
Sebuah layar datar ponsel bermerek buah yang terkenal itu tengah di pandangi lekat oleh dua orang ibu dan anak, Sesekali mereka bergumam mengagumi foto yang ditampilkan di sana.
"Wah anaknya ganteng banget ya mah" ucap Valerie kagum.
"Iya sayang, kalau kamu liat aslinya pasti kamu bakal lebih kagum mamah aja gemas suka nyubit pipinya"
Sementara itu, Kevin dan Angeline yang baru bergabung di meja makan merasa heran melihat sang mamah dan Valerie yang tengah asyik berduaan melihat ponsel.
"Kalian lihat apa sih ? kok kayaknya seru gitu" tanya Kevin heran.
"Ini nih kak, mamah ngasih liat foto cucu temen Arisan nya. ganteng banget kak pipinya gembul" ucap Valerie antusias memperlihatkan foto tersebut kepada Kevin.
"Iya sih anaknya lucu" ucap Kevin Lalu Ia kembali duduk ke kursinya dan mulai menyantap sarapan yang tersedia.
Di tengah - tengah kegiatan sarapan, Tiba tiba mamah Kevin membuka suaranya.
"Ehm melihat jeng ana sudah punya cucu, mamah jadi kepengen juga rasanya" Ucap Anita yang membuat Kevin dan Angeline tersedak bersamaan.
Uhukk uhukk uhukk..
"Kalian kenapa ?" tanya Anita, mamah Kevin heran melihat gelagat Aneh anak dan menantunya.
Sementara itu, Kevin yang tengah minum dan menetralkan nafasnya pun akhirnya membuka suara.
"Gak papa mah, cuman aku kaget aja mamah udah minta cucu padahal kita belum lama nikah" Ucap Kevin.
"Iya mah, aku dan mas Kevin juga tidak menunda kok hanya saja mungkin belum waktunya" Kata Angeline menimpali dengan perasan was was.
Bagaimana tidak ?
Tanpa sepengetahuan Kevin dan keluarga nya ia diam - diam memakai alat kontrasepsi, Selain takut akan karier model nya ia juga Telah berjanji kepada Jhon tidak akan bersedia untuk mengandung anak dari Kevin.
"Iya sih kalian benar, Maafin mamah ya. Dan untukmu Kevin mamah hanya mau punya cucu dari kamu dan Angeline bukan yang lain" Ucap mamah Kevin tiba tiba.
"Maksud mamah apa ?" tanya Kevin heran.
"maksudnya mamah hanya ingin punya cucu dari rahim Angeline yang sudah jelas menantu terbaik" ucap mamah Kevin menekan kata kata nya sambil tersenyum sinis melirik seseorang yang kini tengah berdiri di balik pilar.
Mendengar sang mamah berkata seperti itu, nyali Kevin pun menciut. Apa respon yang akan ditampilkan keluarganya saat ia tahu kalau Anin tengah hamil ?
.........
Sementara itu, Anin yang sedari tadi sedang menyapu diam - Diam ia ikut mendengarkan percakapan yang terjadi di ruang makan. dan Kehadiran nya pun ternyata di sadari oleh Anita.
__ADS_1
Anin yang mendengar kalau mamah Kevin tidak mau memiliki cucu selain dari Angeline seketika kaget dan takut. Bagaimana nasib anak nya kelak ? akankan ia dapat diterima dan hidup dengan baik ataukah tidak ?
keluarga Kevin yang belum mengetahui kehadiran sang anak pun telah lebih dulu menolaknya, apalagi jika sudah mengetahui nya.
Dan di tengah - tengah lamunan nya itu, Sebuah tepukan yang mendarat di pundak begitu mengagetkan nya.
"Astaghfirullah" Kaget Anin.
"Hehehe maaf non, bibi kelepasan. habisnya non kenapa melamun ?" tanya bi sari heran.
"Ya Allah bi, Aku kirain siapa. Anin gak papa kok bibi gak usah khawatir. Oh iya apa Keenan sudah bangun ?" tanya Anin mengalihkan pembicaraan.
"Eh iya astaga, bibi hampir lupa. Bibi kesini mau ngasih tau non kalau den keenan sudah bangun dan sepertinya ia kehausan non"
"Oh begitu, ya sudah Anin tinggal dulu ya bi. Nanti kalau Keenan sudah tenang Anin lanjut lagi sapunya"
"Ah gak usah non, ini biar bibi saja yang teruskan, non fokus saja sana urus den keenan"
"Apa tidak apa apa bi ?" tanya Anin merasa tidak enak meninggalkan pekerjaan nya begitu saja.
