas Kevin ada apa?"tanya Rani langsung.


"Ini mau nganterin barang-barang kamu, tadi kamu langsung pergi jadi barang belanjaan nya tinggal."ucap pak Kevin melihat ke arah Rani memanggil.


"Oh itu mas, maaf tadi kelupaan."ucap Rani sambil mengambil barang nya dari tangan pak Kevin.


"Terima kasih mas."ucap Rani.


Pak Kevin hanya tersenyum dan berniat mau mencium kening Rani.

__ADS_1


Namun karena gugup pak Kevin mengurungkan niat nya untuk itu.


"Oh iya, nanti jangan lupa siapkan baju saya untuk ngantar Angga ya besok siang!"jelas pak Kevin dan langsung pergi.


"Baik mas Kevin!"ucap Rani dan menatap ke arah pak Kevin pergi.


"Hum mas Kevin pasti mau menemui wanita itu kan."ucap Rani kesel lalu ia masuk kamar dan berjalan menghentak hentakan kakinya karena kesel.


"Pasti dia cemburu kan, kalau aku ada urusan ma cewe itu! Rencana bagus ni buat dia cemburu."ucap pak Kevin licik.


Dan ternyata ia masih belum masuk ke kamar nya melainkan masih memerhatikan Rani dari kejauhan.


Setelah melihat Rani bertingkah seperti itu pak Kevin tidak merasa kawatir lagi karena ia merasa kalau orang sudah sayang pasti akan cemburu dengan wanita lain.


Lalu pak Kevin dengan tersenyum kecil berjalan kembali ke kamar nya.


"Rani, Rani, memang idaman banget."ucap Rani menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum.


Keesokan harinya Rani sudah menyiapkan barang untuk pak Kevin dan juga sudah menyiapkan barang Angga.


"Oh iya Rani, nanti saya mau nganterin Angga ke tempat les nya gimana kamu ikut?"tanya pak Kevin.


"Iya mas saya ikut!"langsung jawab Rani dengan sigap.


"Oke baik lah!"ucap pak Kevin.


Lalu Rani dan pak Kevin bergegas ke kantor, setibanya di depan kantor Rani memberhentikan pak Kevin.


"Stop mas, sampai sini aja!"ucap Rani kemudian mobilnya langsung berhenti total.


"Saya turun di sini aja mas takut kariawan yang lain menilai saya dengan buruk."ucap Rani.


"Kenapa?"ucap pak Kevin.


"Karena saya perginya dengan mas Kevin itu satu mobil, saya takut nama mas Kevin jadi jelek gara-gara saya!"ucap Rani.


Pak Kevin hanya dia saja melihat Rani.


"Saya pergi dulu ya mas!"ucap Rani dan mengambil tas nya.


"Sebelum pergi dari sini harusnya pamit dulu ke kekasihnya!"ucap pak Kevin.


"Maksud nya mas?!"tanya Rani heran.


Kemudian pak Kevin menunjuk ke pipinya pertanda minta di cium. Lalu Rani terdiam dan segera mencium nya. Setelah mencium pak Kevin Rani langsung keluar dari mobil meninggalkan pak Kevin yang tersenyum.


Setibanya di kantor Rani langsung menemui Heni yang masih duduk di kursi tunggu.


"Heni, kamu belum kerja?"tanya Rani.


"Rani? dari kapan kamu di sini, aku bentar lagi kerjanya."ucap Heni.


"Baru masuk Rani?"tanya Heni.

__ADS_1


"Iya ni Heni, gimana keadaan disini?"tanya Rani.


"Seperti biasa ngak ada yang berubah."jelas Heni.


"Terus bagaimana perjalan kamu itu sama orang pak Kevin?"tanya Heni.


"Gitu deh."ucap Rani sambil senyum-senyum sendiri mengerak gerakkan kakinya.


"Wah kayaknya ini ada yang spesial!"ucap Heni.


"Ngak ko!"Hela Rani.


Setelah perbincangan mereka itu kemudian mereka melanjutkan pekerjaannya.


Waktu telah berlalu dengan cepat kemudian Rani pergi ke ruang ganti.


"Udah jam berapa ini, kayaknya aku haru pergi ni jemput Angga!"ucap Rani melihat jam di handphone nya.


"Baiknya besok saja aku lanjut ini."ucap Rani meninggal kan pekerjaan nya yang tinggal sedikit.


Kemudian pak Kevin datang menemui di ruangan para OB.


"Hei itu pak bos datang kesini."ucap salah satu kariawan OB laki laki.


"Tumben pak Kevin kesini ada apa ya?"ucap yang lainnya berbisik.


Kemudian mereka memberi hormat kepada pak Kevin.


"Tolong panggilkan yang bernama Rani kesini!"perintah pak Kevin.


"Wah pasti ni si Rani bikin ulah gara-gara ngak masuk beberapa hari."bisik OB itu.


"Sudah panggil kan saja sana!"ucap kawan yang di samping nya.


Kemudian OB itu langsung pergi dan memanggil kan Rani.


"Rani kamu di cari bos itu, kayak nya kamu bakal kena PHK tuh! kamu kan suka cuty!"ucap OB itu.


"Apa! pak bos kesini maksud nya pak kevin?!"ucap Rani kaget.


"Iya! tuh kamu kesana tuh buru!"ucap nya lagi.


"Iya deh!"ucap Rani gugup.


Lalu mereka berjalan ke arah pak Kevin.


"Ini pak orang nya!"ucap OB itu.


"Terima kasih!"jawab pak Kevin dengan datar.


Setelah pak Kevin melihat Rani langsung keluar bersama lalu Rani berjalan di belakang pak Kevin.


"Ada apa ya kayak nya serius banget?!"tanya OB itu penasaran sambil melihat dari belakang pintu.

__ADS_1


"Sudah biar kan saja, ayo kita lanjut kan saja kerja kita ini masih banyak numpuk lagi itu!"ucap OB itu dan bergegas mengangkat barang peralatan nya.


__ADS_2