Bosku Galak

Bosku Galak
Episode 22


__ADS_3

Keesokan paginya seperti biasa Rani menyiapkan sarapan dan membangunkan Angga untuk sekolah.


Setelah Rani mengantarkan Angga sekolah, Rani pergi ke pasar dan berbelanja keperluan dapur.


Saat Rani di pasar iya tidak sengaja bertabrakan dengan sosok pemuda yang kekar dan tinggi.


Lelaki itu berlari dari arah berlawanan dan tidak memerhatikan orang di depan nya.


"Brak!"suara badan mereka saat tabrakan.


"Auh! ucap Rani dan itu terjatuh ke lumpur yang ada di bawahnya.


Namun laki laki itu pergi saja seperti di kejar oleh seseorang.


"Akh,, siapa orang tadi yang menabrak aku bukannya minta maaf ataupun di tolongin."ucap Rani kesel dan menepis tepis tangan kotor dan celana nya.


Lalu Rani berdiri dan melihat orang itu sudah lari.


"Dasar ngak bertanggung jawab, pagi pagi gini udah ada aja masalah."keluh Rani.


"Sudah lah baiknya sekarang belanja dan segera pulang baju sudah kotor gini lagi."ucap Rani sambil mencari kran air untuk mencuci tangan nya.


"Jalan ngak hati hati sih, jadi kena tabrak kan."ucap si lelaki misterius itu berlarian sepanjang jalan.


"Salah ku sih hehe, lagi buru buru soalnya jadi ngak sempat. tapi dia cantik ya lain kali kalau kita ketemu lagi aku akan minta maaf."guman laki laki itu dan melanjutkan larinya.


Tidak lama kemudian Rani sudah selesai berbelanja.


"Waktunya pulang ni, udah semua kayak nya hem cabe bawang sayur minyak ikan."ucap Rani sambil memeriksa barang belanjaan nya.


"Udah lengkap ni, baiklah waktunya pulang."ucap Rani Lalu iya bergegas pergi dari pasar.


Sesampainya di dekat mobil iya kembali melihat penampilan.


"Aduh kalau kotor gini bagaimana masuk ke mobil bisa jadi kotor?"ucap Rani heran.


Kemudian Rani mendekati mobil dan mengetuk pintu kaca.


"Pak Anton maaf ni, bisa minta tolong. Antar kan barang belanjaan pulang biar nanti saya pulang naik angkot aja."ucap Rani.


"Baik non."ucap pak Anton turun dari mobil dan memasukkan barang belanjaan Rani.


Kemudian Rani pergi dan mencari angkot sendiri. Begitu juga dengan pak Anton pergi pulang.


"Aduh angkot nya mana ya kok ngak ada yang muncul dari tadi."ucap Rani yang sudah kepanasan.

__ADS_1


"Kalau kayak gini bisa telat aku pulang."keluh Rani.


"Wah itu bukanya cewe tadi ya, yang aku tabrak tadi kenapa dia di situ."guman sosok laki laki itu dan melihat lihat ke arah Rani.


Kemudian laki-laki itu datang menghampiri Rani dan mendekat.


"Tin"bunyi klakson mobil yang di kendarai laki-laki itu.


"Hah, siapa ni ngagetin aja."ucap Rani penasaran.


Lalu mobil itu berhenti di depan Rani dan membuka kaca mobil.


"Hei kamu, mau kemana kok berdiri aja di situ."ucap lelaki itu dari dalam mobil.


"Iya maaf, siapa ya?"tanya Rani karena belum mengenali orang itu.


"Yang tadi tidak sengaja menabrak mbak di pasar."ucap lelaki itu sambil keluar dari dalam mobil dan berjalan ke arah Rani.


"Oh jadi kamu yang nabrak saya tadi!"labrak Rani menunjuk laki laki itu dan sedikit memukulnya.


"Sabar sabar ini saya mau minta maaf."ucap lelaki itu menahan tangan Rani.


Setelah Rani sedikit tenang lalu iya pun melepaskan tangan Rani.


