
Setelah malam berlalu lah pagi yang cerah dimana Rani yang baru bangun dari tidur nya. Lalu membuka jendela kamar nya.
"Wah pagi yang sangat indah!"ucap Rani menghirup udara segar.
Kemudian Rani keluar dari kamar nya dan mendapati pak Kevin dan Angga sudah di depan kamar nya.
"Selamat pagi! mas Kevin, Angga!"ucap Rani heran.
"Tumben pagi-pagi disini?!"tanya Rani.
"Tante hari ini Angga libur, jadi Angga pengen pergi sama dedy. Tapi Dedy bilang tunggu tante dulu."jelas Angga.
"Oh gitu, jadi Angga hari ini libur ya?"ucap Rani.
"Emang Angga mau kemana?!"tanya Rani kembali sambil menyusul Angga yang ada di dekat pak Kevin.
"Kemana aja deh, asal sama orang Dedy dan tante!"ucap Angga.
Kemudian terdengar suara handphone pak Kevin yang berdering di atas meja makan.
Setelah itu pak Kevin langsung pergi mengambil nya.
"Iya halo, Fitri kenapa?"ucap pak Kevin.
"Hari ini daftar meeting sudah di atur ya pak! dan juga berkas penting harus di tanda tangani oleh bapak dan perlu di cek juga sudah saya taro di atas meja bapak!"jelas buk Fitri.
"Oh gitu baiklah, saya kesana sekarang."ucap pak Kevin dan mematikan telpon nya.
"Angga sayang, hari ini dedy ngak bisa menemani Angga seharian, dedy banyak kerjaan soalnya maaf ya!"ucap pak Kevin.
"Ngak apa-apa ko Dedy, Angga kan bisa ikut ke kantor dedy!"ucap Angga tersenyum.
"Angga juga ngak akan nakal ko!"ucap Angga memohon membuat raut yang gemesin.
"Uuumm, anak dedy bisa aja yaudah jangan nakal ya kalau udah di kantor."ucap pak Kevin mengelus kepala Angga.
"Yaudah semua bersiap ya dedy tunggu di mobil."ucap pak Kevin sambil melihat jam nya.
"Iya dedy!"ucap Angga begitu juga dengan Rani.
Setelah itu Rani dan Angga segera bersiap dan membawa barang yang penting saja.
Kemudian setelah semua siap mereka langsung pergi ke mobil dan pak Kevin mulai menjalankan mobilnya.
Setelah beberapa saat kemudian mereka berhenti di lampu merah karena macet.
Dan tidak sengaja melihat ibu-ibu datang ke mobil mereka meminta-minta.
"Pak! buk!"ucap Wanita tua itu.
__ADS_1
"Loh itu kan!"ucap Rani mencoba mengingat wanita itu.
"Kenapa kamu Rani?!"tanya pak Kevin.
Kemudian dengan cepat Rani membuka jendela dan memberi sedikit sedekah.
"Kamu mengenal nya?!"tanya pak Kevin.
"Iya mas itu ibu-ibu yang pernah saya temui dan mengantarnya ke rumah sakit bersama dengan pak Anton!"ucap Rani.
"Terima kasih mbak!"ucap wanita itu dan memerhatikan wajah Rani saat Rani tersenyum.
"Kamu kan!"ucap wanita itu.
"Iya buk, semoga bermanfaat ya buk!"ucap Rani dan menutup jendela kaca mobil dan lampu merah pun berubah Lampu hijau.
"Ya Allah ternyata masih bisa ketemu lagi dengan gadis itu, semoga saja suatu saat lagi di pertemukan lagi!"ucap wanita itu dan ia pun langsung pergi kembali.
Kemudian pak Kevin melihat Rani dengan tersenyum sambil mencuri-curi pandang ke Rani.
"Mas Kevin kenapa melihat saya seperti itu? ada yang salah ya dengan penampilan saya?!"tanya Rani karena pak Kevin melihat tidak biasa.
"Tidak-tidak kamu cantik ko!"ucap pak Kevin.
