
"Tante mau pergi sama dedy? ngak ajak Angga hum!"ucap Angga ngambek.
"Tapi Angga mau les, kalau Angga mau ikut juga gak apa-apa."ucap Rani.
"Yaudah deh Angga pergi les aja, tapi Tante besok harus nemenin Angga les!"ucap Angga.
"Iya sayang."jawab Rani lalu pergi menghubungi pak Anton dengan telpon Rumah.
Tidak lama kemudian pak Anton pun tiba.
"Sayang! pak Anton nya sudah datang ni."panggil Rani.
"Baik tante Angga berangkat dulu ya."ucap Angga pamitan lalu mencium tangan Rani.
"Iya sayang hati-hati ya!"ucap Rani melihat Angga sudah naik mobil.
Lalu Rani masuk dan kembali mencari ranselnya.
"Hum, di kamar Angga ngak ada jadi dimana ya?!ucap Rani kebingungan.
"Masa di kamar mas Kevin sih?"guman Rani lagi.
"Apa aku harus ke sana ya? tetapi Sangat sungkan banget dong kalau aku kesana."ucap Rani grogi.
Lalu Rani dengan niat penuh mencoba berjalan ke arah kamar pak Kevin dan mengetuk nya.
"Tok tok tok."suara pintu di ketuk Rani.
"Kok ngak ada dua suara ya!"ucap Rani.
Kemudian Rani memegang gagang pintu.
"Nah ini ngak di kunci!"ucap Rani sedikit girang.
"Aku langsung masuk ajalah kayaknya mas Kevin ngak di kamar nya."ucap Rani dan pelan pelan memasuki kamar.
Lalu Rani mengendap-endap menuju ke arah kasur nya pak Kevin dan melihat ransel nya.
"Nah itu dia! kok bisa sih sampai sini."guman Rani dalam hati dan langsung mengambil ransel nya.
Kemudian Tampa Rani sadari pak Kevin sudah muncul di belakang nya.
Saat Rani berbalik dia sudah langsung berhadapan dengan pak Kevin.
"Ups,, mas Kevin! matilah aku."guman Rani dan menutup matanya.
"Kamu ngapain di sini?!"tanya pak Kevin dengan datar.
"Maaf mas ransel aku disini lalu aku datang kemari mengambil nya."jelas Rani membuka matanya dan melihat dada pak Kevin yang bidang tepat di depan matanya.
Sampai Rani menelan air liurnya karena menatap pemandangan yang sangat tidak pernah di pandangnya sama sekali.
__ADS_1
"Mas Kevin baiknya pakai baju dulu!"ucap Rani dan langsung berbalik membelakangi pak Kevin.
Lalu pak Kevin langsung memeluk Rani dari belakang.
Langsung tampa basa-basi muka Rani memerah dan sedikit naik suhu di bagian wajahnya.
"Saya mau kamu yang memakaikan nya!"ucap pak Kevin tersenyum.
Seketika Rani semakin malu dan sedikit gugup.
"Mas Kevin, bentar saya akan ambil kan ya!"ucap Rani dan langsung melepaskan tangan pak Kevin yang memeluknya.
Tampa melihat ke arah pak Kevin Rani langsung pergi ke arah lemari dan mengambilkan bajunya.
Namun pak Kevin hanya tersenyum saja melihat tingkah Rani.
"Ini mas bajunya!"ucap Rani dan langsung mau pergi.
"Tunggu!"panggil pak Kevin.
Pak Kevin langsung menarik Rani dan memeluk pinggang nya dengan satu tangan nya. Sampai tangan Rani memegang dadanya pak Kevin.
Dengan gaya langsung menghadap Rani. Seketika itu Rani langsung deg-degan karena tingkah pak Kevin.
Mata Rani langsung melotot melihat ke arah pak Kevin dan terdiam memaku. Lalu Rani menyadari tangan nya memegang dada pak Kevin lalu segera melepaskan nya.
"Sebelum pergi kamu harus meninggalkan jejak."ucap pak Kevin.
Kemudian pak Kevin langsung mencium Rani dengan lembut dan seketika kembali membuat pipi Rani memerah.
