
Setelah berbelanja mereka langsung pulang.
Setibanya Angga di rumah ia melihat pak Kevin, Rani dan si mbok dan Raffa juga.
"Dedy, tante, ada tamu ya!"ucap Angga dan duduk di sebelah pak Kevin.
"Iya ni Sayang, ini dedy kenalin Raffa cucu mbok."jelas pak Kevin menunjuk ke arah Raffa.
"Jadi Angga punya teman bermain?!"tanya Angga bersemangat.
"Hu,um, yaudah sana gih ajak main."ucap pak Kevin.
"Baik dedy, ayo Raffa kita main aku punya banyak mainan kamu boleh main yang mana aja!"ucap Angga.
"Sungguh?!"tanya Raffa.
"Udah ayo aja!"jawab Angga dan langsung menarik tangan Raffa pergi masuk kamar.
Mereka yang melihat Angga dan Raffa yang langsung akrab dengan mudah. Sangat senang dan merasa Angga tidak akan kesepian lagi.
"Wah, kelihatan nya Angga sangat senang ya mas!"ucap Rani yang melihat kepergian Angga.
"Iya!"Jawab pak Kevin.
"Yaudah saya pamit kebelakang ya den, mau menyiapkan makan siang anak-anak."ucap mbok yang bernama Marni.
"Baik mbok!"jawab Rani.
"Oh iya, hari ini ada meeting jam satu kita harus cepat-cepat pergi ni keburu telat sampai sana."ucap pak Kevin panik.
"Oh ya mas, baik lah aku siapin barang mas Kevin dulu ya!"ucap Rani dan langsung pergi mengambil tas pak Kevin.
Setelah yang di perlukan sudah ketemu Rani langsung pergi keluar dari kamar.
"Mbok, tadi mas Kevin kemana?!"tanya Rani.
"Katanya nunggu di mobil nak, yaudah kesana aja sekarang!"ucap mbok Marni.
"Baik deh mbok, nitip Angga ya mbok makasih!"ucap Rani dan langsung pergi ke mobil.
"Baik lah."jawab mbok Marni.
Lalu Rani pun pergi dengan tenang. Setibanya di mobil pak Kevin melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah satu.
"Udah siap?!"tanya pak Kevin.
"Udah mas!"jawab Rani.
Kemudian pak Kevin mulai keluar dari gerbang dan segera melajukan mobil.
__ADS_1
"Mas Kevin jangan terlalu kencang takut nya ada apa-apa di jalan!"ucap Rani memperingati pak Kevin.
"Aman aja, kamu duduk manis yah!"ucap pak Kevin.
Kemudian pak Kevin melanjutkan menyetir nya dan tidak lama buk Fitri menelpon nya.
"Siapa lagi ni yang nelpon ngak tau lagi buru-buru apa!"ucap pak Kevin sambil mengambil handphone nya yang tergeletak di depan nya.
"Mas, berhenti aja kalau mau ngangkat telpon nya takut ada apa-apa!"ucap Rani.
"Baik deh, kamu ini!"ucap pak Kevin.
Kemudian pak Kevin pun memberhentikan mobil nya di tepi jalan jauh. Lalu pak Kevin baru mengangkat telpon dari buk Fitri.
"Iya halo!"jawab pak Kevin.
"Iya saya sudah jalan kesana, tunggu aja setengah jam lagi saya sampai kurang lebih!"jelas pak Kevin .
"Oh gitu pak, kami tunggu ya!"ucap buk Fitri dan mematikan telpon nya.
"Pak Kevin lama bangat ya, mana klayen nya bentar lagi sampai lagi!"guman buk Fitri sambil melihat jam tangan nya.
Kemudian pak Kevin mulai menjalankan mobil nya dan terlihat di depan mereka baru saja terjadi kecelakaan.
"Ada apa itu mas, kok orang pada ramai-ramai gitu!"ucap Rani penasaran.
"Seperti nya kecelakaan deh!"ucap pak Kevin memberhentikan mobilnya karena tidak bisa lewat karena rami nya orang-orang.
