Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 100


__ADS_3

Suasana makan malam hari ini di keluarga Adiwijaya terlihat begitu sunyi. Satu persatu wajah yang ada di sana menampilkan ekspresi tidak baik. bunyi dentingan sendok yang beradu terdengar pelan seolah - Olah sang pemegang tampak tidak bernafsu untuk mengisi energi tubuh nya.


Iya, seperti nya keadaan di tiap diri Anggota keluarga sedang tidak baik - baik saja. Kalau Kevin sih sudah jelas ya karena dia tengah memikirkan Anin, Dan Anita tampak kusut karena merasa putus asa dengan penyakit nya, lantas kalau Milan Adiwijaya, Apa yang membuat nya begitu kusut ?


"Papah kenapa ? kok dari tadi Kevin lihat seperti melamun saja" tanya Kevin


Mendengar hal itu, Milan pun terdiam. terlihat dia tengah menghembuskan nafas kasar. Seperti nya ia memang harus membagi masalah yang tengah di pendam nya itu.


"Saham kita menurun Vin, bisnis pariwisata yang kita kelola pun mengalami penurunan signifikan karena kurang nya wisatawan dan para investor pada protes sama papah sehingga mengancam ingin mengambil saham mereka." jawab Milan sambil memijat kening nya


"Lah, bagaimana bisa pah ? bukan nya saham kita stabil - stabil saja ? ketika Kevin mengecek nya juga masih aman."


"Iya Vin, tapi salah satu faktor besar yang mempengaruhi nya yaitu ada salah satu karyawan Kita yang melakukan korupsi besar - besaran sehingga perusahaan rugi 1 milyar. Dan untungnya orang itu sudah papah bereskan, sekarang dia sudah di penjara"


"Astaga, berani sekali dia. aku harus buat perhitungan" ucap Kevin sambil meremas tangan nya.


"Sudahlah Vin, papah saat ini tengah pusing. apalagi dengan terpaksa Salah satu cabang rumah sakit dan hotel yang kita miliki harus dialihkan kepemilikan nya kepada salah satu investor saham. Dan otomatis itu bukan lagi menjadi milik kita" jelas Milan yang membuat Kevin terdiam Seketika


"Tapi bagaimana bisa ya ? Perusahaan yang awalnya baik - baik saja tiba - tiba mengalami masalah besar seperti ini ? aku yakin pasti ada orang yang menjadi sutradara di balik semua ini" ucap Kevin dengan mata tajam nya.


"Aku harus mencari tahu semua nya"


.........

__ADS_1


"Wahh, Dafin gambar apa itu sayang ?" tanya Anin


"Dafin gambar keluarga Peri cantik" ucap dafin sambil terus mewarnai gambar yang dia buat.


Iya, saat ini Anin tengah berada di kamar dafin Dan menemaninya belajar. Untung saja Keenan sudah tertidur lebih dulu sehingga dia bisa fokus menemani dafin tanpa ada gangguan.


"Nah gambar nya sudah jadi" ucap Dafin sambil menunjukkan gambar tersebut ke hadapan Anin.


"Wah bagus sekali gambar nya, ini siapa aja sayang" tanya Anin sambil memperhatikan kertas yang berada dalam genggaman nya.


Setelah mendengar hal itu, lantas dengan senang hati dan bersemangat Dafin pun mulai menjelaskan semua sosok yang dia gambar.


"Ini papah dan orang di sebelah yang digenggam tangan nya itu peri cantik. Di samping nya juga ada aku sama adek Keenan terus yang perempuan ini dedek bayi dalam kandungan peri cantik" ucap dafin


"Lah, bagaimana bisa Dafin gambar dedek bayi dengan sosok perempuan ? peri cantik saja belum tahu jenis kelamin nya" ucap Anin dengan pandangan heran.


Memang, setelah beberapa kali melakukan USG dan pemeriksaan. Bayi dalam kandungan nya selalu saja bersembunyi seolah Enggan menunjukkan jenis kelamin nya, Anin yang merasa begitu penasaran pun hanya bisa bersabar sampai hari kelahiran itu tiba.


"Gak tau peri cantik, Dafin pengen aja gambar nya jadi sosok perempuan. Dan menurut tebakan dafin calon adik nya nanti perempuan" ucap bocah tampan itu.


"Hehehe, iya deh. dafin hebat ya bisa menebak seperti itu" ucap Anin


"Iya dong, dafin gitu loh. Eh tapi peri cantik mau nya adek bayi laki - laki atau perempuan ?" tanya Dafin dengan mimik muka serius yang begitu menggemaskan

__ADS_1


"Hmmm, peri cantik mah apa saja sih. mau laki - laki atau perempuan yang penting dia sehat, normal dan menjadi anak yang baik" ucap Anin


"Oh gitu, iya deh" ucap dafin mengangguk sambil menggaruk kepalanya pura - pura mengerti, namun tetap saja raut wajah kebingungan tercetak dengan jelas.


Melihat hal itu Anin pun tergelak seketika. ia begitu gemas melihat ekspresi dafin. Lantas Anin pun memeluk dafin dan mencium pipi gembul nya.


"Kamu gemes banget sih, jadi pengen cium kan jadi nya" ucap Anin


Dan tanpa mereka sadari, ternyata dari tadi Bu Aulia mengintip kegiatan calon ibu dan anak itu dari balik pintu kamar yang memang kebetulan tidak tertutup rapat. Ia menyunggingkan senyum nya, melihat interaksi Antara Anin dan Dafin yang begitu akrab tanpa ada jarak layaknya ibu dan anak kandung.


"Kamu memang wanita yang baik dan tulus Anin, Kami tidak salah memilih kamu. kehadiran mu membuat dafin dapat merasakan kasih sayang sosok seorang ibu. Semoga kamu dan Devan mendapatkan Kebahagiaan yang melimpah" ucap Bu Aulia.


.........


Assalamualaikum readers, maaf sebelumnya Author baru up sekarang.


Jika ada yang bilang, author sudah mah up nya lama Eh sekali up cuman sedikit. Author sungguh minta maaf dan maklumi author ya.


kesibukan dan keterbatasan Author membuat nya seperti ini.


Dan author berjanji akan berusaha up dan menghadirkan kisah yang indah buat readers.


dukung terus karya author ya🤗

__ADS_1


__ADS_2