"Sudah jangan di fikirkan, bibi tidak apa apa"
"Ya sudah kalau begitu, terimakasih banyak ya bi." Ucap Anin lantas ia pun segera berlari ke kamarnya.
.........
"Eh iya sayang, mamah lupa belum ngasih tau kalau sebentar lagi Keenan bakalan punya adek, Mamah janji akan menyayangi kalian dengan adil dan baik. Nanti Keenan harus bantu mamah jaga Adek ya" Ucap Anin kembali.
Lantas Anin pun mengelus kepala Keenan dengan lembut, hingga bayi gembul calon kakak tersebut perlahan lahan menutup matanya dan kembali tertidur.
.........
"Selamat pagi Tante" Ucap rehan menyapa mamah Kevin yang di temuinya di ruang tamu.
"Eh rehan, kamu kemana saja sih nak. udah seminggu gak main ke rumah, pasti kamu kesini mau ketemu Kevin kan" tanya mamah Kevin cemberut lantas ia pun segera memeluk rehan
"Hehe iya, Maaf ya Tan, habisnya pekerjaan rehan dan Kevin di rumah sakit sedang padat apalagi sekarang ada tugas tambahan dari kantor"
"Iya sih, Tante lihat Kevin juga jadi lebih sibuk sekarang. Oh iya kamu sudah sarapan belum ?"
"Sudah Tante"
"Beneran ?"
__ADS_1
"Iya Tante beneran" Ucap rehan meyakinkan.
"Huftt ya sudah kalau begitu, sebentar Tante panggilkan dulu Kevin ya" Ucap mamah Kevin lantas ia pun segera menuju ke kamar Kevin.
Memang Sedari dulu, Mamah Kevin Sudah menganggap Rehan seperti anak kandung nya sendiri terlebih rehan adalah anak Yatim piatu dan sudah berteman baik dengan anaknya sejak lama.
.........
"Ada apa Lo kesini ?" tanya Kevin menghampiri rehan di ruang tamu.
"Woho, Slow brother. Gue kesini mau ngasih laporan perusahaan Sekalian mau main hehe" Ucap rehan
"Oh gitu, ya udah mana sini gue mau lihat dulu"
Lantas rehan pun memberikan berkas tersebut untuk di cek oleh Kevin.
"Berkas nya sesuai sih, Oh iya besok Lo jemput gue pagi pagi ya. Ada banyak jadwal operasi soalnya" Ucap Kevin.
"Siap, esok gue jemput Lo. Eh iya btw kok dari tadi gue gak liat Anin ya"
Mendengar rehan Berkata seperti itu, Kevin memicingkan matanya curiga, ada apakah gerangan ia mencari wanita itu ?
"Tenang aja Vin, Gak ada apa apa kok. Gue cuman pengen nyapa dia dan Calon anak Lo kok" Ucap rehan yang dihadiahi lemparan bantal oleh Kevin.
"Kok gue di lempar sih Vin"
" Lo jangan ngomong kencang - kencang soal Anin dan kandungan nya. bisa bahaya kalau ada yang dengar" Ucap Kevin tegas.
"Lah emang kenapa ? Lo belum kasih semua orang kalau Anin tengah hamil anak Lo sekarang?"
"Iya re, Gue takut Apalagi tadi mamah bilang gak mau punya cucu selain dari Angeline."
Mendengar hal itu, rehan pun menghela nafas pelan Ternyata dugaan nya benar.
"Lo yang sabar Vin, Meskipun keluarga Lo nolak Anin dan anaknya. Lo harus tetep terima mereka Apalagi dia darah daging Lo sendiri" Ucap rehan
"Tapi gue ngerasa berat dan gak bisa Nerima itu semua" Jawab Kevin.
"Mau gak mau Lo harus tetep terima itu Vin, jangan sampe hanya karena kebencian Lo sama Anin, anak yang gak berdosa itu ikut kena imbasnya" kata rehan tegas, sungguh ia merasa gemas dengan sahabatnya ini.
Kevin yang mendengar perkataan rehan pun hanya bisa diam tanpa ingin mengeluarkan sepatah kata pun.
.........
__ADS_1
tenang Anin Ada author dan readers yang bakal terima kamu🥺