"Buru-buru ini, kita sudah telat mau meeting!"ucap pak Kevin.
Kemudian pak Kevin memutar balik mobil nya dan melanjutkan jalan nya.
"Coba hubungi keluarga nya!"ucap salah satu bapak-bapak itu yang berada di tempat kecelakaan.
"Gimana mau menghubungi nya, handphone nya sudah rusak."jelas anak muda itu.
"Yaudah ayok kita antar saja ke rumah sakit!"ucap bapak itu. Yang tidak lain yang kecelakaan adalah Ulan yang ngak sengaja menabrak pengendara motor.
Kemudian mereka pun membawa Ulan pergi rumah sakit terdekat.
"Dok! suster! ini ada korban kecelakaan cepat di tangani tolong sus!"ucap bapak itu setelah tiba di rumah sakit.
Kemudian Ulan pun di bawa ke ruang gawat dan di tangani begitu juga dengan yang di tabrak nya.
Setibanya di cafe buk Fitri langsung memanggil pak Kevin dan memberikan berkas penting nya.
"Pak Kevin datang tepat waktu!"ucap buk Fitri dan memberi nya tempat duduk.
"Iya, mana klayen kita apa mereka sudah datang?!"tanya pak Kevin.
__ADS_1
"Katanya sudah di depan pak, silahkan duduk dulu."ucap buk Fitri dan memanggil pelayan.
"Bawakan minum yang ini ya!"ucap buk Fitri sambil menunjuk menu makanan.
Tidak lama kemudian klayen mereka pun tiba.
Lalu mereka memulai meeting nya dan membahas kerja sama nya.
Namun ada konflik di antara mereka yang tidak cocok lalu Rani sedikit berbicara dan klayen pak Kevin pun setuju.
"Saya suka dengan usulan sekretaris bapak kalau kayak gini saya pun setuju kerja sama!"ucap klayen nya pak Kevin.
"Sebenarnya bukan sekretaris sih pak, cuman kalau kayak gitu pendapat bapak saya juga senang. Oke pak, selamat bergabung di perusahaan saya ya pak!"ucap pak Kevin dan bersalaman.
"Pintar juga ya anak ni, lumayan lah dari pada batal kerja sama nya."guman buk Fitri dalam hati.
Kemudian klayen pak Kevin pun menandatangani kontrak dan langsung pergi meninggalkan orang pak Kevin.
"Makasih ya Rani, udah membantu kalau ngak ada kamu mungkin semua nya batal!"ucap pak Kevin.
"Cuman beri saran aja mas, soal nya di situ itu ada kejanggalan jadi hanya di perbaiki sedikit aja!"ucap Rani.
"Makasih ya Rani!"ucap buk Fitri sambil tersenyum.
Lalu mereka pun pergi keluar dari cafe itu.
"Oh iya Rani, bisa ngomong sebentar!"ucap buk Fitri.
"Ohh boleh, bentar ya mas saya kesana sebentar ya!"ucap Rani.
Kemudian mereka pergi ke samping cafe itu.
"Rani kamu tau ngak! si Ulan itu yang deketin pak Kevin kecelakaan!"ucap buk Fitri.
"Hah kok bisa, ibu tau dari mana?!"tanya Rani kaget.
"Nih kamu lihat postingan warga sekitar, ni lihat foto Ulan."ucap buk Fitri dan menunjukkan foto nya.
"Iya ini kan Ulan!"ucap Rani kaget.
"Astaga kasian banget, terus itu di rawat dimana coba lihat bu!"lanjut Rani.
Setelah tau Rani langsung pergi dan mengajak pak Kevin pergi ke sana.
"Rani, tunggu kmu mu kemana!"ucap buk Fitri.
"Aduh anak ini!"ucap buk Fitri.
"Mas sekarang kita ke rumah sakit ya, Ulan kecelakaan!"ucap Rani panik.
__ADS_1
"Apa! iya sekarang kita kesana."jawab pak Kevin.
"Aduh Rani, pak Kevin mau kemana! belum selesai ngomong udah pergi aja!"ucap buk Fitri.