Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 41


__ADS_3

Plak plak plak


Suara tamparan terdengar begitu menggema di seluruh ruangan, tampaklah seorang wanita hamil yang terduduk lemas di lantai dengan wajah yang lebam dan sudut bibir nya yang tampak mengeluarkan darah. Rasa perih yang dirasa nya saat ini sekuat tenaga ia tahan, Dan ia berdoa semoga bayi dalam kandungan nya tidak ikut merasakan perih seperti ibu nya.


Sejenak, ia pun bertanya - tanya kesalahan dan masalah apakah yang ia perbuat sehingga sang suami yang tidak menganggapnya ini tiba - tiba memarahi dan memukul nya ?


"Apakah kau sudah puas ****** hah ? gara - gara kau ikatan pernikahan ku dengan Angeline yang baru saja terjalin hampir ternodai, dan itu semua adalah kesalahan mu"


Apa ? Memang nya apa yang telah ia perbuat ? ucap Anin dalam hatinya bertanya - tanya.


"Apa mas ? Anin tidak melakukan apa pun, dimana letak kesalahan ku ?" bela Anin


"Kau masih bertanya hah ?" ucap Kevin sambil menarik rambut Anin kencang hingga membuat nya menjerit kesakitan.


"Cepat mengaku saja, apa alasan kau membocorkan rahasia pada Angeline kalau kau adalah istri pertamaku ? Cepat jawab"


"Ya Allah mas itu fitnah, Aku gak pernah sekalipun membocorkan hal tersebut kepada Mbak Angeline, lagipula sejak kemarin aku tidak pernah bertatap muka langsung apalagi mengobrol dengan nya. Percaya padaku mas aku tidak berbohong" jelas Anin


Hati Kevin yang sudah terbutakan dengan Angeline pun membuatnya tidak mempercayai apa yang diucapkan oleh Anin. bahkan ia menuduh Anin ingin menjadi nyonya dan istri sesungguhnya bagi kevin. Sehingga membuat Anin melakukan hal curang seperti ini.


"Harus aku katakan berapa kali mas, aku tidak melakukan apapun. Aku berani sumpah mas" Ucap Anin memaksa Kevin untuk mempercayai nya.


"Sungguh, kau benar - benar seorang penipu, wajah mu saja yang polos tetapi hatimu sungguh busuk. Dasar wanita murahan, ingat sampai kapanpun aku tidak akan pernah menganggapmu dan anak haram mu itu sebagai bagian dari ku dan keluarga ku.


Dan aku akan membuat hidupmu bagai di neraka camkan itu" ucap Kevin menatap mencekik leher Anin hingga membuatnya engap dan kesakitan. Lalu setelah melakukan hal itu, Kevin pun keluar dari gudang tersebut.


uhuk uhuk uhuk, Anin pun terbatuk sekaligus menahan pedih dan sakit pada luka yang di buat Kevin. Namun, dari semua luka Hatinya lah yang lebih terluka saat ini.

__ADS_1


...…...


Sementara itu, Angeline yang melihat kevin keluar dari kamar dengan wajah yang memerah karena marah setelah ia menyebut nama Anin, diam - diam hal itu membuat nya tersenyum puas.


"Ah akhirnya Kevin dan ibunya mempercayai semua sandiwara dan rencana yang aku buat. Dan untukmu Anin Selamat menampung kemarahan Kevin, Ah aku sudah tidak sabar mendengar dan melihat apa yang telah dilakukan nya kepadamu" ucap Angeline dalam hatinya berbunga - bunga


...…...


Tiba - tiba setelah itu, bi Sari masuk dan langsung memeluk Anin. Tanpa terasa Air mata bi Sari pun ikut turun tanpa permisi, Sungguh ia ikut merasakan penderitaan wanita remaja ini.


"Sudah non, jangan menangis. sini bibi obatin luka nya, maaf kan bibi yang tidak bisa menolong non waktu den Kevin menyiksa non barusan. Bibi merasa sangat menyesal" Ucap bi Sari mengelus punggung dan rambut Anin dengan lembut.


Anin yang merasakan hangatnya pelukan dari orang yang mengasihinya itu malah semakin membuat nya menangis. Saat ini ia memang sangat butuh sandaran dan kekuatan untuk menenangkan dirinya.


"Anin harus apa bi ? mereka memfitnah Anin telah membocorkan pernikahan dengan mas Kevin kepada Mbak Angeline padahal Aku berani sumpah tidak pernah melakukan nya, tapi ia tidak mempercayai ku bi, lantas apa yang harus Aku perbuat bi ? apa ?" tangis Anin semakin pecah


Lalu bi Sari pun segera mengambil kotak obat untuk Anin, dan mulai mengobati luka di pipi, bibir, dan leher Anin yang telah di perbuat oleh kevin sambil diam - diam bi Sari pun mengelap air matanya. Sungguh ia sangat perihatin pada Anin yang telah di anggapnya sebagai anak itu.


"Biarlah bi, mereka berbuat sesukanya. Aku akan tetap bersabar dan aku yakin suatu hari nanti kebahagiaan akan menjemput ku" Ucap Anin dengan pandangan lurus ke depan sambil tangan kirinya mengelus perutnya.


"Kamu anak yang kuat nak, mamah sayang kamu" batin Anin


...…...


Keesokan paginya, seperti biasa Anin membantu beres - beres dan menata meja makan untuk sarapan.


Seperti biasa juga tatapan sinis dan kebencian mewarnai kegiatan nya.

__ADS_1


Namun Sepertinya, pagi ini ia seolah menjadi tontonan yang mengasikkan dimana semua orang menatap nya begitu intens, oh tidak bukan begitu maksudnya tetapi mereka menatap luka - luka yang ada di tubuhnya. Namun Anin berusaha cuek dan mengabaikan nya.


Ada sebagian yang menatap nya iba, ada yang menatap nya sinis, dan ada pula yang menatap senang dan puas seperti Anggota keluarga ini sehingga berbagai fikiran serta dugaan memenuhi otak dan hati mereka pagi hari ini.


"Cih, masih berani juga dia menampak kan muka nya setelah apa yang aku lakukan kemarin" batin Kevin menatap Anin tajam.


"Oh astaga, banyak banget luka di wajah dan leher si Anin, uh apa itu ? bibirnya juga terlihat sobek sedikit. Apakah itu ulah kak Kevin ?


wah kalau memang benar, kejam juga kak Kevin, tetapi aku senang sih liat dia tersakiti kaya gitu" Ucap Valerie dalam hatinya.


"Hahaha melihat mu terluka seperti itu sungguh membuat aku sangat puas, ternyata hadiah yang Kevin berikan padamu atas rencanaku itu sepertinya telah sangat menyakitimu. hmm I'm Sorry Anin hahaha" Batin Angeline tersenyum senang.


"Pasti luka itu di buat oleh Kevin, aku yakin itu. itulah akibatnya jika bermain - main dengan keluarga ku" ucap mamah Kevin dalam hatinya.


"Apakah ada kekerasan di rumah ini ? tetapi kok aku lihat hanya wanita asing itu yang sangat kentara luka nya. Ah sudahlah apa yang aku Fikirkan" batin papah Kevin memperhatikan Anin.


...…...


Hai Readers, Author mau numpang promosi nih hehe 🤭


Baca dan dukung juga karya baru author judulnya :


"Cintai aku pak guru"


Ceritanya dijamin seru dan mengasyikkan 🥰


Author tunggu dukungan kalian readers 🤗

__ADS_1


__ADS_2