
Hari ini di sebuah Resto tepat nya di dalam ruangan VIP terlihat 3 orang Anak manusia tengah duduk bercengkrama dengan masing-masing ekspresi yang tergambar berbeda dari setiap wajah.
Ekspresi dari pria pertama terlihat begitu datar sambil sesekali dia mengusap dagu nya dengan posisi kedua tangan menopang di dada.
Sementara itu, berbeda dari pria pertama. Ekspresi dari Pria yang kedua ini terlihat begitu jelas menggambarkan guratan kekhawatiran, Kecemasan dan Kegelisahan. Di dalam Bola mata nya tersirat sebuah emosi dan amarah.
Selain itu, Ada juga seorang wanita yang sedang duduk di pertengahan kursi dengan diapit 2 pria tersebut. Terlihat wanita itu tengah berucap dengan ekspresi wajah penuh kemarahan dan dendam.
"Pokoknya, Aku tidak membiarkan ini terjadi. Kevin sudah mempermalukan ku dengan mengusir dan menceraikan ku begitu saja. Pokoknya aku mau kita segera bertindak dan membalaskan semua dendam kepada kevin dan keluarga nya." ucap Angeline dengan pandangan tajam dan tangan yang mengepal.
Iya, Mereka bertiga adalah Angeline, Dani dan Jhon.
"Angeline benar Dani, saat ini hanya kamu lah satu-satunya orang yang berada di dekat kevin dan identitasmu pun sebagai partner kami masih belum terungkap. Dan itu artinya kau harus segera bertindak" ucap Jhon
Sementara itu, Dani hanya duduk diam dan mendengarkan. Sesekali terlihat dia menghela nafas panjang.
"Tunggu saja waktu nya. Nanti kalian akan menyaksikan sendiri bagaimana hasil kerja gerilya dari seorang Dani" Ucap Dani dengan senyum licik nya.
"Aku harap kau segera melakukan nya Dani, Aku sudah tidak sabar untuk menunggu kehancuran mereka" kata Angeline yang diangguki serta oleh Jhon.
.........
Sementara itu, Saat ini di Perusahaan Adiwijaya. Terlihat kevin tengah bersiap untuk melakukan meeting dengan Perusahaan Naren's Corp yang kini menjadi partner nya dalam pembangunan Mall sekaligus rumah sakit.
Iya Naren's Corp
Perusahaan milik tuan Artha sekaligus warisan bagi putra semata wayangnya yaitu Devan Narendra.
Entah kebetulan atau bagaimana meeting kali ini akan mempertemukan dua pria tampan yang menjadi bagian penting dari hidup seorang Anindya. Iya, Perusahaan Narend's Corp akan diwakili oleh Devan.
"Selamat datang tuan Devan di perusahaan kami" Sambut Kevin ramah sambil mengulurkan tangannya.
"Terimakasih atas sambutan nya tuan Kevin." jawab Devan tersenyum.
Lantas setelah beberapa saat berbincang. Meeting pun akhirnya dimulai. Terlihat saat ini Kevin tengah mempresentasikan proyek mereka yang sudah berjalan selama 30 persen.
"Bagaimana Tuan Devan, apakah anda setuju bila di bagian lorong mall kita berikan sentuhan Vertikal Garden supaya pengunjung dapat merasakan juga sensasi Alam yang terkandung di sana" Ucap Kevin
"Hmmm, bagus juga. selain itu saya fikir adanya Vertikal garden ini juga bisa menambah daya tarik pengunjung mall" Kata Devan.
__ADS_1
"Baiklah kalau tuan Devan setuju, maka kami akan segera menginformasikan hal ini kepada rekan arsitek kami di Lombok" ucap Kevin.
"Baik, segera ya. karena sesuai target kita akhir tahun ini semua nya sudah beres dan tertata" ucap Devan yang disetujui oleh Kevin.
Setelah diskusi selesai, Maka meeting pun diakhiri dengan beberapa kesepakatan baru yang akan segera di realisasikan.
Dengan begitu, Devan beserta sekretaris nya pun akhirnya pamit untuk undur diri. Namun belum sempat ia melangkah, panggilan dari Kevin menghentikan semua nya.
"Ehm, tuan Devan tunggu dulu. Bisa kita bicara sebentar ?" ucap Kevin yang membuat Devan mengernyitkan dahi nya heran
"Bicara ? bukankah kesepakatan telah kita realisasikan. Jadi apa yang akan kita bicarakan ?" tanya Devan
"Ini bukan masalah pekerjaan tuan Devan. Tapi ini ada sangkut pautnya dengan masalah pribadi"
"Masalah pribadi ? maksud tuan Kevin ?"
.........
Prangg
Suara benda jatuh terdengar begitu nyaring dari arah Dapur, Terlihat di sana seorang wanita muda tengah berdiri bersandar dengan perasaan kaget.