Setelah itu pak Kevin melepaskan tangan nya dari Rani.
Setelah di lepas oleh pak Kevin Rani terdiam.
"Mau melihat saya memakai baju?"tanya pak Kevin kepada Rani karena Rani masih terdiam.
"Oh ngak kok mas!"jawab Rani dan mengambil ranselnya dan bergegas keluar kamar.
"Hum, anak itu lucu juga ya!"ucap ,pak Kevin merasa bahagia sambil memakai kan bajunya.
"Aduh, tadi itu sungguh memalukan banget."ucap Rani sambil berjalan dan membayangkan kejadia itu.
"Tapi mas Kevin itu kok bisa kayak gitu ya!"ucap Rani sambil tertawa kecil.
"Bahagia deh, tapi pak Kevin bikin aku malu apalagi pipi aku sampai memerah gitu! semoga aja tadi mas Kevin tidak memerhatikan nya."ucap Rani.
Setibanya Rani di kamar lalu ia duduk di kasur dan melihat tangan nya.
"Apa lagi tadi aku memegang dadanya mas Kevin."ucap Rani memerhatikan tangan nya.
"Dada mas Kevin itu memang favorit idaman para wanita."ucap Rani.
__ADS_1
"Dulu aku berfikir, aku ngak mungkin bisa memiliki mas Kevin karena dia bos aku juga, buat jadi miliknya mungkin itu hanya hayalan ku saja!"ucap Rani.
"Tapi sekarang kami sudah menjalin hubungan! apa ini akan berlangsung lama atau ini hanya pelarian buat mas Kevin."ucap Rani.
"Ini semua serasa mimpi yang jadi kenyataan."ucap Rani sambil berjalan ke arah jendela.
Lalu Rani berdiri di dekat jendela dan memandangi ke arah luar jendela.
"Oh iya aku kan harus mandi dulu, aduh sampai lupa lagi."ucap Rani lagi setelah beberapa menit berlalu lalu ia bergegas pergi ke kamar mandi.
Pak Kevin juga sudah siap untuk pergi lalu memanggil manggil Rani.
"Rani! udah siap belum."panggil pak Kevin.
"Aduh mas Kevin sudah manggil lagi."ucap Rani dan langsung memasang bajunya.
"Iya mas, ini juga sudah siap ko!"jawab Rani.
Lalu Rani segera keluar kamar dan membawa tasnya.
"Kamu pergi seperti itu?"tanya pak Kevin yang melihat Rani masih mengenakan handuk di kepala nya.
"Maksudnya mas Kevin apa."ucap Rani sambil memerhatikan penampilan nya ia merasa tidak ada yang salah.
"Coba kamu kembali ke kamar dan bercermin."suruh pak Kevin.
Setelah pak Kevin mengucap kan gitu Rani langsung bergegas masuk kembali ke kamar nya lalu bercermin.
Saat Rani bercermin ia baru sada bahwa handuknya belum di lepas.
"Astaga aku lupa melepas kan handuk ku!"ucap Rani.
Lalu ia mulai merapikan rambutnya dan mengeringkan nya. Sesudah Rani Rani sedikit menempel kan lipstik di bibir nya yang sedikit kering.
"Nah kalau gini kan cantik!"ucap Rani sambil meletakkan lisptik nya.
Kemudian Rani keluar kamar.
"Kok lama gitu di kamar ngapain aja?!"tanya pak Kevin.
"Maaf mas udah nunggu lama tadi cuman ngeringin rambut ko!"jelas Rani.
"Ya sudah ayok kita pergi."ajak pak Kevin.
Kemudian mereka bergegas pergi ke mobil dan pak Kevin membukakan pintu buat Rani.
"Ngak usah mas Kevin basa ko."ucap Rani menghentikan pak Kevin.
"Kamu masuk aja!"ucap pak Kevin.
"Baik mas, makasih."jawab Rani dan langsung bergegas masuk.
__ADS_1
Lalu pak Kevin juga masuk ke dalam mobil dan mulai menjalankan mobilnya.