"Saya minta maaf ya atas kejadian tadi, Saya tadi buru buru ada yang penting jadi ngak sempat nolongin."ucap lelaki itu.


"Iya saya akan ganti baju kamu sama baju baru. Ayo kita beli sekarang."ucap lelaki itu.


"Tidak perlu sekarang saya mau pulang, saya juga ada urusan penting jadi kamu jangan halangi saya."ucap Rani berpindah tempat.


"Yaudah lain kali saja saya ganti bajunya, kalau gitu mari saya antar."ucap lelaki itu menahan tangan Rani.


Lalu Rani terdiam dan berhenti di tempat nya.


"Saya akan antar kamu pulang ngak masalah dengan kotor."bujuk lelaki itu.


"Saya sudah maafin kamu, Sekarang lepasin tangan saya!"ucap Rani menghentakkan tangan nya.


"Oh iya maaf, saya lupa. Yaudah ayok saya antar."ucap lelaki itu membukakan pintu mobilnya.


"Ah angkot nya lama banget sih mana panas banget lagi."guman Rani dalam hati.


"Kalau nanti aku tolak aku telat pulang lagi."ucap Rani dalam hati.


"Ayo kok malah melamun sih."panggil lelaki tersebut.

__ADS_1


Kemudian Tampa berbicara Rani langsung masuk dan sedikit buang muka dari lelaki itu.


Setelah jalan Rani memberi tahu alamat nya kemudian baru jalan.


Sementara di rumah pak Kevin melihat pak Anton saja yang pulang dan membawa belanjaan Rani itu.


"Oh iya pak Anton kenapa pulang sendiri? bukan nya pergi bersama Rani tadi."ucap pak Kevin penasaran sambil membenarkan dasinya.


"Maaf pak, tadi Rani bilang pulang naik angkot saja karena pakaian nya kotor kena lumpur pak."ucap pak Anton.


"Oh begitu yaudah pak makasih."ucap pak Kevin singkat.


"Oh iya nama kamu siapa."tanya laki-laki mengulurkan tangannya. "Saya Rani, kamu siapa."jawab Rani dengan judes tidak membalas jabat tangan lelaki.


"Oh saya Putra, kalau mau kenal lebih dekat ini saya kasih kartu nomor saya, nama lengkap juga ada di sana."ucap putra memberi sebuah kartu nama.


Kemudian Rani mengambilnya dengan cepat. Putra hanya melihat tingkah si Rani yang sedikit berbeda dengan wanita lain dan tersenyum kecil.


Kemudian setelah beberapa waktu kemudian mereka tidak di rumah.


Rani melihat bahwa mobil pak Kevin masih di rumah.


"Pak Kevin!"ucap Rani melihat ke depan rumah.


"Ada apa? tanya putra kepada Rani.


"Ngak apa apa! makasih ya sudah mau nganterin saya."ucap Rani dan bergegas keluar.


"Okeh, jangan lupa ya nomor saya di sana."ucap putra.


"Iya tapi kamu langsung pulang sana."ucap Rani. "Baiklah."ucap putra dan langsung pergi.


"Mas Kevin belum berangkat kerja kah?"tanya Rani berjalan ke dekat pak Kevin.


Terlihat wajah pak Kevin sedikit tidak biasa dan juga hanya diam saja melihat mobil itu sampai pergi.


"Maaf mas Kevin, itu kawan saya ketemu di jalan jadi dia antarin saya pulang."ucap Rani yang terus melihat mobil itu.


"Oh gitu, yaudah sana masuk, oh iya tolong ambilkan tas saya dan berkas map merah lalu masukkan ke dalam mobil."suruh pak Kevin kepada Rani.


"Baik mas."ucap Rani langsung pergi dan memasukkan nya ke dalam mobil.


"Sudah saya siapkan mas."ucap Rani.


"Terima kasih, oh iya jangan lupa ya masak yang enak teman saya akan kesini nanti siang."ucap pak Kevin.

__ADS_1


"Baik mas, bisa percaya saya ko."ucap Rani dan bergegas menuju dapur.


__ADS_2