
Setelah beberapa saat Rani akhirnya selesai makan kemudian mereka langsung keluar dari restoran.
"Mas Kevin saya pulang duluan ya soalnya di rumah masih banyak kerjaan!"ucap Rani.
"Saya akan antar kamu!"ucap pak Kevin.
"Maaf mas tapi bagaimana dengan Ulan, bukan kah kalian akan pergi?!"ucap Rani.
"Iya Kevin! kamu tidak mungkin dong ninggalin aku sendiri."ucap Ulan yang membujuk pak Kevin.
"Sudah! sekarang kamu pulang, saya masih banyak kerjaan."ucap pak Kevin.
"Kevin! kamu lebih milih dia?!"bentak Ulan.
"Lalu?!"ucap pak Kevin.
"Cih!"ucap Ulan kesel dan langsung pergi.
Lalu Rani dan pak Kevin hanya melihat kepergian nya dan kembali mengajak Rani masuk ke mobil.
"Maaf ya soal tadi, aku sudah bikin masalah. Dan juga soal Ulan maaf kan aku gara-gara dia juga aku selalu mengabaikan mu."ucap pak Kevin.
"Iya mas gak apa-apa!"ucap Rani.
"Haha kena kau kan makanya jangan sesekali kau mengganggu ku!"guman Rani dalam hati dan tersenyum melihat ke arah pak Kevin.
"Sial! dasar wanita itu ya."ucap Ulan kesal dan melemparkan tas nya ke sofa yang ada di depannya.
"Ngak pernah Kevin kayak gini! sampai aku di giniin dasar wanita sialan!"ucap Ulan sambil mengepalkan tangannya.
Kemudian Rani duduk melamun di dapur.
"Kalau Ulan itu mantan mas Kevin berati dia juga pasti cinta pertama nya."guman Rani.
"Iya halo!"suara pak Kevin yang sedang menerima telpon.
"Seperti suara mas Kevin."guman Rani dan mencari asal suara dan melihat nya dari sebalik dinding.
"Iya saya kesana sekarang! tunggu saja."ucap pak Kevin dan langsung mengambil kunci mobil.
"Mau kemana itu mas Kevin?!"ucap Rani.
"Apa aku harus mengikuti nya? tapi ini nanti membuat aku pasti marah! apa lagi mas Kevin pasti dia mau menemui mantannya itu."ucap Rani.
"Tapi kalau aku biar kan pasti Ulan akan membujuk mas Kevin untuk balikan."ucap Rani.
Lalu pak Kevin masuk mobil dan menemui Ulan di kafe yang tidak jauh dari kantor pak Kevin.
"Kevin kamu masih sayang kan masih sama aku?!"tanya Ulan kepada pak Kevin.
__ADS_1
Namun pak Kevin hanya terdiam dan melihat ke arah Ulan.
"Hum, saya menganggap kamu hanya sekedar adik saja sekarang."ucap pak Kevin.
"Sejak kapan kevin, ini pasti gara-gara perempuan itu kan!"ucap Ulan membentak pak Kevin.
"Ini tidak ada hubungan nya dengan Rani kamu ingat itu!"ucap pak Kevin datar.
"Tapi kenapa Kevin, kamu tidak seperti dulu lagi!"ucap Ulan.
"Kenapa kita tidak balik lagi seperti dulu?!"ucap Ulan.
"Bukan kah, kamu yang tega pergi meninggalkan ku! kamu tidak peduli dengan perasaan ku!"ucap pak Kevin beranjak dari tempat duduk nya.
"Dan kamu juga tidak berbicara padaku bahwa kamu akan pergi tapi kenapa di saat aku sudah jatuh cinta dengan yang lain kamu datang kembali?!"ucap pak Kevin.
"Maaf kan aku Kevin, tapi itu orang tuaku yang memindahkan aku ke luar negeri."ucap Ulan.
"Kalau kamu belum bisa kembali seperti dulu, aku bisa sabar ko menunggu kamu sampai kembali lagi seperti Kevin yang mencintai Ulan!"bujuk Ulan.
Namun pak Kevin hanya terdiam dan hanya memandangi Ulan saja.
