
Malam hari ini, terlihat langit begitu mempesona dengan kilau hitam nya. Bintang - bintang bergelayut manja menemani Sang bulan di kala melaksanakan kewajiban nya untuk menerangi angkasa raya.
Namun sepertinya bukan hanya langit saja yang mempesona, tetapi Ada juga sang wanita muda yang saat ini terlihat begitu mempesona dan cantik dalam balutan gaun hitam yang bawahnya mengembang dengan Baluran kristal silver yang dipadukan dengan make up flawles, rambut hitam tergerai indah yang bergelombang serta sebuah kalung mutiara yang menghiasi leher jenjang nya.
"Cantik sekali kamu Nak, pasti Devan tidak akan berkedip melihat mu" ucap Bu Aulia kepada Anin
Iya, wanita cantik itu adalah Anin. Malam ini seperti janji nya kemarin ia akan ikut menemani Devan ke salah satu pesta kolega bisnis nya.
"Ah mamah bisa saja," jawab Anin tersipu malu
Lantas setelah selesai, maka Anin pun segera keluar dari kamar didampingi oleh Bu Aulia. dan benar saja, seperti dugaan mereka kalau ternyata Devan begitu terpesona dengan kecantikan Anin hingga ia pun melihat nya tanpa berkedip.
"Sa-sayang, kamu cantik sekali" kata Devan speechless
Mendengar hal itu, Anin pun tersenyum lantas dengan segera ia pun Menghampiri Devan yang malam ini juga terlihat begitu tampan dengan balutan jas press body berwarna hitam mengkilap.
"Ah astaga, aku jadi tidak rela melihat kecantikan kamu ikut dinikmati orang sayang" kata devan
"Mas bisa saja sih, aku merasa biasa aja kok" jawab Anin
Lantas mereka berdua saling berpandangan lekat sambil menikmati keindahan masing - masing. hingga suara deheman milik Bu Aulia menghentikan semua nya.
"Ehemmm, Dev sudah hampir jam 7 apakah kau tidak berangkat hemm ?" tanya Bu Aulia
"Eh hehehe ya berangkat lah mah," kata Devan sambil menggaruk kepalanya dengan perasaan malu.
"Ya sudah sayang ayo kita berangkat, gandeng tangan aku" pinta Devan sambil menyodorkan lengan nya dan langsung diterima oleh Anin.
"Ayo mas, Mah kami permisi berangkat dulu ya. Assalamualaikum" ucap Anin
"Waalaikumsalam, hati - hati di jalan ya jangan kebut - kebutan" kata Bu Aulia sambil memandang lekat kepergian Anin dan Devan.
"Semoga kalian berdua selalu bersama dan hidup bahagia nak" ucap Bu Aulia dalam hati nya
.........
"Ya Ampun sayang, kamu dari mana saja sih ? dari kemarin pergi dan baru pulang aku telfonin juga gak di angkat - angkat. kenapa sih ?" tanya sang wanita.
"Kepo banget sih, aku dari mana itu juga bukan urusan kamu" jawab sang pria acuh, lantas ia pun dengan segera masuk ke dalam kamar nya melewati sang istri.
Sementara itu, melihat sang suami yang mengacuhkan nya, si wanita pun mengikuti nya.
__ADS_1
"Jawab Aku, kamu dari mana ? oh atau jangan - jangan kamu dari club' malam ya ? senang - senang sama ****** kamu itu"
"Kalau ia mau apa hah ? mau ngadu sama orang tua dan kakak kamu itu hah ? Ayo silahkan ngadu dan jangan harap aku bakalan baik sama kamu" kata sang pria sambil mendorong wanita itu ke arah tembok hingga dahi nya memar seketika dan setelah itu, dia pun kembali pergi entah kemana.
"Awwwss, sakit. Tega sekali kamu Willy sama aku" ucap nya dengan deraian air mata.
Iya, wanita itu adalah Valerie. Setelah menikah dengan Willy yang merupakan adik kandung nya Angeline, dia tidak pernah mendapatkan kebahagiaan.
Justru, dia selalu mendapatkan perlakuan yang tidak baik. Hinaan, cacian dan pukulan menjadi makanan nya sehari - hari. Padahal seumur hidup nya baru kali ini dia di bentak karena Anita, Milan dan Kevin selalu memperlakukan nya dengan baik layaknya Seorang princess.