Tak lama kemudian, datang dari dalam rumah seorang pria dengan tampilan acak - acakan dan mulut menguap khas orang yang baru bangun tidur. Iya, suara nyaring tersebut telah membangunkan nya dari alam mimpi.
"Ma-maaf Wil aku tidak sengaja tadi menumpahkan wajan nya karena panas." ucap Valerie menunduk
"Wajan ? kau memasak ?"
"I-iya Wil" ucap Valerie. lantas setelah itu ia pun menunjuk sebuah telur ceplok yang begitu hitam karena gosong, teronggok begitu saja di lantai dekat wajan.
Melihat hal itu, Willi pun mencebikkan bibir nya.
"Itu ? kau memberikan ku makanan gosong yang gak layak di makan ? itu lebih cocok di sebut sebagai pada kucing" ucap Willi dengan tatapan merendahkan.
"Astaga, Valerie Valerie selain ngasih aku kebutuhan biologis apa lagi yang kamu bisa sih hah ? Masak gosong, cuci piring pecah, nyuci gak bersih, pel lantai kebasahan ckckck kerjaan mu di mansion Adiwijaya apa sih ?" sambung nya lagi.
"Maafkan aku Wil, aku gak pernah lakuin semua pekerjaan itu. aku janji aku bakal belajar" ucap Valerie sambil menggenggam tangan Willi.
Melihat hal itu, Willi pun menghela nafas kasar
__ADS_1
"Kamu fikir rumah tangga itu kaya sekolah ? yang bisa di pake belajar kapan pun kamu mau ? ah sudahlah pusing lama - lama di rumah. Punya istri gak becus apa - apa. Minggir" ucap Willi sambil menghempaskan tangan Valerie kasar
Setelah itu ia pun pergi ke kamar untuk cuci muka dan berganti pakaian lalu pergi ke luar rumah. Melihat hal itu, Valerie tidak tinggal diam. Ia lantas berlari ke depan mengejar Willi, namun sayang nya ia terlambat. Willi telah pergi melajukan mobil nya.
"Kapan pernikahan ku akan bahagia seperti orang lain ?" batin Valerie sambil menatap lekat mobil Willy yang perlahan mulai menghilang
.........
"Jadi, Apa yang mau tuan Kevin bicarakan soal masalah pribadi dengan saya ?" tanya Devan sambil mengaduk - ngaduk minuman di depan nya.
Iya, saat ini Devan dan Kevin tengah berada di sebuah cafe yang letaknya tidak jauh dari Perusahaan Adiwijaya.
"Ehem, jadi saya ingin bertanya masalah pribadi dengan Anda tuan Devan lebih tepatnya hal ini menyangkut masa lalu saya yang kini berkaitan dengan anda" ucap Kevin membuka suara
"Masa lalu tuan kevin sekarang ada kaitannya dengan saya ? masa lalu apa ya saya kurang mengerti" tanya Devan sambil mengerutkan kening nya
"Anindya Sahara" jawab Kevin lugas
Mendengar hal itu Devan pun duduk bersandar dengan santai nya sambil menikmati segelas minuman di tangan nya.
"Oh Anin, iya saya tau dan saya pun kenal dia. lantas mengapa, apa anda juga mengenal nya ?" ucap Devan santai
"Lebih dari sekedar mengenal, karena Dia adalah mantan istri saya, dan anak yang ada dalam kandungan nya pun anak kandung saya" jelas Kevin
"Iya Terus kalau saya boleh tau masalah nya dimana ya tuan Kevin ? Dia mantan istri Anda ya secara tidak langsung anda adalah mas lalu nya, dan untuk masalah kehamilan itu, iya dia anak Anda sampai kapan pun juga. lantas apa yang harus di bahas ya" ucap Devan santai
Mendengar hal itu, justru Kevin yang kaget. Kaget melihat reaksi Devan yang begitu santai seolah tak terkejut Sama sekali.
"Apa Anin pernah menceritakan soal masa lalu nya kepada Anda ? sehingga anda bersikap santai seperti ini ?" tanya Kevin heran
"Anin tidak pernah sekalipun menceritakan soal masa lalu nya kepada saya, karena dia sangat menutup rapat semua itu dan tidak ingin mengenang masa lalu nya yang begitu menyakitkan" Ucap Devan to the point seperti sebuah sindiran halus.
"Apa dia sedang menyindirku saat ini ?" batin kevin
"Lantas, jika bukan dari Anin dari siapa anda tahu semua ini ?" tanya Kevin penuh penasaran.
"Saya mengetahui nya dari......."
.........
__ADS_1
Jangan lupa untuk beri dukungan sebanyak-banyaknya dengan cara Like, komen & vote ♥️
Terimakasih 🙏🤗