Kemudian Rani melihat pak Kevin dan Rani tersenyum sendiri.
"Indah nya jatuh cinta ya!"guman Rani dalam hati.
"Ngak apa-apa sayang cuman orang dewasa yang tau anak kecil ngak boleh ya!"ucap pak Kevin melihat Angga.
Kemudian mereka melanjutkan jalan nya dan setelah beberapa saat kemudian mereka tiba di kantor dan mereka langsung pergi ke ruangan pak Kevin.
"Wah, udah banyak berubah ya kantor dedy tante-tante di sini juga udah pada ganti, karena udah lama ini udah ngak kesini!"ucap Angga melihat sekeliling.
Kemudian kariwan yang melihat mereka karena sudah lama tidak melihat anak pak Kevin.
"Angga! udah makin ganteng ya!"ucap kariawan wanita.
"Iya tuh, udah dia ngak ke sini rupanya dia udah besar juga ya!"ucap yang di sebelah nya.
Setelah itu mereka tiba di ruangan pak Kevin.
"Ya udah Angga duduk situ ya sama Tante jangan nakal masih ingat kan janji kita dari rumah!"ucap pak Kevin.
"Ingat dong dedy!"jawab Angga.
Setelah itu pak Kevin pergi keluar dan masuk lagi mau memanggi Rani.
"Oh iya Rani kamu ikut saya!"ucap pak Kevin memanggil Rani.
__ADS_1
"Iya pak saya!"ucap Rani menunjuk dirinya.
"Iya kamu ikut saya, Angga di sini dulu jangan nakal ya!"ucap pak Kevin lalu mereka pergi dan Rani ikut pergi.
Setelah itu Angga berkeliling ruangan pak Kevin dan melihat pemandangan lewat dari jendela.
Kemudian melihat foto-foto mereka yang terpajang di atas meja pak Kevin.
"Aduh bosen juga ya di sini aja, baiknya aku lihat di luar deh."ucap Angga dan segera keluar ruangan pak Kevin.
Kemudian ia melihat buk Fitri yang sedang mengetik di komputer.
"Hai tante!"ucap Angga menyapa buk Fitri.
"Oh hai... Angga... sama siapa kesini?!"tanya buk Fitri dengan senyum terpaksa.
"Tadi sama dedy!"ucap Angga.
"Oh gitu, mana dedy nya?"ucap buk Fitri.
"Dedy lagi pergi!"ucap Angga.
"Oh gitu, yaudah Tante lanjut kerjaan Tante dulu ya!"ucap buk Fitri.
"Oke tante!"ucap Angga dan mengambil pena buk Fitri dan stempel berkas nya.
Dan Angga menyembunyikan nya di bawah kursi buk Fitri.
Saat buk Fitri mau mengambil dan melihat tidak ada lagi di mejanya.
"Mana ini stempel ku kok ngak ada di sini tadi kan aku taro disini kok ngak ada ya!"ucap buk Fitri panik dan mencari-cari di meja nya dan di laci.
"Aduh mana sih!"ucap buk Fitri dan turun dari bangkunya dan melihat ada di bawah bangkunya.
"Nah ini, oh kalau gini ni pasti ulah si Angga!"ucap buk Fitri kesel.
Angga yang melihat dari kejauhan hanya tertawa kecil melihat buk Fitri kesel.
Kemudian tidak sengaja Rani melihat Angga dan datang menyusul nya.
"Angga, ngapain di sini ketawa sendiri lagi?"tanya Rani.
"Eh Tante Rani! cuman melihat sekitar ko!"ucap Angga mengalihkan pembicaraan.
"Yang benar?"tanya Rani seakan tidak percaya dengan Angga dan melihat ke arah buk Fitri.
"Hehe, maaf tante! jangan kasih tau Dedy ya plis!"ucap Angga karena sudah ketahuan oleh Rani.
"Baik lah tapi jangan di ulangi lagi ya! kalau kejadian kayak gitu lagi Tante bakalan... kasih tau dedy!"ucap Rani.
__ADS_1
"Iya tante! ngak lagi!"ucap Angga.