"Yaudah Yo Kevin lanjut minum kopinya lagi sini duduk."panggil Ulan.
Sementara Rani masih saja memikirkan cara untuk menjauhkan mereka. Tapi ia masih ragu-ragu dengan niat nya itu.
"Nah benar kan mas Kevin pergi menemui ulan!"guman Rani yang dimana Rani duduk di belakang mereka sambil menyamar.
"Nggak-nggak aku harus sabar, untuk menghadapi wanita itu supaya mas Kevin tidak lagi jatuh ke pelukan wanita itu!"ucap Rani gigih.
Tidak lama kemudian pak Kevin dan Ulan sudah pergi dari kafe itu lalu Rani membuka penyamaran nya dan memerhatikan sekeliling tidak ada lagi mereka.
"Hum, akhirnya mereka pergi juga!"ucap Rani.
"Ya sudah Kevin aku balik dulu kamu hati-hati di jalan."ucap Ulan sambil memegang dan mengelus tangan pak Kevin.
Kemudian Ulan pergi dengan naik taxi.
"Mbak! tambah kan saya kopi satu lagi ya!"ucap Rani.
"Halo, Heni sudah pulang kerja kah aku di kafe di dekat kantor ni mampir sini yuk."ajak Rani.
"Ya sudah aku tunggu ya siu."ucap Rani.
Di saat Angga sedang les Angga tidak sengaja menabrak anak-anak seumuran nya.
Lalu Rani segera di hubungi oleh guru les nya Angga dan menghubungi pak Kevin.
Setibanya Rani dan pak Kevin datang tiba dengan waktu yang sama.
__ADS_1
"Mas Kevin!"ucap Rani menunjuk pak Kevin.
Namun tidak menjawab ucapan Rani mereka berdua langsung masuk dan pak Kevin mengandeng tangan Rani sehingga membuat Rani terdiam sambil memerhatikan pak Kevin.
"Gimana buk dengan Angga?!"ucap pak Kevin.
"Maaf sebelumnya Angga tidak kenapa-kenapa cuman saja Angga sedikit takut."jelas guru les Angga.
"Angga kamu gak papa kan?"tanya Rani kepada Angga baru muncul.
"Gak apa-apa tante!"ucap Angga seperti menutupi sesuatu.
"Yang benar Angga ngak apa-apa?!"tanya Rani sekali lagi.
"Ngak apa-apa kok tante."jawab Angga.
"Ya sudah buk kami ijin bawa Angga pulang ya!"ucap pak Kevin dan kemudian mereka pulang bersama.
Lalu mereka tiba di rumah dan langsung menyuruh Angga masuk kamar untuk membersihkan badannya.
Kemudian pak Kevin menyusul Rani yang ada di balkon rumah.
"Mas Kevin!"ucap Rani yang melihat kedatangan nya.
"Saya tau kamu tadi mengikuti saya kan?!"ucap pak Kevin.
Dengan malu Rani mengelak bahwa ia tidak mengikuti nya dan juga tidak tau pak Kevin pergi ke mana.
"Saya tidak mengikuti mas!"ucap Rani.
Namun pak Kevin hanya tersenyum dan melihat Rani saja sambil mengangguk anggukan kepala nya.
"Mas Kevin aku boleh bertanya sesuatu?"ucap Rani dan berbalik badan.
"Tanya saja!"jawab pak Kevin.
"Jika suatu hari nanti mas Kevin dan aku tidak lagi bersama apakah mas Kevin bakal mengingat saya."tanya Rani.
"Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?"ucap pak Kevin.
"Saya berfikir aja mas, pasti suatu saat nanti mas Kevin bakal pergi dari saya."ucap Rani.
"Tidak."ucap pak Kevin terhenti karena handphone Rani berdering.
"Halo Heni."jawab Rani dan menjauh dari pak Kevin.
"Maaf Heni tadi itu ada kecelakaan kecil jadi buru-buru pulang."jawab Rani.
"Aku sudah di kafe ni aku tunggu ya!"ucap Heni.
__ADS_1
"Oke deh aku kesana ya!"jawab Rani.
"Maaf mas Kevin saya keluar sebentar ya!"ucap Rani dan langsung pergi.