Namun ya begitulah, ia tidak pernah berani untuk mengatakan semua nya pada orang tua nya apalagi sekarang keadaan Anita yang tidak begitu baik.
"Kamu jahat Wil, aku benci kamu" ucap Valerie menangis sambil mengelus perut buncitnya.
.........
Sementara itu, saat ini di pesta. Kedatangan Devan dan Anin menjadi perhatian banyak orang di sana. Bagaimana tidak ? Devan Narendra sang duda tampan nan kaya yang selama ini tidak pernah terdengar Dekat dengan seorang wanita setelah kematian istrinya. Tiba - tiba saja datang ke pesta dengan wanita cantik yang menggandeng tangan nya mesra.
Sungguh hal ini, begitu mengagetkan semua orang !
"Siapa wanita cantik di samping tuan Devan ?"
"Mereka serasi sekali ya, Yang satu cantik dan satu lagi tampan"
"Apakah itu calon menantu baru Narendra ?"
Iya seperti itulah kira - kira beberapa bisikan yang dilontarkan para tamu undangan.
Dan diantara Beberapa undangan tersebut, Terselip di sana sepasang mata tajam milik seseorang yang terus mengikuti pergerakan Anin dan devan.
"Anindya ? Benarkah itu dia ? Ada hubungan apa dia dengan Devan Narendra" ucap seseorang itu dalam hati nya.
.........
"Sayang, Aku ke sana dulu ya sebentar kamu tunggu" ucap Devan di sela - sela acara.
"Oh iya mas, Aku tunggu di sini saja." kata Anin menyetujui
"Okay sayang"
Dan setelah kepergian Devan, Anin pun duduk di salah satu kursi yang disediakan. Namun karena merasa haus, Anin pun lantas bangkit dan berjalan menuju stand minuman yang tak jauh dari tempat duduk nya.
__ADS_1
Namun belum juga sampai, tiba - tiba tangan nya ditarik oleh seseorang dan ia pun di bawa keluar Area ballroom hotel. Anin yang melihat orang tersebut dari belakang merasa heran sekaligus penasaran, siapa pria yang tiba - tiba membawa nya ini ?
"Hey kamu siapa, tolong lepaskan saya. Kalau tidak saya akan berteriak" ucap Anin
"Teriaklah sesuka hati mu" ucap pria itu sambil membalikkan badan nya menghadap ke arah Anin dan hal itu membuat nya Kaget seketika.
"M-mas Kevin ?" cicit Anin
Iya, dia adalah Kevin.
"Iya Aku. kenapa ?" ucap Kevin Sambil memandang Anin lekat, tersirat di sana pancaran kerinduan yang begitu jelas.
"Mas Kevin ada di sini juga"
"Iya, dan ada hubungan apa kamu sama Devan Narendra ?" tanya kevin to the point.
"Kenapa mas ingin tahu ? bukan kah di antara kita sudah tidak ada urusan apa - apa lagi" jawab Anin.
mendengar hal itu, Kevin pun terdiam sejenak
"Memang Nya kenapa ? jangan lupa saat ini kau sedang mengandung Anak ku, jangan sembarangan kamu memberikan dia hak untuk memanggil orang lain dengan sebutan ayah"
"Anak ? sejak kapan mas menganggap dia anak kamu ? bukankah dulu mas tidak pernah mengakui nya.
jangan mas ikut campur lagi semua urusan ku, karena setelah mas menjatuhkan talak dan mengusir ku maka sejak saat itu kita sudah bukan siapa - siapa lagi" ucap Anin
"Cuihh, perpisahan kita belum Sah karena aku belum memberikan kamu surat gugatan" ucap Kevin
mendengar hal itu, Anin pun tersenyum hingga membuat kevin heran.
"Kenapa kamu tersenyum ?" tanya Kevin
"Aku merasa begitu lucu, mas Kevin bilang perpisahan kita belum Sah karena belum ada surat gugatan begitu ? Apakah mas lupa, kalau pernikahan kita dilakukan secara sirih dan tidak tercatat secara resmi.
Itu artinya, Sejak kata talak darimu aku sudah resmi bukan lagi istri mu mas. Dan aku minta kamu jangan pernah ganggu lagi hidup ku. Permisi" ucap Anin yang langsung meninggalkan Kevin
Sementara itu, tanpa mereka ketahui ada Seseorang mengintip dari balik tembok dengan penuh rasa terkejut.
.........
Readers, jangan lupa like komen & vote nya ya♥️
__ADS_1